
Malam hari.
Elsa duduk di ranjangnya. Beberapa hari tidak membuka sistem membuatnya penasaran.
"Sistem buka!"
{Selamat datang di sistem kebaikan, Nyonya Elisa. Selamat misi anda merawat anak telah lulus, sistem memberikan kekayaan 1 milyar karena membuat Kiara menjadi seseorang yang mahir. Anda bisa melanjutkan atau menghentikan sistem}
Ting ... ting.
Ponsel Elsa berbunyi tanda notifikasi masuk. Memberi tahukan uang senilai 1 milyar masuk ke rekeningnya.
Selama ini sistem seperti alarm dalam diri Elsa yang membuatnya menjadi seorang yang jauh lebih baik juga rasa terikat itulah yang membuatnya ingin terus melanjutkan misi-misi dari sistem selanjutnya.
"Aku ingin melanjutkan!" tegas Elsa setelah meyakinkan hatinya.
{Persiapan upgrade sistem}
5% . 10%. . . . . . . . . 50% . . . . . . . 100%.
Upgrade berhasil.
{Sistem anda sistem penyelamat, setiap anda melakukan kebaikan sistem akan memberikan kekayaan}
{Bonus upgrade ketrampilan, Intuisi}
{Bonus upgrade sistem sebesar 100 juta}
Elsa tersenyum senang mendengar suara dari sistem yang memberinya banyak bonus setelah mengupgrade sistemnya.
"Apa maksud ketrampilan, intuisi?"
"Intuisi kemampuan untuk membaca keadaan di sekitar anda dengan cepat tanpa proses berpikir panjang, ini akan memudahkan anda menolong orang yang membutuhkan bantuan anda tanpa meminta terlebih dahulu}
__ADS_1
Elsa manggut-manggut dengan penjelasan sistem.
"Status!" ucap Elsa.
_____________________________
STATUS
Nama Pengguna : Elisa Putri
Umur : 25 Tahun
Jenis Sistem : Sistem Penyelamat
Level : 4/ 10
Saldo : Rp 1.208.100.000
Misi : 3/100
Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****
___________________________
Elsa mengamati panel deskripsinya dengan seksama. Banyak perubahan deskripsi saat ini dengan sebelum upgrade. Fokusnya tertuju pada ketrampilan Intuisi.
"Kenapa intuisi lebih rendah dari lainnya?" Elsa menatap bingung.
{Semakin Anda banyak menolong intuisi semakin naik menuju sempurna begitu juga bakat semakin anda bersemangat bakat akan menuju sempurna. Apa anda ingin memasang ketrampilan Intuisi sekarang juga}
Seperti ya sudah-sudah saat pemasangan sebelumnya Ia merasakan sakit yang begitu luar biasa. Ia ingin memasangnya ketika sudah kembali ke kontrakannya.
"Nanti saja ketika aku sudah kembali ke kontrakan ku."
__ADS_1
Setelah cukup dengan penjelasan dari sistem Elsa kemudian menutup sistemnya.
Tok ... tok.
Pintu kamarnya diketuk dari luar membuat perhatian Elsa langsung tertuju pintu.
Elsa langsung beranjak dari ranjang untuk membuka pintu. Saat pintu terbuka senyum lebar ditampakkan pria tampan yang tidak lain Elardo.
"Tuan ada apa, jangan katakan kau sakit!" tukas Elsa.
Mendengar Elsa yang langsung menuduhnya membuat senyum Elardo berganti senyum kecut. "Aku bukan orang seperti ini Nona, kalau aku sakit ya memang aku merasa sakit."
"Oh iya." Elsa hendak menutup pintu namun ditahan pria itu.
"Aku ingin bicara serius."Elardo berucap dengan nada memohon terlihat kerapuhan dari raut wajahnya membuat Elsa akhirnya menuruti keinginan pria itu.
Keduanya melangkah masuk ke lift menuju rooftop. Tempat itu sudah dihias begitu cantik dengan lampu warna-warni juga bunga-bunga cantik berwarna-warni. Ditengah-tengah nya ada meja dan kursi yang juga dihias.
"Apa ini Tuan?" Elsa tertegun melihat apa yang ada di depannya itu.
Beberapa jam lalu Elsa mengatakan pada Elardo besok pagi-pagi Ia akan kembali ke kontrakannya karena kondisi Elardo yang sudah membaik. Pria itu gusar, 2 Minggu ini Ia sudah menghabiskan waktunya bersama Elisa membuatnya semakin terjebak dan tidak ingin berpisah. Ia bahkan membawa pulang pekerjaannya demi selalu dekat dengan wanita itu.
Elardo langsung bersujud di kaki Elisa sebelum itu Ia mengeluarkan kotak merah dari sakunya.
"Nona Elisa mungkin ini terlalu cepat tapi aku bukan pria yang suka basa-basi, menikah lah denganku." Elardo berucap sambil menyodorkan cincin bertahtakan berlian ditangannya.
"Tuan kau salah paham bukan bukan seperti ini, aku hanyalah janda miskin dengan seorang putri, aku sama sekali tidak pantas."
Elsa berpikir bukan waktu yang tepat untuk menjalin hubungan dengan seseorang karena Ia harus menyelesaikan misi-misinya, Ia hanya ingin fokus menjalankan hidupnya.
"Baiklah aku mengerti aku ingin kau menjaga ini untukku." Tidak ada raut amarah dari pria itu Ia malah melempar senyuman pada wanita yang dicintainya itu.
"Aku tidak bisa menerima keinginanmu tapi aku akan simpan ini dan satu lagi aku mengizinkanmu untuk menjadi ayah angkat Kiara."
__ADS_1
Elardo mengangguk senang walaupun batinnya sedikit kecewa dengan penolakan Elisa namun Ia yakin pada saatnya Elisa akan menerima cintanya.