Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 63. Rencana Jahat Elardo


__ADS_3

Fokus Elsa berpindah ketika sosok wanita dengan senyuman yang sangat lembut meneduhkan pandangannya.


"Elisa kau kah itu, mungkinkah ...." Elsa tidak meneruskan kata-katanya. Ia malah hanyut dalam pikirannya. Ya, jika Ia berada di dekat Elisa itu berarti Ia sudah tidak berada di dunia lagi. Mungkinkah semua sudah berakhir, pertanyaan itu lah yang kini menghinggapi pikirannya.


[Tidak Elsa hidupmu masih panjang, kau harus terus berusaha menemukan kebahagiaanmu. Aku tidak bisa selamanya berada di sisimu jadi kau harus menggandakan dirimu sendiri]


"Tapi Elisa aku sama sekali tidak mengerti, apa sebenarnya yang harus aku lakukan?" keluh Elsa sembari menggelengkan kepala.


Namun bukan lagi sebuah kerisauan yang ditampakkan Elisa, Ia terus tersenyum.


[Aku percaya kau akan bisa memecahkan semua ini percayalah Elsa]


"Tapi Elisa, Elisa kau tidak boleh pergi begitu saja. Elisa ...." Tangan Elsa terus menggapai Elisa yang semakin pergi menjauh.


Brughhh


Suara tubuh Elsa membentur ke lantai.


"Aw," rintihannya kesakitan. Namun seketika rasa sakit itu tidak ia hiraukan ketika mencerna lagi apa yang baru saja terjadi, tepatnya sebuah mimpi.


"Hanya mimpi, jadi semua hanya mimpi," keluhnya sembari mengembuskan nafas kasar setelah menyadari ternyata semua hanya mimpi. Ia kembali mengingat-ingat seluruh mimpinya. Masih kental dalam benaknya senyum lembut Elisa yang sama sekali bukan sebuah kebohongan. Senyum ketulusan itu jelas sebuah bukti jika yang diinginkan Elisa adalah kebahagiaannya.


Drt ...drt.


Ponsel Elsa bergetar menandakan panggilan telepon masuk seketika membuyarkan pikirannya. Nama Elardo yang tertera di layar ponselnya.


"Orang ini kenapa pagi-pagi sudah menghubungiku?" gerutunya sembari mengabaikan panggilan itu dengan meletakkan kembali ponselnya ke nakas.


Dok! Dok! Dok!

__ADS_1


Di detik selanjutnya suara pintu di gedor membuat Elsa tersentak.


"Sial, siapa lagi itu!" Belum habis-habis paginya dibuat kesal dengan gangguan yang datang dari Elardo kini giliran petugas apartemen mengusik.


"Bukankah sudah aku katakan jika semua baik-baik saja, apa mau mereka!" Elsa yang gusar langsung bangkit dari ranjang melangkah penuh emosi menuju ke arah pintu.


"Hei apa kalian ...." Elsa yang berkata dengan emosi langsung terdiam seribu bahasa sembari reflek menutup mulutnya. Bukan seorang petugas apartemen seperti dugaannya melainkan sosok pria bertubuh kekar dengan sorot mata lemah menatapnya.


"Pria ini kenapa lagi?" gumam Elsa penuh tanda tanya.


Tidak ada kata yang terucap hanya wajah yang terlihat kusam, pucat juga mata berkantung menandakan semalaman pria itu tidak memejamkan mata. Pria yang selama ini terlihat gagah dan ambisius itu terlihat kacau dan menyedihkan.


Elardo dengan langkah lemahnya semakin mendekat.


Dug


Kepalanya menyender ke bahu Elsa.


Ya terakhir kali Elsa bahkan mengatakan kepadanya untuk melepaskannya yang mengartikan jika ingin dibebaskan darinya. Berulang kali Elardo menaruh harapan dan bahkan terus menguatkan kesabarannya untuk Elsa namun berulang kali pula Ia dikecewakan dengan penolakannya.


"Apa kau tahu setiap wanita bahkan rela bersujud hanya untuk dekat denganku bahkan nyawa sekalipun akan diberikan untukku tapi kau bahkan tidak menginginkanku sedikitpun, kau memang berbeda Elsa," imbuh Elardo. Semakin lama ucapan Elardo tidak terkendali hingga apa yang ada dalam pikirannya dikeluarkan semua.


Elsa bukannya fokus mendengar kata-kata Elardo yang lemah namun mengandung emosi kemarahan yang kuat karena bau sisa-sisa alkohol yang kuat tercium dari mulut pria itu.


"Tuan kita masuk dulu." Daripada meladeni rancauan Elardo, Elsa memilih menarik tubuh pria itu masuk ke dalam apartemennya. Elardo menurut dan ikut masuk karena lengannya ditarik masuk.


.


Bugh!

__ADS_1


Tubuh Elsa terpental saat tubuhnya jatuh ke ranjang. Sebelumnya Elsa hendak membaringkan tubuh Elardo namun tanpa disangka Elardo mengambil alih kendali dan justru tubuhnya lah yang terbaring ke ranjang.


"Tuan apa yang kau lakukan?" Elsa berusaha tenang sembari berusaha membalikkan keadaan yang seharusnya. Namun diluar dugaan, Elardo dengan senyum smirknya berencana lain.


"Kali ini kau tidak akan aku lepaskan!" ancam Elardo sembari menciumi ceruk leher Elsa.


"Tuan kau tidak boleh melakukan ini ingat Kiara dia pasti kecewa jika tahu apa yang kamu lakukan padaku." Elsa yang tadinya tenang karena berpikir Elardo yang mabuk tidak akan melakukannya ternyata salah, pria itu justru semakin menjadi-jadi. Ia terus berusaha meronta namun semakin Ia terus bergerak Elardo semakin kuat mencengkram tubuhnya.


"Biarkan aku menikmati apa yang seharusnya Elsa. Mengenai Kiara, dia pasti senang akan segera memiliki adik." Elardo semakin diluar kendali. Ia menarik paksa piyama yang dikenakan Elsa hingga robek. Keindahan yang selama ini begitu rapat terjaga itu kini terpampang jelas di depan Elardo.


"Tuan kau keterlaluan!" Elsa yang tidak bisa mentolerir sikap keterlaluan Elardo mengeluarkan jarum cahaya dari ruang penyimpanan.


[Akses ditolak, akses ditolak]. Peringat sistem.


Entah mengapa sistem menolak keinginannya untuk mengeluarkan jarum cahaya padahal Ia membutuhkan senjata itu untuk melindunginya dirinya.


"Apa mungkin sistemnya eror?" gumam Elsa sembari menghela nafas panjang. Ia berpikir keras untuk menghentikan kegilaan Elardo.


"Tuan bisakah kita melakukan setelah menikah?" bujuk Elsa.


"Menikah? Kapan?" Mendengar kata-kata Elsa tentang pernikahan seketika Elardo menghentikan aksinya. Ia menatap dalam mata wanita dibawah kungkungannya itu. Ada harapan besar yang tidak ingin dikecewakan lagi dari sorot matanya.


"Sesuai keinginanmu."


"Aku mau sekarang juga!" Kukuh Elardo.


"Tapi kau seorang pengusaha besar apa ini tidak terlalu mendadak, apa yang nanti orang-orang pikirkan tentangmu?" Elsa berusaha memberi pengertian pada pria itu selain Ia belum siap Ia juga tidak ingin menikah secepat itu. Semua ia lakukan hanya untuk membuat pria itu tidak melanjutkan aksi gilanya.


Mendengar ucapan Elsa, Elardo tampak menganggukkan kepala membuat Elsa merasa lega. Namun di detik selanjutnya Elardo kembali melanjutkan aksinya hendak meremas bukit kembar Elsa.

__ADS_1


"Baiklah jika itu maumu aku ...."


"Masuk." Elardo memotong ucapan Elsa dan tiba-tiba suara gaduh terdengar memasuki ruangan itu yang ternyata seorang MUA. Melihat hal itu Elsa menjadi bertanya-tanya bagaimana bisa sebegitu cepat pria itu melakukannya, mungkinkah semua sudah terencana matang?


__ADS_2