Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 7. Pilihan Hidup


__ADS_3

Seperti biasanya setelah Kiara tidur, Elsa memeriksa panel sistemnya. Ya seharian ini Ia cukup sibuk membuatnya tidak memiliki waktu hanya untuk memeriksa. Elsa bersyukur hujan malam ini, Ia dan Kiara tidak perlu lagi kehujanan karena atapnya yang bocor sudah diganti.


"Sistem buka!


{Selamat datang di sistem kebaikan, Nyonya Elisa}


"Status!"


_________________________________


STATUS


Nama Pengguna : Elisa Putri


Umur : 25 Tahun


Level : 2/10


Saldo : Rp 4 .100. 000


Misi : 1/10


Ketrampilan : 1 (Bakat)


Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****


___________________________________

__ADS_1


Elsa mengamati panel diskripsi tidak ada perubahan yang terjadi hanya saldonya yang tadi bertambah 5 juta dan diambil satu juta.


"Baiklah sistem apa misi selanjutnya?"


{Misi selanjutnya adalah membuat Kiara bahagia dengan mengajaknya ke taman hiburan}


"Apa!" Elsa ternganga pendengar penjelasan sistem tentang misi keduanya. Elsa tidak mengerti kenapa sistem itu sepertinya selalu berhubungan dengan Kiara.


"Apa sistem kebaikanku hanya berhubungan dengan Kiara, apa tidak ada misi lainnya!" Raut wajah Elsa berubah kesal. Bagaimanapun juga Ia bukan Ibu dari Kiara jadi bukan kewajibannya untuk mengurus dan membahagiakan Kiara selamanya. Ia masih berpikir untuk kembali ke tubuh lamanya setelah menyelesaikan menebus dosa-dosanya.


{Ini adalah pilihan hidup yang anda pilih sendiri Nyonya jadi lakukan misi-misi itu. Ingatlah anda adalah Elisa Putri}


"Aku bukan Ibunya dan sampai kapanpun bukan Ibunya!" teriak Elsa menggebu-gebu.


Jgeeerrrr


...


Ditempat yang sangat gelap Elsa berdiri. Tidak ada siapapun disana.


"Tempat ini kenapa aku kembali ke tempat ini?" Elsa mengenali tempat ini saat dimana Ia bertemu dengan kakek tua bercahaya.


"Aku disini berarti aku sudah meninggal," gumam Elsa. Menelan salivanya dengan susah payah.


Tiba-tiba dua orang berpakaian hitam termasuk wajahnya yang juga hitam dengan penutup kepala. Badan mereka begitu besar dan juga tinggi. Kedua pria itu semakin mendekat kearah Elsa membuat Elsa ketakutan.


"Siapa kalian jangan mendekat!" Elsa memperingatkan. Namun kedua pria itu tidak mengindahkan semakin dekat.

__ADS_1


Grep.


Kedua pria bertubuh besar dan tinggi itu mencekal tangan Elsa membuat elsa sama sekali tidak bisa bergerak sedikitpun.


"Lepaskan, kalian membawaku kemana?"


"Neraka," jawab kedua pria itu bersamaan.


Tiba-tiba saja Elsa sudah berdiri di tepi jurang yang dibawanya lautan lahar yang meletup-letup.


"Lempar!" perintah salah seorang pria.


"Tidak jangan tidak!" teriak Elsa sekuat tenaga.


"Ibu bangun Bu, Ibu." Kiara mengguncang tubuh Elsa untuk membangunnya.


Hah ... hah ... hah.


Alsa terengah-engah dengan keringat sebiji jagung membasahi wajah dan tubuhnya.


"Ada apa Bu, Ibu mimpi buruk?"


Elsa hanya terdiam tidak merespon pertanyaan Kiara. Ia menelan salivanya dengan susah payah dengan kejadian yang baru saja terjadi. Untungnya hanya mimpi, Elsa benar-benar bersyukur Ia kembali dilahirkan untuk menebus dosa di masa lalunya hingga Ia tidak dijatuhkan dalam neraka yang begitu panas itu.


"Kiara maafkan Ibu." Elsa memeluk tubuh Kiara. Ia berharap bisa, memulai hidup yang baru dan melupakan hidupnya di masa lalu. Melanjutkannya hidupnya sebagai Elisa seorang ibu tunggal dari Kiara.


"Ibu jangan mengatakan itu apapun yang terjadi Ibu adalah satu-satunya yang Kiara miliki jadi jangan pernah tinggalkan Kiara." Kiara mengurai pelukan ibunya, menatap penuh ibunya dengan keinginannya. Keduanya kembali berpelukan.

__ADS_1


Bagaimana pun juga inilah pilihan hidup yang dipilih oleh Elsa jadi mulai saat ini Ia akan menjalankan perannya penuh sebagai seorang Ibu.


__ADS_2