Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 11. Bukan Lagi Si Lemah!


__ADS_3

Beberapa hari berlalu.


Elsa sudah mendaftar Kiara masuk ke sekolah di tempat yang baru. Di tempat yang kini memberi Kiara tempat tinggal yang layak juga sekolah yang lebih baik.


Setelah mengantar Kiara ke sekolah Elsa duduk termenung.


Beberapa hari ini Ia tidak membuka sistem membuatnya penasaran ingin memeriksa.


"Sistem Buka!"


_____________________________


STATUS


Nama Pengguna : Elisa Putri


Umur : 25 Tahun


Level : 3/10


Saldo : Rp 8.100.000


Misi : 2/10


Ketrampilan : 2 (Bakat, Kuat)


Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****


________________________________


Saldo Elsa berkurang 20 juta untuk membayar sewa apartemen selama satu bulan saja. Dreamy Residence merupakan unit property milik Keluarga Hoover yang diperuntukan kalangan menengah atas dengan harga selangit untungnya keluarga itu juga menyediakan unit apartemen yang bisa disewa per bulan hingga Elsa dapat tinggal disana.


"Sistem apa misiku selanjutnya?"


{Ingat tujuan anda terlahir kedua ini Nyonya karena sistem mendeteksi dendam yang begitu besar pada diri anda}


Ya Elsa memang terlihat begitu berambisi menyelesaikan misi-misi itu untuk mengumpulkan lebih banyak uang karena dengan uang Ia bisa membalaskan dendam Elisa. Potongan-potongan ingatan pemilik asli tubuh ini begitu menyakitkan hati Elsa hingga Ia ikut merasakan dendam yang membara di hatinya.


"Apa salah jika aku menghukum orang-orang yang berbuat jahat pada pemilik tubuh ini karena itu lah yang diinginkannya." Elsa berucap dengan tatapan penuh dendam, tangannya mengepal erat.


{Anda harus mengendalikan diri anda Nyonya, keburukan tidak lah harus dibalas dengan keburukan karena setiap keburukan pasti ada balasan yang setimpal}


Beberapa hari berlalu Elsa kembali ke rumah lamanya yang sudah habis dilalap si jago merah tinggal abu yang tersisa. Elsa mengingat kembali awal mula Ia berada di rumah itu namun saat ini semuanya sirna.

__ADS_1


"Kalian memang orang-orang jahat!" geram Elsa menggenggam abu dari rumahnya yang terbakar.


"Hahaha, kau masih berani kembali wanita ****** seharusnya aku menghabisi mu!" Andini hendak mendorong namun Elsa membalik keadaan dengan cepat kini Andini lah yang tersungkur.


"Kau masih bisa menertawakan aku setelah semua kejahatan yang kau lakukan dasar wanita iblis. Meminta maaflah sebelum aku kehilangan kesabaran!"


"Jangan mimpi!" Andini berucap dengan nada ketus. Sejak lama Ia selalu menang bahkan Ia berhasil menghasut warga desa untuk membakar rumahnya.


Elsa yang menggebu-gebu sudah tidak bisa menahan amarahnya mendekat mencengkram leher Andini. "Kau wanita sialan jangan pernah lagi tangan kotornya itu menyentuhku!" Elsa semakin kuat mencengkram hingga membuat Andini hampir kehilangan nafas namun tiba-tiba ucapan sistem yang memperingatkannya kembali terngiang di telinganya. Elsa menghempas wanita yang sudah memberinya rasa sakit selama ini dengan kasar.


Tiba-tiba langkah kaki semakin mendekat yang tidak lain Dodi. "Berani kau menyentuh Andini dengan tangan sial mu itu!" Mendorong Elsa kuat hingga terjatuh. "Akan aku balas kau!" Dodi melakukan hal yang sama dengan yang Elsa lakukan mencengkram leher Alsa.


Bum.


Elsa menendang pria itu membuatnya jatuh.


"Wanita iblis, sini kuberi kau pelajaran!" Geram Dodi dengan mata berapi-api mendekat ke arah Elsa namun tiba-tiba tangan Dodi ditahan dua pria berpakaian jas hitam.


"Seret pria itu lempar ke laut!" perintah pria dengan gaya eksekutif muda.


"Baik Bos."


"Lepaskan suamiku!" teriak Andini berusaha membantu suaminya yang ditarik paksa beberapa pria berbadan besar.


Pria yang terjebak di rumah kosong di tengah hutan dengan luka tembak. Ya dialah pria itu.


"Kau baik-baik saja?" Elsa mendekat melihat lengan pria itu yang ditutupi jas hingga tidak nampak namun dilihat dari raut wajahnya pria itu kelihatan lebih bugar daripada saat itu.


"Aku baik-baik saja. Sudah beberapa hari aku mencarimu akhirnya kali ini aku menemukanmu."


"Kau mencari ku untuk apa?" Elsa menatap ponselnya sekilas waktu menunjukkan pukul 10 pagi artinya ia harus segera menjemput Kiara.


"Oh aku akan terlambat kita bicara lain kali." Elsa melangkah pergi namun pria itu mengekor dibelakangnya.


"Aku akan mengantarmu kau takut terlambat kan?" tawar pria itu. "Kita juga belum berkenalan," imbuhnya.


Elsa nampak berpikir. Waktunya memang tidak banyak, Ia tidak ingin Kiara menunggunya terlalu lama apalagi ditempat yang asing seperti itu Kiara pasti ketakutan.


Elsa mengangguk. Mobil pun melaju dengan kecepatan tinggi menuju ke sekolah Kiara.


"Sepertinya pria ini bukan pria sembarangan mobilnya saja semewah ini. Mobil dengan edisi terbatas hanya dimiliki 5 orang di dunia ini dan salah satunya adalah miliknya," gumam Elsa menatap design mewah mobil itu.


"Perkenalan aku Elardo Cashel." Pria dengan tatapan misterius itu akhirnya memperkenalkan diri.

__ADS_1


"Pria ini dari keturunan keluarga Cashel, keluarga paling kaya dan terhormat di negeri ini. Bermimpi pun aku tak pernah tapi aku semobil dengannya. Pantas saja dia sangat tampan," gumam Elsa.


"Kau mengabaikan ku? desak Elardo karena sejak tadi tangannya diabaikan wanita di sampingnya ini.


"Maaf aku Elsa Hoo maksudku Elisa." Elsa menjabat tangan Elardo. Hampir saja Ia kelepasan bicara.


Elsa melepas jabatan tangannya sesaat mobil terhenti tepat di depan sekolah Kiara.


"Terima kasih sudah mengantarku." Elsa tersenyum sekilas lalu segera turun dari mobil itu. Elsa melambai kearah Kiara namun ekspresi wajah sendu Kiara menyambutnya.


"Ada apa?" Elsa menyeimbangkan tinggi tubuhnya dengan tinggi Kiara, menatap wajah Kiara penuh perhatian.


Bukan kata-kata yang keluar dari mulut Kiara namun pelukan. Kiara langsung memeluk tubuh Elsa begitu erat.


"Ibu bisakah kita kembali ke desa," rengek Kiara lirih masih dengan memeluk Elsa.


"Kau tidak suka tinggal dan sekolah disini?"


"Kiara merindukan teman-teman Kiara."


Bukan hal mudah bagi Kiara beradaptasi di tempat baru. Di lingkungan elite karena bagaimanapun juga ia terbiasa hidup miskin dan tiba-tiba tinggal di lingkungan berbeda membuat Kiara tidak nyaman.


"Hap." Elsa mengangkat tubuh Kiara menaikkannya ke tubuhnya. "Wah kau sudah besar Kiara, ibu sampai keberatan menggendong mu." Elsa berjalan terseok-seok membuat Kiara tertawa. Sesaat gadis kecil itu melupakan kesedihannya.


Keakraban keduanya diperhatikan pria yang masih duduk di dalam mobilnya itu. Elardo yang tadinya sudah berlalu pergi memutar balik lalu kembali.


"Cari tahu tentang wanita ini!" titah Elardo pada asistennya.


"Baik Tuan."


...


Sesampainya di apartemen.


"Kiara kau makan apa, Ibu akan membuatnya untukmu?"


Terlihat wajah murung Kiara membuat Elsa ikut bersedih.


"Bu kita pindah dari sini." Kiara kembali merengek.


"Apa sesulit ini bagi Kiara untuk tinggal di tempat seperti ini," gumam Elsa. "Baiklah kita bisa pindah rumah tapi kau tidak bisa pindah sekolah, apa kau setuju?"


Elsa akhirnya menyerah tidak ingin memaksa Kiara karena bagaimanapun juga Ia tidak akan kuat membayar sewa rumah ini selanjutnya. Rumah kecil tidak terlalu buruk setidaknya Ia bisa mencoba belajar hidup sederhana karena Ia adalah Elisa bukan lagi Elsa Hoover. Tujuannya lahir kembali ke dunia adalah menebus kesalahannya di masa lalu jadi Ia akan memanfaatkan kesempatan kedua ini sebaik-baiknya.

__ADS_1


__ADS_2