Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 29. Target Pembunuhan


__ADS_3

Elsa terus berlari sementara sistem terus memberi peringatan tanda bahaya.


Dor! Dor! Dor!


Senjata api meletup ke arah Elsa namun Elsa dengan sigap menghindar di balik mobil hingga tidak sampai mengenainya. Bodohnya Ia malah berlari ke tempat yang sepi karena Ia tidak tahu bahaya apa yang mengancamnya ternyata lagi-lagi seorang penembak jitu yang mengincarnya.


Elsa tidak melihat siapapun entah dimana penembak itu berada.


Saat Elsa hendak melihat situasi tiba-tiba.


Dor!


Senjata api kembali meletup untuk kesekian kalinya. Untung saja tubuh Elsa ditarik seseorang yang tidak lain Elardo.


"Tuan kau."


Elardo langsung menutup mulut Elsa agar tidak mengeluarkan suara.


"Amankah orang itu!" perintah Elardo di sambungan telepon yang sejak tadi tetap tersambung.

__ADS_1


Elardo memeluk tubuh Elisa benar-benar ia sampai kehilangan akal saat mengetahui sesuatu yg buruk terjadi. Wanita yang dicintainya menjadi target pembunuhan. Elardo langsung melihat rekaman cctv yang yang berhasil dibajak nya dari ponselnya. Tentu saja Ia harus membobol sistem keamanan dari ruang informasi di pusat pengendali.


.


.


Orang-orang Elardo berhasil membawa si penembak misterius itu ke hadapan Elardo dan Elsa.


"Katakan siapa yang memerintah mu!" Elardo menjambak rambut pria yang sudah tidak berdaya tersungkur di lantai dengan tangan dan kaki terikat. Wajah dan tubuhnya sudah babak belur di pukuli anak buah Elardo.


"Aku tidak akan mengatakan apapun!" ucap pria itu yang masih kukuh dengan pendiriannya walaupun nyawanya bisa menjadi taruhannya.


"Sungguh anjing yang setia!" Elardo menginjak kepala pria itu. "Katakan dengan jelas jika kau masih sayang nyawamu!"


Dor! Dor! Dor!


"Tuan pria ini sudah tidak bernyawa." Lapor Arga setelah memeriksa.


"Kurang ajar siapa sebenarnya mereka kenapa terus saja membahayakan nyawa Elisa bukankah bajingan itu sudah mati dan istrinya sudah masuk rumah sakit jiwa. Oh jadi itu." Elardo yang sesaat masih bingung siapa pelaku kini tahu siapa orang yang berada di belakang kejadian ini.

__ADS_1


Beberapa hari Elsa terus dibuntuti. Menargetkan hari ini sebagai hari untuk pelenyapan karena hari ini Elardo tidak menjemput Elsa seperti biasa.


"Kalian urus mayat ini!' perintah Elardo. Ia menggandeng Elsa yang terlihat syok dengan kejadian yang begitu cepat tadi. Sungguh Elsa tidak tahu apa yang terjadi padanya jika tidak ada pria ini. Entah berapa kali pria ini selalu menyelamatkannya dari bahaya membuatnya selalu bergantung padanya.


"Aku tidak akan membiarkanmu tinggal sendiri untuk keamananmu sementara waktu tinggal di rumahku," tegas Elardo sesaat mobil melaju.


.


.


"Mandi lah lalu istirahat!" perintah Elardo . Ia melirik kepala pelayan Leo untuk mengatakan Elsa menuju kamarnya.


Setelah itu Elardo dan Arga masuk ke ruang kerja.


"Kau selidiki orang tua Andini, aku curiga pria tua itu dibalik kejadian ini!" Elardo curiga saingan bisnisnya itu menyimpan dendam pada Elisa hingga menargetkan Elisa untuk di bunuh.


"Siap Tuan."


"Dan cari bodyguard perempuan yang bisa menjaga Elisa aku tidak ingin kejadian semalam terulang lagi!"

__ADS_1


"Baik Tuan." Arga menunduk lalu melangkah meninggalkan tempat itu.


Sistem yang Ia tanam di ponsel Elisa benar-benar berguna. Beberapa kali peringatan bahaya dari sistem, Ia bisa datang di waktu yang tepat untuk menolong Elisa.


__ADS_2