
"Keluarlah!" perintah Elardo dengan raut wajah datar. Beberapa saat lalu pembicaraan dengan Arga cukup tegang mengenai masalah yang dialami Elisa membuatnya tidak ingin menambah suasana buruk itu bertambah buruk.
"Ayah tidak menyangka ayah bisa menemukan aku." Kiara keluar dari persembunyiannya setelah sekian menit bertahan agar tidak ketahuan tapi ternyata usahanya itu sia-sia.
"Apa yang kamu lakukan di rumah kerja Ayah dan kamu pasti sudah mendengar pembicaraan Ayah dengan paman Arga? Ah ini." Ekspresi wajah Elardo yang sesaat sebelumnya terlihat kaku perlahan rileks setelah memeriksa komputernya.
"Bagaimana kamu menyelesaikan ini?" Elardo menatap kagum ke arah Kiara. Proyek yang dikerjakannya selama berbulan-bulan selesai begitu saja oleh Kiara. Sungguh terbuat dari apa otak anak ini sehingga apa pun yang dilakukannya begitu sempurna.
"Aku hanya mencobanya Ayah tidak disangka Ayah menyukai- " Belum selesai bicara tubuh Kiara sudah melayang di udara. Karena begitu bahagia Elardo mengangkat tubuh Kiara tinggi-tinggi.
"Ayah turunkan aku, aku takut." Rengek Kiara namun tetap saja Elardo yang tidak bisa menyembunyikan rasa bahagianya membuat terus menjerit ketakutan.
Setelah membersihkan diri Elardo masuk ke kamar Kiara. Pembicaraan sebelumnya belum selesai membuatnya harus menyelesaikan semuanya sebelum Kiara salah paham. Sebelumnya Ia juga meminta Kiara agar tidak mengganggu ibunya karena kejadian tadi sedikit membuatnya syok.
Kiara duduk di tepi ranjang sementara Elardo menarik kursi belakang Kiara, keduanya duduk berhadapan.
"Kiara dengarkan Ayah, banyak hal yang tidak semua boleh kamu campuri. Mengenai apa yang kamu dengar tadi, ayah tidak ingin kamu mengatakannya pada ibumu karena bagaimanapun juga ibumu itu sangat sungkan menerima bantuan dariku," jelas Elardo panjang lebar.
Elardo mengingat dengan jelas Elisa sekali menolak batuannya bahkan saat menawarkan tinggal di rumahnya sementara waktu Ia sempat menolak namun karena Ia membujuk akhirnya Elisa setuju. Mengenai Profesor Edward yang menerimanya itu juga bukan karena dirinya namun karena Profesor Edward melihat sendiri kemampuan Elisa Ia hanya bertindak sebagai perantara karena jelas-jelas Elisa menerima jalur pribadi yang ditawarkan Elardo.
Profesor Edward adalah Dokter sekaligus pengajar di sekolah kedokteran di kota M. Kemampuan juga kredibilitasnya sudah tidak diragukan lagi. Dipastikan siapapun yang bisa mendapatkan kesempatan khusus untuk belajar secara langsung darinya akan menjadi Dokter hebat di kemudian hari.Ia sudah melahirkan puluhan Dokter hebat di kota itu termasuk Dokter Anna yang bahkan karena kemampuan yang dimilikinya Ia ditarik rumah sakit besar di luar negeri.
Kiara mengangguk karena Ia percaya ayahnya hanya bermaksud melindungi ibunya tanpa melukai harga diri ibunya. Harga diri yang akan Ia dan ibunya junjung sampai mati.
Sementara di kamar lain Elsa duduk termenung setelah kembali teringat kejadian beberapa jam lalu. Entah apa yang terjadi padanya jika Elardo tidak datang membantu. Kesekian kalinya Ia diselamatkan pria itu.
__ADS_1
"Sistem Buka!" perintah Elsa. Beberapa hari Ia tidak membuka sistemnya membuatnya sedikit rindu. Beberapa minggu ini sistem hanya memberikan notifikasi. Ia sangat sibuk, pulang kelelahan hingga tidak memiliki waktu untuk sekedar memeriksanya.
{Selamat datang di sistem kebaikan Nyonya Elisa}
{ Apa anda butuh bantuan}
Sistem bukan hanya sebuah alat untuk mencapai tujuan misi tertentu namun bagi Elsa sistem juga sebagai teman untuk berbagi.
"Sistem apa menurutmu jika seseorang yang sudah melupakan kita itu artinya mereka tidak ingin mengingat sedikit pun tentang kita?"
Elsa sedikit terpukul bukan karena insiden penembakan tadi tapi Ia begitu sedih di acara peringatan 100 hari meninggalnya bahkan tidak ada acara khusus yang digelar untuk mengenangnya bagaimana mungkin itu bisa terjadi? Secepat itukah keluarganya melupakannya? Pikiran-pikiran itu yang sejak tadi terlintas di benak Elsa.
{Melupakan dan dilupakan itu adalah dua kata yang berbeda pengertiannya nyonya, Melupakan berusaha tidak mengingat karena suatu sebab yang tidak dapat dihindari sedangkan dilupakan memiliki arti sengaja melupakan. Saya tahu apa yang anda pikirkan Nyonya tapi sebaiknya anda tidak mengingat masalah yang seharusnya bukan menjadi urusan anda lagi}
"Kau betul, aku adalah Elisa dan masalah Elsa bukan lagi tanggung jawabku tapi aku sangat sedih." Elsa menunduk, Ia berusaha menata hati membenahi perasaannya agar tidak semakin larut.
"Baik lah itu bukan ide buruk. Status buka!" Elsa kembali bersemangat ketika sistem menawarkan untuk melihat status di bar panelnya.
_____________________________
STATUS
Nama Pengguna : Elisa Putri
Umur : 25 Tahun
__ADS_1
Jenis Sistem : Sistem Penyelamat
Level : 5/ 10
Saldo : Rp 2.208.100.000
Misi : 23/100
Ketrampilan : 3 (Bakat 55%, Kuat 70%, Intuisi 60%)
Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****
___________________________
Sistem menjanjikan setiap Ia menyelamatkan 1 nyawa imbalan 100 juta dan beberapa Minggu ini ia sudah menyelamatkan 20 nyawa. Uang senilai 2 milyar masuk ke rekeningnya.
Elsa mengamati deskripsi di bar panelnya banyak perubahan yang terjadi namun yang paling mengganggunya adalah deskripsi ketrampilan. Sebelumnya kekuatannya mencapai 100 % tapi turun menjadi 70%, Intuisi naik 10%, bakat tetap sama.
"Kenapa kekuatanku menurun?"
{Kekuatan anda akan dititik yang sama jika semangat anda tetap tinggi tapi sistem mendeteksi suasana hati anda yang tidak bersemangat menjadi pemicunya. Hal-hal diluar kendali anda sebaiknya hindari hal itu}
"Baiklah aku akan berusaha tapi bagaimana?" Elsa merasa tidak yakin karena kehidupannya menyangkut di masa lalu. Perasaan marah dan dendam itu kembali membara ketika pertemuannya kembali dengan Anna. Mungkin Ia juga akan bertemu dengan Pria yang sudah menghancurkan hatinya di masa lalu.
{Pisahkan antara Misi dan Dendam karena keduanya tidak bisa berjalan bersama-sama}
__ADS_1
Setelah mendengar penjelasan dari sistem Elsa segera menutupnya karena malam sudah larut membuatnya harus segera tidur agar esok tidak terlambat ke kampus.