Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 8. Saling Menyayangi


__ADS_3

Dok ... dok.


Pintu rumah Elsa digedor dengan keras dari luar membuat Elsa yang pagi itu tengah mencuci tidak mendengar apapun karena tempat mencucinya berada di belakang.


Karena tidak mendapat sambutan tamu yang tak diundang itu mendobrak pintu rumah Elsa.


"Dimana wanita sialan itu beraninya sembunyi!" geram pria itu. Ia mencari ke seluruh ruangan rumah itu namun tidak menemukan Elisa. Langkahnya mengayun menuju bagian belakang.


"Hei wanita sialan ternyata kau disini!" Pria itu tersenyum menyeringai sesaat menemukan wanita yang dicarinya. Dodi suami Elisa yang sudah beberapa bulan tidak pulang.


Elsa yang tidak menyadari pria masuk ke dalam rumahnya tanpa permisi begitu terkejut apalagi ucapan pria itu yang menyebutnya wanita sialan.


"Kau siapa? Pergi dari sini jika tidak ingin aku berteriak!" Usir Elsa dengan ancaman. Namun bukannya takut Dodi malah tertawa terbahak-bahak.


"Berteriak sekuat tenagamu siapa yang peduli pada suami istri yang bertengkar." Dodi mendekat, mencekal tangan Elsa menariknya dengan kasar.


"Lepaskan!" Elsa berusaha meronta membuat Dodi naik pitam.


Plak ... plak.


Kedua pipi Elsa menjadi sasaran tangan kasar Dodi.


Pria yang Elsa sendiri tidak tahu siapa namun memperlakukannya dengan kasar. Seketika pipi Elsa memerah dengan perlakuan pria itu.


Dodi kembali menarik tangan Elsa namun tiba-tiba tangan seseorang menahannya. Entah darimana pria lain datang dan menghentikan pria pertama.


"Lepaskan Elisa! Sudah aku peringatkan berkali-kali tapi kau masih saja berani kembali!" ucapnya dengan suara lantang. Reno Adiwijaya sahabat masa kecil Elisa yang sejak lama mencintai Elisa namun sayang cintanya tidak terwujud saat Elisa dijodohkan dengan Dodi pria pilihan orang tua Elisa hanya untuk melunasi hutang. Namun bukannya hidup bahagia Elisa malah sering disiksa bahkan menjadi tulang punggung.


"Siapa kau berani memerintah ku!" balas Dodi. Ia melesatkan pukulannya ke arah wajah Reno namun ditahannya dan langsung dihempaskan hingga tersungkur ke lantai.

__ADS_1


"Pergilah dari sini jangan pernah kembali!" usir Reno dengan tatapan tajam. Dodi lari terbirit-birit karena tidak ingin menjadi bulan-bulanan Reno karena Ia tidak pernah bisa mengalahkan Reno yang selalu melindungi Elisa itu.


"Kau tidak apa-apa?" Memeriksa Elsa dari ujung kaki sampai kepala membuat Elsa merasa tidak nyaman. Elsa langsung mendorongnya.


"Maaf aku hanya-"


"Aku mengerti. Terima kasih sudah menyelamatkan aku." Elsa memotong ucapan pria di depannya itu lalu Ia melangkah pergi namun tangannya ditahan pria itu.


"Elisa maafkan aku karena pergi tanpa memberitahumu tapi untung lah aku kembali tepat waktu. Izinkan aku membantumu untuk bisa lepas dari pria itu, ku mohon izinkan aku menjagamu dan Kiara." Reno berucap penuh pengharapan.


"Jadi tadi ayahnya Kiara dan pria ini mencintai Elisa tapi kenapa Elisa masih bertahan jika suaminya itu memperlakukannya dengan kasar?" gumam Elsa. Sedikit demi sedikit Ia mengerti hidup seperti apa yang Elisa jalani namun Ia tidak tahu alasan apa yang dipertahankan Elisa hingga tidak bercerai dari suaminya yang begitu kejam.


"Aku-"


"Aku mengerti sampai kapanpun aku aka menunggumu sampai kau bisa mempercayakan hidupmu padaku." Potong pria itu dengan ucapan yang lembut seraya tersenyum. "Sebaiknya aku pergi karena tidak enak jika dilihat tetangga." Pria itu melangkah pergi meninggalkan Elsa yang masih tertegun menatapnya.


...


Beberapa hari setelah kejadian itu Elsa banyak berpikir jika Ia harus secepatnya melaksanakan misi kedua agar bisa meninggalkan tempat itu. Elsa juga banyak berubah sedikit demi sedikit membeli pakaian untuknya dan Kiara meski bukan barang branded namun Elsa bersyukur.


"Bukan salah Elisa jika Ia hidup begitu susah hingga membuatnya menjadi bahan cemoohan orang," gumam Elsa. Sedikit demi sedikit Elsa tahu kehidupan sulit apa yang selama ini dilalui seorang Elisa yang kini tubuhnya menjadi miliknya.


Elsa berdiri di cermin dengan pakaian baru juga riasan tipis membuatnya begitu cantik. Perubahan kecil begitu terlihat bagi seorang Elisa yang seumur hidupnya bahkan tidak tersentuh make up.


"Kau cantik sekali Elisa," puji Elsa pada dirinya sendiri.


"Ibu memang cantik." Kiara yang masuk ke kamar Elsa menyahut.


Tepat hari ini hari Minggu, Elsa berniat untuk mengajak Kiara untuk bermain ke taman hiburan.

__ADS_1


"Ibu kita akan kemana?" Kiara tidak mengetahui tujuan ibunya mengajaknya pergi karena ibunya tidak memberitahunya.


"Nanti kau akan lihat sendiri." Keduanya melangkah keluar namun baru beberapa langkah tas Elsa ditarik pria yang beberapa waktu datang ke rumahnya.


"Kau! Kembalikan." Elsa berusaha mengambil tas nya kembali namun pria itu sudah mengacak-acak isi tas Elsa.


"Ayah kembalikan itu tas ibu!" Kiara ikut berteriak membantu ibunya.


Pria yang tidak lain Dodi itu tersenyum senang mengabaikan ucapan Elsa maupun Kiara ketika menemukan apa yang dicarinya.


"Kembalikan!" Elsa berusaha mengambil uang dari tangan pria itu namun Ia malah dihempas dengan kasar hingga jatuh ke tanah.


"Ibu baik-baik saja." Kiara berusaha membantu ibunya berbeda dengan pria yang masih berstatus suami Elsa itu malah kabur.


"Bagaimana ini, bagaimana aku bisa membawa Kiara pergi jalan-jalan?" gumam Elsa.


"Ibu!" Panggil Kiara kedua kalinya karena Ibunya malah terdiam tidak merespon.


"Iya Ibu baik-baik saja." Elsa berusaha bangkit dibantu Kiara.


"Ayah memang seperti itu Bu selalu jahat sama kita." Kiara menangis memeluk ibunya, itulah yang selalu dilakukan Kiara saat ayahnya pulang. Bukan nafkah atau kasih sayang yang didapat dari ayahnya ketika pulang namun siksaan jika tidak mendapat apa yang diinginkannya.


"Maafkan Ibu, Kiara. Sebenarnya Ibu ingin membawamu ke taman bermain tapi bagaimana Ibu sudah tidak memiliki uang." Elsa menyeimbangkan tingginya dengan Kiara menatap penuh rasa bersalah pada Kiara.


"Kiara tidak menginginkan apapun Bu hanya Ibu yang Kiara inginkan." Kiara memeluk tubuh ibunya dengan erat.


Keduanya berlinang air mata dengan rasa kasih sayang masing-masing. Baik Elsa maupun Kiara saling ketergantungan selama ini hanya Kiara yang Elsa miliki begitu juga Kiara. Kisah sayang itu tidak bisa diukur dengan harta kekayaan sekalipun karena kasih sayang keduanya begitu besar.


"Ibu janji Kiara akan membawamu keluar dari lubang kesengsaraan ini," gumam Elsa. Memeluk Kiara semakin erat.

__ADS_1


__ADS_2