Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 71. Bagai Memakan Buah Simalakama


__ADS_3

Sepanjang perjalanan itu Elsa terus saja bergerak tidak tenang sebentar-sebentar memeriksa ponselnya terus saja seperti itu. Elardo tahu betul jika istrinya begitu cemas menunggu kabar dari Galang . Ia begitu mencemaskan keadaan mommynya. Galang sendiri sudah mengerahkan anak buahnya untuk melacak keberadaan Agatha.


Di sebuah ruangan kantor, Galang terus berpikir siapa orang yang mungkin melakukan penculikan atas Agatha. Setelah berpikir keras Galang akhirnya mengingat sesuatu jika akhir-akhir ini Ia terus ribut dengan mantan istrinya karena mewariskan 80% hartanya untuk Elisa sementara putrinya sendiri mendapat hak 20%.


Flash Back.


"Apa kau gila bagaimana mungkin kau memberikan harta sebanyak itu kepada orang luar sementara putrimu sendiri!" geram Shanty semakin menjadi-jadi. Ya sejak tadi mantan suaminya itu terus menatap layar laptopnya dan tidak menggubrisnya.


"Galang apa kau akan terus seperti ini!" Shanty melempar tas tenteng di tangannya karena sudah tidak tahan.


Mendapat perlakuan kasar dari mantan istrinya membuat Galang akhirnya bereaksi. "Apa perlu aku melakukannya tes DNA untuk membuatmu sadar!" Galang ikut geram menatap tajam ke arah wanita yang bahkan membuat hidupnya sulit. Mungkin tidak akan terjadi jika Ia tidak menerima wanita itu dulu jika saja orang tuanya tidak memaksanya. Ia juga berpikir jika mungkin dengan pernikahannya akan membuatnya melupakan wanita yang sudah tidak mungkin Ia miliki lagi.


Bertahun-tahun Galang dibodohi Shanty dan akhirnya Ia sadar jika wanita itu yang sudah menjadi dalang hilangnya Elisa dan juga status Anna yang ternyata bukan anak kandungnya. Shanty hanya memanfaatkannya.


Mendengar tuduhan yang menurut Shanty tidak beralasan wanita itu mengelak.

__ADS_1


"Anna tetaplah putrimu. Aku tegaskan akan menuntut hak yang seharusnya Anna dapatkan apapun yang terjadi!" tegas Shanty dengan ancamannya.


Flash Back Off.


"Wanita itu aku yakin dia yang melakukannya," gumam Galang. Ia langsung berangkat dari tempat duduknya lalu memakai jas di gantungan baju kemudian beranjak pergi.


*****


Dok! Dok! Dok!


Galang menggedor pintu rumah itu karena sudah tidak bisa menahan emosinya. Ia yakin jika hanya Shanty yang bisa melakukan hal itu.


"Kau! Jadi benar kau yang melakukannya." Galang membulatkan matanya sempurna menatap tajam mantan istrinya itu penuh kebencian.


Mendengar hal itu Shanty hanya tersenyum sinis. Ia yakin jika rencananya kali ini akan berhasil mengingat bertahun-tahun pria itu tidak bisa melupakan wanita itu hingga tidak mendapat cinta dari pria itu.

__ADS_1


"Jika kau ingin ****** itu selamat aku ingin kau mewariskan seluruhnya hartamu kepada Anna," tawar Shanty.


"Kau! Kau gila!"


"Aku memang gila," ujar Shanty sembari tersenyum remeh. Ia lalu berusaha menghubungi seseorang. Tidak lama kemudian panggilan video itu tersambung. Layar itu tergambar jelas sosok Agatha yang duduk di kursi roda tidak jauh dari tempatnya adalah jurang.


"Agatha kau." Galang yang ingin meraih ponsel Shanty, tiba-tiba panggilan itu langsung diputus oleh Shanty.


"Bagaimana jika ****** itu jatuh ke jurang itu, mungkinkah dia akan selamat?" ujar Shanty yang secara tidak langsung membuat Galang marah besar.


"Kau berani melakukannya, akan aku buat kau menyesal seumur hidupmu!" ancam Galang. Ia mencengkram leher Shanty membuat Shanty hampir kehilangan nafasnya jika saja tidak di hentikan seseorang.


"Dad kau ingin membunuh Mommy!" sentak Anna yang mendengar perdebatan kedua orang itu langsung keluar. Dan ternyata hal mengerikan tengah dialami mommynya.


"Mom baik-baik saja?" tanya Anna menatap mommynya intens.

__ADS_1


Tidak ingin rencananya gagal, Shanty harus tetap melanjutkan rencana awalnya. Ia tidak boleh mundur begitu saja karena sedikit lagi rencananya akan berhasil.


"Aku tegaskan lagi jika kau ingin wanita itu selamat sebaiknya cepat tanda tangani ini!" perintah Shanty. Ia mengambil map di atas meja dan menyerahkan pada Galang.


__ADS_2