
"Dimana dia?" Elardo yang sejak tadi menunggu akhirnya bernapas lega saat Elsa keluar dari kamar.
Kiara akhirnya tertidur setelah mengeluh sakit perut karena kekenyangan. Ya saat Elsa mencari keberadaan Elardo, Kiara yang sudah kelaparan melahap habis makanan yang disediakan Elsa untuk acara makan malam ini.
Elsa yang merasa bersalah tidak bisa berkata-kata hanya ekspresi malu yang ditampakkannya karena acara yang dipersiapkannya tidak berjalan lancar dan malah dipastikan gagal.
"Tuan aku malu karena acara acara-"
"Tidak perlu malu sejak siang Kiara terus belajar dan setelah itu aku langsung mengajaknya kesini jadi ini murni kesalahanku," potong Elardo.
Kruk ... kruk.
Tiba-tiba saja perut Elsa berbunyi menandakan cacing diperutnya minta diisi. Lagi, Elsa dibuat malu karena perutnya berbunyi disaat yang tidak tepat. Sama seperti Kiara, sepulang dari rumah sakit ia langsung berbelanja dan langsung memasak membuatnya melewatkan makan siang.
"Kau lapar? Tunggu sebentar!" Elardo langsung bertindak karena Ia tidak ingin wanita yang dicintainya itu kelaparan lebih lama. Ia bangkit melangkah menuju dapur.
"Tuan kau mau apa?" Elsa langsung menyusul Elardo karena tidak tahu apa yang akan dilakukan pria itu.
Tangan cekatan Elardo langsung mencari-cari dan sungguh beruntung saat ia menemukan sebungkus mie instan di lemari dapur. Tanpa berlama-lama Ia langsung memasak mie itu. Tiga menit berlalu mie rebus sudah tersaji di mangkok.
"Duduk dan makan lah!" perintah Elardo mendudukkan Elsa tepat menghadap semangkuk mie rebus.
__ADS_1
"Tapi Tuan kau seharusnya-"
"Sudah makan lah." Elardo yang sudah tidak tahan dengan penolakan Elsa langsung mengambil alih mie itu. Ia menyendokkan mie itu lalu meniupnya pelan sebelum akhirnya disuapkan ke mulut wanitanya.
Tidak mau kalah Elsa mengambil alih, Ia melakukan hal sama yang dilakukan Elardo menyuapi balik prianya.
.
.
Sekitar pukul Sepuluh malam Elardo bersiap pulang. Elsa mengantarnya sampai depan pintu.
"Siapa bilang malam ini lebih baik dari malam apapun."
Ya bagi Elardo bukan tentang menu makanan yang banyak maupun lezat karena baginya kebersamaan malam ini dengan Elsa tidak sebanding dengan apapun.
"Tapi tetap saja aku akan menggantinya lain kali."
"Baiklah." Elardo tersenyum Ia mendekat namun dengan cepat Elsa menghindar.
"Sudah malam cepat pergi!" perintah Elsa sebelum akhirnya menutup pintu dengan cepat.
__ADS_1
Melihat hal itu membuat Elardo hanya tersenyum. Tidak salah lagi Elsa adalah wanita yang tepat yang pantas Ia cintai. Selama ini banyak gadis yang memujanya dan bahkan berlomba-lomba untuk memenangkan hatinya dengan berbagai cara membuat Elardo begitu muak tapi Elsa wanita yang sangat spesial dan berbeda.
"Aku pasti akan mengembalikan kamu ke tempat yang tepat dimana seharusnya kamu berada." Janji Elardo sebelum akhirnya melangkah pergi. Sebenarnya tadi Ia hanya ingin membisikkan itu di telinga Elsa namun karena wanitanya itu sudah pergi akhirnya Ia mengatakan itu tanpa di dengar Elsa.
Sementara Elsa terus menarik nafasnya lalu menghembuskannya perlahan karena jantungnya berdetak dengan kencang serasa ingin lepas.
"Ini bukan pertama kalinya tapi aku." Elsa tidak bisa berkata-kata karena terlalu gugup.
Seseorang yang sejak tadi mengamati dari kejauhan akhirnya bersuara.
"Ibu benar-benar jatuh cinta tapi tidak mau ayah menikahi Ibu secepatnya."
"Kiara kamu pura-pura tidur!" Elsa yang merasa dibohongi dengan ekspresi marahnya melangkah mendekat ke arah Kiara.
Kiara yang merasa terancam segera masuk ke dalam kamar lalu mengunci dengan cepat. Ya sebelum Ibunya mengetahui semuanya Ia harus mengamankan diri.
Elsa yang merasa ada yang aneh dengan sikap Kiara akhirnya segera mencari tahu dan benar saja dugaannya jika Kiara yang melakukan semuanya di belakangnya. Gadis kecil itu menyembunyikan semua makanan yang sudah Elsa persiapkan untuk makan malam di lemari pendingin tapi mengatakan jika sudah memakan semua.
"Kiara!" geram Elsa.
Sementara Kiara hanya tersenyum puas saat rencananya berjalan lancar.
__ADS_1