Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 20. Elardo Tertembak


__ADS_3

"Apa?" Elsa benar-benar tidak menyangka ucapan pria itu yang memintanya menjadi ayah angkat Kiara.


"Tidak aku tidak mengizinkannya." Tolak Elsa dengan tegas.


"Aku tahu apa yang kau pikirkan tapi pikirkan jika kau tidak melepas Kiara itu sama halnya kau tidak mengizinkan kemampuannya berkembang, Kiara bukan anak biasa melainkan anak jenius," imbuh Elardo.


Ucapan Elardo memang benar, perlahan hati Elsa goyah. Sebelum memutuskan Ia akan bertanya lebih dulu pada Kiara apa Ia setuju dengan keinginan pria ini.


Setelah berbicara dengan keputusan akhir akan bertanya dulu dengan Kiara Elardo pamit.


"Baiklah aku pamit." Elardo bangkit.


"Tuan ada hal penting," sela Arga. Arga menyampaikan berita kepada Elardo dengan berbisik di telinga Elardo.


"Apa!" Mendengar bisikan Arga, Elardo terlihat begitu marah namun sekilas karena di detik berikutnya Ia melangkah keluar.


"Aku pamit," ucap Elardo setelah keluar dari pintu rumah Elsa.


Tring! Tring! Tring!


{Peringatan tanda bahaya!}


Suara dari sistem membuat Elsa begitu waspada.


"Ada apa ini," gumamnya menatap sekeliling.


"Tuan awas!" Elsa berteriak memberi tahu ada senjata api yang terarah kepadanya dan Elardo.

__ADS_1


Dor! Dor! Dor!


Tiga tembakan melesat ke arah keduanya dengan sigap Elardo mendorong Elsa menjauh.


"Kejar mereka!" perintah Arga dengan nada tinggi pada anak buahnya.


Beberapa anak buah Elardo pun mengejar penembak misterius itu.


"Tuan kau tidak apa-apa?" Elsa bangkit dari lantai sementara Elardo memegang dadanya.


"Arghh," erang Elardo.


"Tuan kau." Elsa yang panik karena ternyata pria itu tertembak.


Tubuh Elardo limbung jatuh tertelungkup ke lantai.


"Tuan! Tuan!" panik Arga.


Elsa terbelalak karena kejadian ini sama seperti di mimpinya, mimpi yang menjadi kenyataan.


.


.


Elsa mondar-mandir di depan ruang operasi, Ia begitu cemas akan keadaan pria itu. Kedua kalinya Elsa mendapati pria ini harus dioperasi karena luka tembak. Namun yang lebih mencengangkan kenapa kejadian ini, ia bisa bermimpi tentang kejadian tadi. Jika saja Ia tahu akan menjadi kenyataan mungkin Ia akan mengingatkan bahkan mengamankan pria itu.


"Tuan Arga apa sebenarnya yang terjadi dan kenapa waktu itu tuan Elardo tertembak dan terjebak di rumah kosong itu, apa peristiwa ini berhubungan dengan kejadian waktu itu?" Elsa mempertanyakan kejadian yang dialami Elardo sebulan yang lalu dan kejadian yabg baru saja terjadi.

__ADS_1


"Itu sebenarnya ...."


...Apapun yang terjadi jangan pernah mengatakan apapun tentangku!...


Kata-kata Elardo terlintas di benak Arga membuatnya tidak bisa mengatakan tentang atasannya itu.


"Sebenarnya apa?' desak Elsa karena Arga malah terdiam.


"Sebenarnya Tuan itu orang besar jadi banyak musuh." Arga menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Ya baru saja Ia harus mengatakan kebohongan yang tidak pernah Ia lakukan hingga membuatnya merasa bersalah.


"Kenapa aku merasa tuan Arga sedang berbohong, semua orang juga tahu dia memiliki musuh. Tapi musuh apa mungkin musuhnya bertindak terlalu sadis dengan memerintahkan sniper untuk membunuhnya?" gumam Elsa.


Beberapa Dokter dan Perawat keluar dari dalam ruangan operasi itu membuat fokus Elsa dan Arga langsung tertuju padanya.


"Bagaimana operasi Tuan Elardo, Dokter?" cemas Arga.


"Operasinya berjalan lancar namun kita masih harus pantau keadaannya, sementara tuan Elardo belum bisa dikunjungi," pungkas salah seorang Dokter setelah itu beranjak pergi.


"Ibu bagaimana keadaan Om ganteng?" Suara Kiara membuyarkan suasana hening di koridor rumah sakit itu sepeninggalan Dokter dan perawat tadi.


"Kiara kamu ...." Elsa menatap Kiara lalu beberapa pengawal yang ditugaskan Arga untuk menjemput Kiara. Karena terlalu panik Elsa bahkan melupakan Kiara namun tidak dengan Arga. Elardo meminta Arga untuk selalu membantu kesulitan Elisa jika Ia turun bisa melakukannya sendiri.


"Tuan aku sungguh berterima kasih kau sudah-"


"Tidak masalah Nyonya, anda sangat berarti untuk tuan El jadi sudah sepantasnya."


"Apa maksudnya Tuan?" Elsa merasa ada yang aneh dari kata-kata Arga barusan.

__ADS_1


"Kenapa aku sampai kelepasan bicara, bisa digantung aku sama tuan El," gumam Arga yang terlihat salah tingkah. "Maksudnya Tuan El sudah berutang nyawa dengan anda jadi sudah sepantasnya saya sebagai bawahan tuan El membantu anda," kilah Arga.


Elsa tampak manggut-manggut mengerti akan penjelasan Arga. Ya karena Ia tidak ingin terjadi kesalahpahaman yang menimbulkan masalah baru.


__ADS_2