
Sementara Elardo dan Elsa sedang dalam perjalanan pulang. Sepanjang perjalanan Elsa hanya terdiam membuat suasana di mobil hening.
"Sayang." Elardo hendak memegang tangan Elsa namun dengan cepat Elsa menarik tangannya. Terlihat jelas sisa kemarahan dari wajah wanitanya walaupun tidak mengungkapkannya.
"Maaf, aku akan memperbaikinya tapi jelaskan kenapa pria itu begitu penting?" ucap Elardo dengan nada lemah namun kembali terdengar nada menuntut.
Elsa yang merasa Elardo masih tidak tulus meminta maaf tidak menggubris. Sorot mata kesalnya Ia arahkan ke jendela mobil itu.
"Baiklah sayang jika itu maumu." Elardo memutar balik mobilnya lalu kembali melaju dengan kecepatan tinggi.
"Apa yang kau lakukan, aku mau pulang!" desis Elsa menyadari mobil Elardo berputar balik ke arah lain.
"Mengabulkan keinginanmu." Elardo berucap dengan nada datar.
Cit ... cittt.
Elardo berusaha mengerem mobilnya yang melaju dengan kecepatan tinggi masuk ke area hotel tepatnya hotel restoran. Pria itu nampak marah, keluar dari mobil terburu-buru meninggalkan Elsa begitu saja.
"Tuan tunggu!" Elsa buru-buru keluar dari mobil mengejar Elardo. "Apa yang dilakukan pria itu sih, kenapa jadi dia yang kesal!" geram Elsa disela langkah kaki yang terus dipercepat.
Elsa masuk ke sebuah ruangan setelah sebelumnya Elardo masuk terlebih dahulu.
"Perbesar gambarnya!" perintah Elardo.
"Ini sudah gambar paling bagus Tuan, jika terus diperbesar semakin tidak jelas," terang petugas keamanan yang menjaga ruang pantau.
Cekrek ... cekrek.
Elardo mengambil gambar dari monitor.
__ADS_1
"Cepat temukan pria itu jika dalam satu jam kalian tidak temukan, jadi tukang sapu saja!" gertak Elardo di sambungan telepon yang langsung diputus. Ia melangkah menuju Elsa yang berdiri menatapnya.
"Apa kau puas Nona atau kau mau aku turun tangan mencari pria tadi?" ucap Elardo masih dengan nada amarah yang ditahan.
"Pria ini, mau aku menjawab apa?" gumam Elsa sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Seharusnya Ia yang marah namun saat ini kondisi berubah.
"Seharusnya ...." Elsa tidak meneruskan kata-katanya Ia malah menarik nafas panjang berusaha menenangkan diri. "Maksudku, kau tidak perlu bertindak sejauh ini, ini sama sekali bukan masalah," terusnya dengan lembut karena Ia tidak ingin memperpanjang masalah.
"Apa yang kau lakukan?" Bukan respon dari mulut melainkan tubuh. Elardo tiba-tiba menyenderkan kepalanya di bahu Elsa, ia nampak lesu.
"Cepat angkat kepalamu, jangan membuatku malu." Elsa berusaha menegakkan kepala Elardo karena ditatap beberapa pria di ruangan itu. Ia sangat malu dengan sikap kekanak-kanakan Elardo.
Hap
Dengan cepat Elardo berpindah posisi, kini tubuh Elsa berada diatas tangannya. Ia memilih membopong tubuh wanitanya lalu melangkah pergi.
"Tuan El turunkan aku!" rengek Elsa sembari menutupi wajahnya karena malu menjadi pusat perhatian.
Mendengar hal itu Elsa memberontak turun lalu segera berlari menuju mobil.
Setelah keduanya masuk mobil kembali melaju menembus jalanan sore.
Tring ... tring.
Ponsel Elardo berdering menandakan panggilan masuk.
"Kalian sudah menemukannya?" jawab Elardo langsung ke pokok permasalahan.
"Orang itu baru saja terbang menuju negara B, Tuan."
__ADS_1
"Terbang ke negaranya B, bagaimana bisa?"
"Tapi kami sudah mendapatkan data-datanya," tambah anak buah Elardo.
Bip
Tanda notifikasi masuk.
Elardo menepikan mobilnya sebelum membaca informasi tentang pria itu.
Elardo membaca dengan seksama.
"Jadi dia mister ghost." Monolog Elardo selesai membaca informasi di ponselnya.
"Mister Ghost, siapa dia? Dan siapa yang terbang ke negara B?" Elsa yang sejak tadi hanya diam memperhatikan akhirnya melontarkan pertanyaan tentang keingintahuannya.
"Pria tua yang mencarimu dia adalah seorang pebisnis handal namun tidak pernah mengungkap identitasnya ke publik. Dia beberapa saat lalu terbang ke negara B," jelas Elardo.
"Dia terbang, lalu kapan kembali?" antusias Elsa.
"Biasanya dia berpindah dari negara satu ke negara lain. Belum bisa dipastikan kapan kembali ke negara ini," jelas Elardo.
Mendengar hal itu Elsa merasa putus asa, pupus sudah harapan untuk mengetahui siapa pria itu dan bagaimana Ia tahu tentangnya dan juga tentang mommynya.
"Tuan, boleh aku meminta tolong?" tanya Elsa setengah memohon.
"Aku akan membantumu tapi kau harus memanggilku sayang." Elardo mengajukan syarat.
"Cih. Ok ok, Tuan sayang bisakah kau membantuku menyelidiki ada hubungan apa antara mommy Agatha dengan pria tua itu?" bujuk Elsa setengah mendayu-dayu.
__ADS_1
Emuach
"Apapun untukmu sayang." Tanpa aba-aba Elardo mengecup pipi Elsa penuh semangat. Ya apapun akan dilakukannya untuk wanitanya.