Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 81. Bak Langit Berselimut Awan Hitam


__ADS_3

Setelah menyuapi sarapan mom Agatha dan membantunya minum obat Elsa meninggalkan ruangan itu. Ternyata Elardo sudah menunggunya di ruang tamu.


"Kau masih belum berangkat?" Elsa mendekat menatap suaminya itu penuh tanya.


"Aku menunggumu, aku tidak ingin kejadian seperti kemarin terulang lagi dan semalam bahkan kau pingsan sayang." Pria itu mengemukakan alasannya. Ia bangkit dari duduknya dan langsung mendekap bahu istrinya.


"Katakan apa sebenarnya kau lakukan di luar dan di tengah malam?" telisik Elardo.


"Sudah aku katakan jika aku hanya mencari udara segar." Jawaban Elsa sama halnya tadi malam. Sebenarnya Ia tidak ingin menceritakan semuanya karena berpikir jika suaminya itu tahu Ia akan diremehkan. Jadi Ia berpikir untuk tetap merahasiakannya.


"Jika seperti itu lalu kenapa tidak membangunkan aku? Kau terlalu lelah semalam namun masih berpikir mencari udara segar." Elardo mencubit gemas pipi istrinya.


Di detik selanjutnya, Elardo menggandeng lengan Elsa keduanya melangkahkan meninggalkan tempat itu.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan Elsa tampak termenung dengan wajah murungnya.


"Sayang kau ingin berlibur?" tawar Elardo. Pria itu berusaha mengalihkan perhatian istrinya agar tidak terus-terusan murung.


"Kita bahkan belum melakukan bulan madu, bagaimana jika kita pergi ke Jepang?" imbuh Elardo begitu bersemangat.


Elsa nampak terdiam sesaat lalu mengangguk sebagai tanda setuju. Elsa berpikir mungkin liburan menjadi hal yang baik untuknya setelah semua yang terjadi. Ia ingin melupakan masa lalunya itu untuk membuka lembaran baru.


Pagi tadi Ia mencoba mengaktifkan sistem. Ya Ia masih berharap jika semalam adalah mimpi hingga kembali mencoba mengaktifkan sistem. Namun sayang karena benar adanya jika sistem benar-benar sudah tidak berada di dalam tubuhnya.


"Terserah," jawab Elsa singkat. Elardo yang sempat tersenyum lebar mengerutkan kening. Ya itulah istrinya mau bagaimana pun tidak bisa disenangkan seperti wanita kebanyakan. Ia sudah memaksimalkan semua potensinya yang dielu-elukan banyak wanita diluar sana namun itulah istrinya wanita spesial yang membuatnya cinta mati.


Setelah menurunkan Elsa tepat di depan universitas, mobil Elardo kembali melaju. Sepanjang perjalanan menuju kantor pria itu terus berpikir bagaimana membuat istrinya itu bahagia karena sepanjang ingatannya istrinya itu bahkan tidak pernah tersenyum bahagia. Ia seperti langit yang berselimut awan hitam. Ya bagaimana pun caranya Ia harus menyingkirkan awan hitam itu jika ingin melihat istrinya bahagia.

__ADS_1


"Ayo mikir otak pintar dan seksiku kerahkan seluruh kemampuanmu." Elardo berusaha keras memikirkan cara untuk membuat istrinya senang.


"Jika wanita sudah tidak mempan dengan harta mungkin hanya satu yang diinginkannya Tuan." Sopir Elardo tiba-tiba menyahut. Ya Ia tahu betul yang dirisaukan majikannya itu. Selama ini Ia yang selalu dipuja-puja wanita namun kali ini Ia lah yang memuja wanita. Sungguh ini mungkin karma dari sang pemilik hidup.


"Apa, cepat katakan!" perintah Elardo antusias.


"Perhatian," jawab sopir itu disela-sela mengemudinya.


"Perhatian seperti apa lagi? Kau lihat bagaimana cueknya dia dengan semua perhatianku. Kadang aku berpikir Ia hanya terpaksa bersamaku," keluh Elardo.


"Mungkin selama ini anda kurang memahaminya Tuan."


Elardo tampak memikirkan apa yang diucapkan sopirnya itu. Memang benar jika selama ini Ia kurang memahami karena ia bahkan tidak mengetahui apa yang diinginkan wanitanya. Ia selalu memberi perhatian tanpa tahu apa yang sebenarnya hal yang benar-benar diinginkannya.

__ADS_1


***


__ADS_2