
Sementara Elsa pergi ke rumah sakit tempatnya bekerja. Sebelum menemui profesor Edward, Elsa penasaran pada sistemnya dan ingin memeriksanya terlebih dahulu. Ia masuk ke tangga darurat untuk memeriksa karena hanya tempat itu yang sepi.
"Sistem Buka!"
{Selamat datang di sistem Kebaikan Nyonya Elisa}
"Sistem buka!"
_____________________________
STATUS
Nama Pengguna : Elisa Putri
Umur : 25 Tahun
Jenis Sistem : Sistem Penyelamat
Level : 5/ 10
Saldo : Rp 2.208.100.000
Misi : 23/100
Ketrampilan : 3 (Bakat 40%, Kuat 30%, Intuisi 40%)
Bank : Bank Central Asia No Rek : 0123 - **** - **** - ****
___________________________
Elsa memeriksa panel deskripsi, semua tampak sama dari terakhir kali ia memeriksa tapi deskripsi ketrampilan dari bakat, kuat dan intuisi semua menurun drastis.
__ADS_1
"Sistem ada apa, kenapa ketrampilan ku semua menurun?"
{Ketrampilan akan meningkatkan dan bertahan jika anda terus menggunakannya secara berkala sebaliknya ketrampilan akan menurun jika hati anda di penuhi kebencian}
Secara tidak langsung suasana hati Elsa sangat mempengaruhi ketrampilan nya. Sejak pertemuan dengan Anna juga Reinaldo kebencian di hati Elsa kembali tumbuh membuat ketrampilannya baik bakat, kuat dan intuisinya turun drastis.
"Jadi seperti itu baik lah aku mengerti. Tutup!"
Setelah mengetahui alasannya Elsa akan berusaha menaikkan ketrampilannya dan hanya fokus membantu lebih banyak orang dan melupakan masalah Reinaldo dan Anna. Kedua orang itu hanya menganggu konsentrasinya untuk melakukan misi kebaikan.
Sekitar pukul 8 malam Elsa keluar dari rumah sakit. Saat itu Elardo sudah menunggunya di depan rumah sakit itu.
"Tuan aku mau pulang ke rumahku saja jadi kau pulang lah tidak perlu mengantarku," tolak Elsa. Ia berpikir untuk berjalan pulang untuk memulihkan ketrampilannya. Elsa melangkah pergi meninggalkan Elardo.
"Aku akan temani." Elardo menyamai langkah Elsa karena ingin terus bersama wanita yang dicintainya.
"Tuan bisa pulang kenapa mengikutiku?"
Deg ... deg.
Jantung keduanya berdetak kencang saat tubuh keduanya saling mendekap dan mata saling menatap.
Di detik selanjutnya Elsa langsung melepas tangannya yang tadi sempat mendekap tubuh Elardo begitu juga dengan Elardo.
"Kau baik-baik saja?"
"Em," jawab Elsa dengan bergumam.
"Tolong- tolong!" teriak seorang wanita.
Perhatian Elisa dan Elardo langsung tertuju wanita di arah depan mereka. Wanita itu hendak di rampok.
__ADS_1
Elsa berlari ke arah wanita itu.
"Lepaskan wanita itu!" perintah Elsa.
"Jika aku tidak mau kau mau apa?" pria itu semakin menantang dan bahkan menodongkan senjata tajam ke arah Elsa.
"Jika kau mendekat aku bunuh kau!" ancam Elardo.
"El tenang jangan gegabah," tutur Elardo saat Elsa hendak melawan.
Dari arah belakang beberapa anak buah Elardo sudah siaga.nAnak buah Elardo menyerang pria itu dengan menghempas tubuhnya hingga jatuh ke bawah lalu memukuli pria itu hingga babak belur.
"Bawa dia ke kantor polisi!" perintah Elardo pada anak buahnya.
"Baik Tuan."
Elardo dan Elsa kembali melangkah. Tiba-tiba Elsa menghentikan langkahnya.
"Tuan kau kenapa terus-terusan berbuat baik pada saya, bagaimana saya bisa membalas semua itu?" Elsa mengutarakan kerisauan yang memenuhi benaknya. Sudah tidak terhitung berapa kali pria itu membantunya dan bahkan terus-terusan menyelamatkan nyawanya.
Elardo memegang kedua bahu Elisa membuatnya bisa menatap sepenuhnya wajah Elisa.
"Tidak peduli kau membalas cintaku atau tidak tapi aku tidak akan membiarkan kamu terluka sedikitpun. Saat semua orang lari dari bahaya tapi kau malah mendatanginya, kau membuatku takut tapi aku juga tidak bisa mencegah mu. Kau benar-benar membuatku tidak mengerti dan semua itu semakin membuatku merasa takut kehilanganmu." Elardo menarik tubuh Elsa masuk ke dalam dekapannya.
"Tubuh pria ini bergetar karena sangat menghawatirkan aku," gumam Elsa.
Tubuh Elardo semakin erat mendekap tubuh Elsa. "Tidak peduli itu lakukan apapun yang kau inginkan, aku hanya akan menyingkirkan setiap bahaya untukmu," imbuh Elardo. Ia mengurai pelukannya mengusap lembut wajah Elsa.
Sungguh suatu keberkahan bisa menjadi orang yang dicintainya Elardo karena walaupun Ia memiliki kekuasaan, kemampuan tidak sekalipun Ia memaksakan kehendaknya. Perasaan itu lah yang membuat Elsa semakin lama semakin nyaman.
"Terima kasih Elardo," ucap Elsa.
__ADS_1