Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 40. Memperjuangkan Kebenaran


__ADS_3

Sebulan kemudian.


Hubungan Elsa dan Elardo masih stuck di level yang sama. Ceo Cashelion itu memilih untuk mengejar cinta Elisa si janda satu anak itu dengan santai. Bukan yang santai dengan tidak melakukan apapun namun tidak memaksakan kehendak seperti cerita-cerita CEO di kebanyakan novel bertema CEO.


Elardo Cashel memang terkenal kejam dan berhati dingin namun tidak kepada wanita penyelamatnya yang bersikap lembut dan penuh perhatian. Seperti pagi ini Ia meluangkan waktu sibuknya hanya untuk menemani Elsa ke acara sidang.


Sebulan lalu Elsa menyelamatkan seorang gadis yang menjadi saksi kunci tentang kasus pembunuhan berantai yang dilakukan pria paruh baya bernama Angga Kusuma. Angga diduga menculik gadis berusia 20-30 tahun untuk eksperimen rahasianya.


Erina gadis yang berhasil meloloskan diri dari ruang bawah tanah milik Angga yang sudah terkurung di tempat itu beberapa bulan melihat dengan jelas aksi psikopat Angga Kusuma.


Berhasil kabur membuat Erina yang mengalami depresi berat tidak berbau mengungkap kejadian itu, Ia hanya mengatakan jika Ia tersesat lalu ditolong seseorang kepada keluarganya setelah kembali.


Erina menjalani hari-hari buruk pasca itu namun siapa sangka pilihannya untuk tidak mengungkap itu menjadi kesialan untuknya. Angga berhasil melacaknya dan berusaha membunuhnya. Namun belum sempat meninggal saat malam nahas itu polisi sudah mengetahui aksinya menganiaya Erina.


Erina yang terluka parah sampai dinyatakan koma dan hampir kehilangan nyawanya si malam itu berhasil Elsa selamatkan dengan jarum cahaya.


Tepat di hari ini Erina akan menjadi saksi kunci yang membenarkan tuduhan jaksa.

__ADS_1


Beberapa hari sebelumnya Elsa juga telah mengumpulkan banyak bukti yang akan memperkuat kesaksian Erina.


Erina terlihat tertekan juga sedikit ketakutan saat memasuki ruang sidang.


"Erina kau rileks saja, aku akan terus di sampingmu dan jangan lupa Tuan Calvin Dharmeda (Pengacara hebat nomer satu) akan mengerahkan seluruh kemampuannya, juga Tuan Cashel memiliki segalanya tidak akan membiarkanmu ditindas lagi." Elsa memberi dukungan kepada Erina agar Bernai mengungkap semua kejahatan pria iblis seperti Angga.


"Betul Nona kita memiliki semua yang akan memperkuat kesaksianmu," imbuh Calvin.


"Jika tim pengacara tuan Calvin tidak bisa membuatmu menang aku akan sewa seribu pengacara sekaligus," sela Elardo.


Melihat dukungan yang begitu banyak Erina semakin bersemangat begitu juga Elsa. Ia yakin akan bisa memenangkan kasus ini.


Mereka memasuki ruang sidang itu. Agenda hari ini adalah kesaksian dari Erina. Setelah beberapa kali sidang akhirnya Erina dihadirkan sebagai pelapor juga saksi.


.


.

__ADS_1


Setelah acara sidang tadi Elsa terus mengumpat merupakan kekesalannya. Bagaimana bisa pria iblis seperti Angga tidak mengakui tuduhan padahal sudah jelas-jelas bukti menunjukkan Ia bersalah.


"Seharusnya aku tidak membawanya ke kantor polisi saat itu." Elsa menyesali tindakannya yang lebih percaya kepada polisi daripada mempercayakan pada tangannya sendiri.


"Kau tidak percaya padaku jika itu maumu aku akan melakukannya untukmu." Elardo yang mendengar sesalan Elsa merasa bersalah karena Ia lah yang menyarankan Elsa untuk menyerahkan Angga ke kantor polisi untuk diadili secara hukum tapi Elsa merasa tidak puas karena nyatanya hukum di negerinya buta.


"Bawa Angga ke hadapanku bagaimana pun caranya!" titah Elardo di sambungan telepon.


Elsa meraih ponsel Elardo dengan cepat. "Tidak jangan lakukan apapun ini perintah dari Nyonya Cashel!" perintah Elsa dengan cepat lalu segera mengakhiri sambungan telepon itu.


"Kau gila!" Elsa mencengkram kerah baju Elardo karena marah dengan apa yang akan dilakukan pria di sampingnya.


"Kau pengusaha bukan pembunuh!" tegas Elsa lagi melepas cengkeramannya.


"Kau berani sekali mempermainkan seorang Cashel Nyonya Cashel, apa kau sudah bosan sendiri?" geram Elardo namun bukan geram marah tapi lebih ke arah gemas dengan sikap wanita di sebelahnya ini. Bagaimana bisa Ia menyebut dirinya Nyonya Cashel sedangkan tidak mau menerimanya.


Elardo semakin mendekat membuat Elsa mematung di tepi pintu mobil yang tengah melaju itu.

__ADS_1


"Ternyata Tuhan masih sayang padaku," gumam Elsa penuh kemenangan saat mobil itu berhenti tepat di depan apartemennya.


__ADS_2