Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 17. Biarkan Aku Melindungimu!


__ADS_3

"Siapa kau berani mengatur hidupku?" Elsa menatap kesal pria di depannya itu.


"Aku, kau masih belum jelas mengenai siapa aku? perkenalkan Elardo Cashel." Elardo menunjuk dirinya sendiri di detik selanjutnya mengulurkan tangannya sebagai tanda perkenalan.


Elsa terlihat kesal mengabaikan pria itu lalu melangkah ke luar namun dengan cepat ditahan Elardo.


"Tidak apa-apa Kiara dia sudah mengenalku dan Arga."


"Apa maksudmu?" Elsa menatap curiga.


Sebelum datang ke rumah ini Elardo sudah beberapa kali ke sekolah Kiara untuk bertemu dengannya. Elardo bahkan tahu lebih dulu jika Kiara adalah anak jenius dari wali kelasnya sehingga meminta kepala sekolahnya untuk memfasilitasi Kiara agar lebih diperhatikan dengan kemampuannya itu. Elardo mendonasikan sejumlah uang untuk sekolah Kiara demi keinginannya itu.


"Sudahlah, Kiara anak yang baik jadi menerima pria tampan dan baik sepertiku." Elardo lebih memilih tidak menceritakan semuanya karena Ia takut jika Elisa akan semakin sungkan dan tidak menyukainya.


"Pria ini punya tingkat kepercayaan diri diatas 100% dan entah mengapa sejak tadi terus tersenyum menatapku. Aku tidak ingin membuatnya berharap lebih, sebaiknya aku katakan dengan jelas sebelum semuanya menjadi kacau," gumam Elsa.

__ADS_1


Setelah berpikir cukup lama akhirnya Elsa memberanikan diri untuk berbicara.


"Maaf tuan jika kau punya niat lain sebaiknya kau buang-buang jauh pemikiranmu, aku wanita bersuami dan aku sangat mencintai suamiku."


"Kau terlalu besar kepala siapa yang tertarik padamu , aku hanya tertarik pada Kiara. Kiara." Elardo menatap Elsa sekilas aku berpindah pada Kiara yang sudah berdiri di depan pintu.


"Om ganteng." Kiara berlari memeluk Elardo. "Om mencari ku?" Kiara mengurai pelukannya setelah cukup lama memeluk tubuh pria itu.


"Tentu saja siapa lagi, om kesini membawa hadiah yang om janjikan." Elardo melirik sekilas pada Elsa yang terlihat kesal menatap lalu berpindah ke Kiara dengan tersenyum lebar.


Sesuai perintah anak buah Elardo membawa masuk banyak hadiah untuk Kiara sampai memenuhi ruang tamu kecil rumah itu.


Elsa melangkah keluar menyembunyikan air matanya dari Kiara karena tidak ingin mengotori kebahagiaan Kiara dengan sikap konyol nya.


"Jangan menangis Nona, kau membuat hatiku sakit. Ahh sakit." Elardo yang mengikuti Elsa memberikan sapu tangan untuk menyeka air matanya lalu demi menghibur Elsa Ia pura-pura kesakitan.

__ADS_1


"Ck. Hentikan, kau konyol sekali!" geram Elsa. Di detik selanjutnya Elsa tersenyum dengan sikap pria di sampingnya itu.


"Aku memang sakit saat melihatmu menangis, entah apa ini tapi rasanya aku ingin selalu membuatmu terus tersenyum menyembuhkan setiap lukamu."


Elardo sudah menyelidiki kehidupan Elisa dari saat dinikahkan dengan paksa sampai perlakuan kejam suami dan mertuanya. Diusir dari rumah saat mengandung dan menerima suaminya menikah lagi dan lebih menyedihkan diusia yang begitu muda menjadi single mom. Elisa wanita yang membuatnya begitu bersimpati hingga tidak akan membiarkan lagi merasakan pahit getirnya kehidupan di masa depan.


.


.


Sepeninggalan Elardo, Elsa duduk termenung mengingat kembali ucapan Elardo.


...Aku memang sakit saat melihatmu menangis, entah apa ini tapi rasanya aku ingin selalu membuatmu terus tersenyum menyembuhkan setiap lukamu. Menyembuhkan lukamu. Menyembuhkan lukamu....


"Menyembuhkan lukaku, apa sebenarnya yang kau pikirkan Elardo Cashel?" pikiran itu berkecamuk di hati Elsa.

__ADS_1


Memori masa lalu Elisa sudah sepenuhnya terserap ke memori Elsa sehingga Elsa juga merasakan setiap kesakitan yang Elisa dapatkan. Meski pernah dalam mimpi Elisa mendatangi dan memintanya memaafkan orang-orang yang sudah menyakitinya namun Elsa tetap tidak bisa menghilangkan kepedihan itu setiap mengingat memori itu.


"Tujuanku lahir kembali adalah membuat Kiara bahagia dan memberi pelajaran orang-orang jahat itu selain itu singkirkan pemikiran aneh lainnya," gumam Elsa. Ia meyakinkan dirinya dengan tujuan hidupnya untuk melakukan semua itu sesuai niat awalnya bukan memikirkan hal bodoh lainnya.


__ADS_2