Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 14. Terima Akibatnya!


__ADS_3

Beberapa hari setelahnya, Elardo sudah dipindahkan ke ruang rawat biasa. Sementara Elsa terus saja berkunjung setiap harinya untuk melihat keadaan pria yang sudah menyelamatkan nyawanya itu.


"Tuan bagaimana keadaan anda?" Elsa yang baru saja datang mempertanyakan keadaan pria itu.


"Aku baik-baik saja, bagaimana keadaanmu apa kau tidak terluka?" Menatap Elsa seksama dengan raut wajah cemas.


"Aku baik-baik saja dan karena itu kau jadi seperti ini." Elsa menunduk merasa bersalah.


"Tuan saya sudah menemukan siapa orang yang sengaja mencelakai nyonya Elisa," Sela Arga yang baru saja masuk. Ya dengan cepat Arga menyelidiki siapa pelaku yang dengan keji berbuat jahat itu hingga menyebabkan tuannya terluka.


"Tuan aku sudah tahu serahkan saja padaku, dia mengincar ku jadi aku yang akan bereskan," sela Elsa.


Ya kali ini Elsa harus bertindak, Andini sudah cukup keterlaluan. Tidak cukup membuatnya terluka tapi juga menginginkan nyawanya. Sejak lama Elisa hanya diam menerima perlakuan dari suaminya juga istri keduanya namun kali ini Elsa yang sudah menguasai tubuh Elisa tidak akan tinggal diam.


"Sudah saatnya aku membuat kalian jera berbuat jahat," gumam Elsa dengan tangan mengepal erat.


....


Seminggu Kemudian.


Blam ... blam.


Elsa menendang beberapa pengawal yang berjaga di rumah Andini.

__ADS_1


"Wanita ini begitu kuat." Seorang pengawal itu berbicara sebelum akhirnya pingsan.


Elsa memang memiliki kekuatan setara 10 orang dewasa hingga begitu mudah menyingkirkan pengawal rumah Andini.


Braakkkk.


Elsa menendang rumah Andini membuat kegaduhan di rumah itu. Terlihat Dodi dan Andini turun dengan aura kemarahan yang begitu kuat.


"Kau wanita tidak tahu diri berani membuat keributan di rumahku!" maki Andini.


Dengan cepat Elsa mencengkram leher Andini. "Kau belum cukup membuatku hidup menderita, dasar kalian berdua brengsek!" maki Elsa menghempas kedua pasangan yang membuat hidupnya bagai seekor semut yang dengan seenaknya ditindas bahkan diinjak tanpa tahu batasan.


Beberapa penjaga di rumah Andini langsung bergerak, mencekal tangan Elsa namun dengan cepat dihempas Elsa.


"Bagaimana bisa si ****** itu jadi sekuat itu." Andini juga Dodi terbelalak, Elsa mampu menghadapi 5 anak buahnya sekaligus.


"Cepat, cepat lakukan sesuatu." Panik Andini mendesak Dodi. Dodi berlari ke sebuah ruangan dan keluar dengan senjata api.


"Berani mendekat aku tembak kau!" ancam Dodi.


Ting ... ting. Peringatan tanda bahaya dari sistem namun Elsa tidak mengindahkan karena Ia sudah tidak bisa mundur lagi.


"Siapa takut." Elsa terus mendekat dengan tatapan tanpa rasa takut sedikitpun.

__ADS_1


"Dor ... dor." Beberapa tembakan melesat.


"Ahh." Tubuh Elsa terlempar, seorang pria menarik tubuhnya bersembunyi di samping meja.


"Tuan kau."


Sementara itu terjadi tembak menembak di luar antara Dodi dan anak buah Elardo.


Berapa saat kemudian.


"Tuan mereka berhasil kabur." Lapor Arga.


Mendengar itu Elsa mengepal erat dengan sorot mata menahan amarah bangkit hendak mengejar.


Grep.


Elardo menahan lengan Elsa. "Tenanglah anak buahku masih mengejar mereka." Sejak pertama bertemu wanita disampingnya itu Elardo merasakan sakit saat menatap matanya ada kesakitan yang tidak bisa digambarkannya. Entah seperti ada luka yang begitu besar hingga membuatnya iba dan ingin melindunginya terlebih wanita ini telah menyelamatkan nyawanya tanpa sedikitpun memperhitungkan.


"Maaf Tuan." Elsa menarik tangannya langsung bangkit melangkah pergi.


Tring ... tring.


Ponsel Elsa berdering.

__ADS_1


Telepon dari sekolah Kiara yang meminta Elsa agar datang ke sana.


"Maaf Tuan saya harus pergi, terima kasih lagi-lagi anda menyelamatkan saya." Elsa mempercepat langkahnya karena terlalu khawatir jika hal buruk terjadi pada Kiara.


__ADS_2