Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 57. Salah Paham


__ADS_3

"Tuan ini data-data yang anda minta tentang Tuan Galang Abimanyu namun hanya tentang pekerjaan yang ang dapat saya akses. Mengenai hal pribadi tidak ada satu pun data," ucap Arga sembari menyodorkan map.


Elardo memeriksa data-data yang sudah dikumpulkan Arga dan benar saja hanya tentang pekerjaan membuat Elardo berdecak kesal.


"Maaf Tuan saya sudah melakukan yang terbaik tapi memang informasi tentang tuan Galang alias Mister Ghost itu sangat terbatas." Arga yang melihat raut kecewa tuannya merasa bersalah.


"Aku tidak menyalahkan mu hanya saja Elisa pasti akan kecewa ketika aku tidak bisa menemukan apapun tentang keingintahuannya."


Tok ... tok.


Terdengar suara pintu diketuk bersamaan dengan itu seorang anak kecil yang tidak lain Kiara masuk ke ruangan itu.


"Tuan saya akan tunggu anda di mobil," pamit Arga sembari membungkukkan tubuhnya sebelum pergi.


"Hem." Respon Elardo dengan bergumam.


Di detik berikutnya fokus Arga tertuju pada Kiara yang membawa buku melangkah ke arahnya.


"Ada apa Nak, kau perlu sesuatu yang perlu Ayah bantu?" Elardo mengusap lembut kepala Kiara. Tidak biasanya Kiara mengalami kesulitan namun kali ini pagi-pagi sekali Kiara sudah mendatanginya.


"Ayah kau ini masih muda tapi kening Ayah sudah keriput." Kiara mendorong Elardo duduk di kursi dan berusaha membuatnya rileks. Bukan keriput melainkan mencemaskan Kiara. Kiara sendiri sudah mengetahuinya.


"Ambil ini Ayah." Kiara memberikan beberapa lembar kertas yang Ia ambil dari sela bukunya.


Elardo membacanya sekilas namun membuatnya langsung terbelalak tidak percaya.


"Ini ini bagaimana mungkin, Kiara kau ...." Elardo tidak meneruskan kata-katanya karena terlalu senang. Ya akhirnya Ia mendapatkan apa yang Ia mau. Kiara memberikan informasi yang Ia cari tentang Galang Abimanyu bahkan sangat mendetail.


"Kiara tidak sengaja mendengar percakapan Ayah dengan paman Arga," jelas Kiara.


"Tapi bagaimana kau melakukannya Nak?" Elardo tak habis pikir anak sekecil Kiara bagaimana melakukannya. Setahunya Kiara hanya mempelajari dasar-dasar ilmu IT tapi kini bahkan putri angkatnya itu dapat membobol sistem keamanan yang begitu rumit, yang bahkan tidak bisa dipecahkan oleh anak buahnya.

__ADS_1


Kiara hanya tersenyum merespon pertanyaan ayahnya.


"Kok malah tersenyum?" Elardo merasa aneh karena Kiara bukannya menjelaskan malah tersenyum.


"Sudah Ayah cepat pergi dan berikan ini pada Ibu. Kiara yakin Ibu akan semakin cinta sama Ayah." Kiara menarik ujung jas Elardo lalu mendorong tubuhnya untuk segera pergi.


Elardo hanya menurut karena Ia sendiri sudah tidak sabar memberikan informasi yang diinginkan Elsa.


Sepanjang perjalanan Elardo terus tersenyum membuat Arga merasa positif. Ya ketika tuannya itu senang, Ia pun ikut merasakannya.


"Tuan kenapa tidak segera meresmikan hubungan dengan nona Elisa?" Arga memberanikan bertanya karena sudah sangat jelas tuannya itu sangat mencintai Elisa.


"Aku mau tapi Elisa Ia masih ada sesuatu yang harus diselesaikannya. Aku aka memberinya waktu sampai Ia benar-benar siap," ujar Elardo.


Membahas Elsa membuatnya merasa semakin rindu walaupun setiap hari bertemu namun Ia selalu merindukan wanitanya itu.


Mobil Elardo berhenti tepat di depan apartemen Elsa. Nampak disana Elsa sudah berdiri menunggunya.


Elsa sendiri hanya terdiam menerima perlakuan Elardo. Tidak biasanya prianya itu bersikap manja namun kali ini sangat berbeda.


"Apa yang terjadi?" Elsa mengurai pelukan Elardo setelah prianya itu puas mendekapnya.


"Aku sangat merindukanmu sayang, kapan kita bisa bersama setiap waktu. Aku rasanya sudah tidak tahan lagi berpisah."


Dari kejauhan seorang pria menatap keduanya dengan tatapan kesal. Ia menendang mobilnya sesaat lalu kembali masuk. Mobil pun melaju meninggalkan tempat itu.


Sementara pasangan El sudah masuk ke dalam mobil dan melaju.


Elardo tampak merajuk walaupun sudah dijelaskan oleh Elsa. Melihat perdebatan kecil antara tuannya membuat Arga merasa bersalah. Ya karena Ia lah pemicu permasalahan antara tuan dan pasangannya itu.


"Apa kau memiliki pria lain sehingga terus menolak ku!" geram Elardo tak habis-habis.

__ADS_1


"Tidak seperti itu, seperti yang aku jelaskan tadi jika aku ingin mencari jati Elisa dulu."


"Aku tidak peduli kau siapa dan bagaimana ini bukan masalah," kukuh Elardo. Elardo terus memasukkan keinginannya tidak memperdulikan apapun lagi. Baginya semua alasan yang Elsa kemukakan hanya alasan untuk menolaknya.


"Cukup aku tidak ingin berdebat lagi, kau tidak perlu memasakkan kehendak mu. Jika itu maumu kau bisa mencari wanita lain!" geram Elsa tidak tahan lagi dengan sikap Elardo.


"Hentikan mobilnya!" perintah Elsa pada Arga.


"Tetap melaju!" bantah Elardo.


"Berhenti!"


"Laju!"


"Berhenti!"


Arga sendiri merasa bingung karena perdebatan dua orang itu. Ia bingung harus berhenti atau tidak. Alhasil Ia menepikan mobilnya dan langsung keluar.


"Arga," panggil Elardo. Ia merasa aneh karena tiba-tiba asistennya keluar dari mobil.


"Apa ada masalah kenapa tuan Arga tiba-tiba pergi?" Seperti Elardo, Elsa juga merasa aneh.


Elardo mengangkat bahunya sebagai tanda Ia juga tidak mengetahui. Tatapan keduanya saling bertautan membuat Elardo mengangkat tangannya membelai wajah Elsa lembut. "Maafkan aku sayang, aku akan memberimu waktu sampai kau siap. Ini ambil lah mungkin ini awal yang baik." Elardo memberikan data-data yang Elsa minta tentang Galang Abimanyu.


Elsa memeriksa sekilas lalu kembali fokus ke Elardo. "Terima kasih sayang," ucapnya sembari mengecup pipi Elardo lembut.


"Uhuk ... uhuk." Arga yang baru saja kembali masuk mobil terbatuk-batuk memberitahu keberadaannya. Baru beberapa saat lalu tuan dan pasangannya itu ribut namun setelah kembali kehadirannya malah hal tidak terduga terjadi.


"Maaf Tuan saya masih ada-"


"Jalan sekarang!" Elardo memotong ucapan Arga. Sebelumnya Arga berniat keluar dari mobil karena merasa keberadaannya menjadi pengganggu kemesraan tuan dan pasangannya.

__ADS_1


"Ba-baik Tuan."


__ADS_2