
"Tenang lah mommy mu aman tapi tuan Hoover sebulan lalu Ia meninggal,"
terang Elardo.
"Apa!" Elsa tidak menyangka kehidupan keluarganya menjadi seperti ini. Harta dan asetnya habis sementara Mommynya dimasukkan ke panti jompo dan daddynya meninggal.
Tes ... tes.
Tidak terasa air mata Elsa menetes begitu saja setelah cukup lama ia membendungnya sejak tadi. Setelah Ia meninggal bahkan banyak hal- hal besar yang terjadi.
Hiks ... hiks.
Elsa menangis tersedu-sedu Ia menganggap semua yg terjadi adalah kesalahannya.
"Ini semua salahku kenapa orang sebaik. mommy dan daddy harus ikut menanggung," ucap Elsa sambil terisak-isak.
"Tidak kau jangan salahkan dirimu, ini semua sudah takdir. Jangan menangis lagi, aku akan menyelesaikan semua ini bukan hanya ini tapi semua masalahmu." Elardo mengusap air mata Elsa lalu memeluk tubuh Elsa memberi wanitanya kekuatan.
"Jangan takutkan apapun, ada aku." Elardo mengurai pelukannya, meyakinkan wanitanya jika semua akan baik-baik saja.
__ADS_1
Elardo mengangkat tubuh Elsa membuat Elsa merasa nyaman karena disaat Ia sangat rapuh Elardo memberinya kekuatan.
.....
Mobil Elardo berhenti di sebuah villa yang cukup mewah setelah perjalanan kurang lebih sekitar 1 jam. Perumahan itu terletak di kaki gunung yang pemandangan sangat indah juga udaranya yang masih sangat sejuk.
"Tempat apa ini?" Elsa mempertanyakan setelah cukup lama menatap sekeliling rumah itu.
"Ayo masuk dan lihatlah!" Elardo menggenggam tangan Elsa. Keduanya masuk namun langkah Elsa tertahan saat melihat sosok lembut yang amat dirindukannya.
"Mom." Kata-kata yang hanya tertahan di mulut Elsa namun tidak dengan air mata kebahagiaan yang meluncur bebas melewati pipinya. Elsa tidak menyangka Ia akan bisa bertemu dengan orang tuanya lagi setelah lahir kembali. Ya ini pertama kalinya Ia melihat mommy nya setelah meninggal.
Agatha yang sejak tadi diperhatikan akhirnya mengetahui namun karena kondisinya yang terkena stroke membuatnya tidak bisa berbicara normal. Agatha ingin sekali mendekat namun karena kondisinya tubuhnya yang tidak bisa bergerak membuatnya tidak bergeser dari tempatnya.
Elsa yang merasa khawatir akhirnya mendekat.
"Ibu butuh sesuatu?" tawarnya.
Bukan jawaban yang dilontarkan Agatha melainkan air mata yang menitik. Sorot mata berbinar-binar ditunjukkan Agatha sebagai tanda kebahagiaan yang ditunjukkannya.
__ADS_1
"Ini pertama kalinya Nyonya Agatha terlihat begitu bahagia semenjak dibawa kesini." Ucap seorang perawat yang tanpa Elsa sadari kedatangannya.
"Mungkin melihat anda seperti melihat putrinya," imbuh perawat itu.
"Kau benar Sus tapi aku sudah meninggal. Mungkin bukan kebahagiaan tapi kesedihan jika mommy tahu aku lahir kembali di tubuh orang lain," gumam Elsa dalam hati.
"Perkenalkan nama saya Elisa, Bu." Elsa memperkenalkan diri sembari mencium tangan Agatha.
Elsa mengajak Agatha jalan-jalan di taman belakang juga membantunya menyuapi Agatha makan siang. Setelah itu Agatha yang sudah kelelahan akhirnya tertidur setelah meminum obat.
"Nyonya anda sudah kembali," sambut Arga saat melihat Elsa. Elsa memang mencari keberadaan Elardo untuk mengatakan ribuan terima kasih karena pria itu telah merawat mommynya dan bahkan menampung mommy nya lengkap dengan perawat dan dokter yang akan memeriksa kondisinya setiap hari.
"Dimana tuan El?"
"Tuan sedang rapat di dalam," jawab Arga.
"Oh." Elsa merasa sedikit kecewa karena niatnya untuk segera berbicara tidak bisa terwujud. "Baiklah aku akan istirahat jika Tuan sudah selesai beritahu aku!" sambung Elsa.
"Baik Nyonya."
__ADS_1