Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 19. Potensi Kiara


__ADS_3

Seharian ini Elsa terus termenung dengan mimpinya. Seakan mimpinya itu sebuah firasat.


Tanpa Elsa sadari seorang pria melangkah mendekatinya, menatapnya yang sedang termenung.


"Apa yang kau pikirkan Nona?"


Mendengar suara yang tiba-tiba spontan Elsa tersentak menatap kesal pria di depannya itu.


"Tubuh ini kenapa begitu mirip juga suaranya seperti pria yang ada di mimpiku," gumam Elsa.


"Ada apa kenapa menatapku seperti itu?" Saat itu Elsa menatapnya dari ujung kaki sampai kepala membuat Elardo seperti diperhatikan aneh.


"Tuan anda sebaiknya ...."


"Ah apa yang aku bicarakan itu kan hanya mimpi bagaimana mungkin aku menyampaikan kekhawatiran ku hanya karena mimpi," gumam Elsa.


Elsa yang tadinya ingin mengatakan mimpinya yang melihat pria itu tertembak dan bersimbah darah mengurungkan niatnya.

__ADS_1


"Sebaiknya apa?" desak Elardo karena wanita itu malah menggantung ucapannya dan terdiam padahal belum selesai bicara.


"Sudah lah lupakan saja, kau kemari ada apa?" Elsa sengaja mengalihkan pembicaraan.


Elardo langsung menarik tangan Elsa membuat Elsa geram dengan sikap tidak sopan pria itu. "Lepaskan!"


"Aku hanya ingin mengajak ke sekolah Kiara, kau tahu baru dua hari Kiara belajar komputer dan kemampuannya di luar dugaan." Elardo memberitahukan alasan kedatangannya.


Keduanya pun segera berlalu pergi tanpa berkata lagi. Elsa tidak bisa menyembunyikan kebahagiaannya, saat di perjalanan Ia terus saja mengembangkan senyumnya membuat pria disampingnya terus memperhatikannya.


"Tuan kenapa kau terus menatapku?" Elsa yang menyadari terus ditatap pria itu akhirnya mengungkapkan rasa tidak nyamannya terus menerus ditatap pria di sampingnya.


"Oh maaf." Elardo memperbaiki posisi duduknya menatap lurus ke depan.


"Elisa kau bilang kau sangat mencintai suamimu tapi kenapa aku tidak pernah melihatnya?" Elardo memberanikan bertanya, pertanyaan yang selama ini ingin Ia pertanyaan dan mendengar jawaban langsung dari Elisa. Bukan kebenaran yang dicari Elardo namun perasaan Elisa karena jika kebenaran Ia sudah mengetahui semua.


"Dia ... dia bekerja, jarang pulang." Elsa terbata-bata, sangat terlihat Ia berkilah dengan senyum getir yang tidak bisa disembunyikannya.

__ADS_1


"Tidak tahu apa maksud pria ini tiba-tiba terus saja ingin masuk ke hidupku, bukan kah Ia orang yang sangat sibuk hanya untuk mengurusi wanita miskin dan Ibu tunggal sepertiku," gumam Elsa.


Setelah beberapa menit mobil itu berhenti tepat di depan sekolah Kiara. Seperti yang Elardo jelaskan tadi hanya dalam dua hari Kiara mempelajari komputer Ia bahkan sanggup mengoperasikan sistem komputer itu tanpa cela. Jika Kiara terus di dampingi dan difasilitasi secara khusus memungkinkan gadis kecil ini akan menjadi ahli IT hebat bahkan Hacker hebat, potensi itu lah yang dilihat Elardo.


Setelah mendengar penjelasan dari kepala sekolah jika Kiara harus belajar di tempat khusus untuk dapat mengasah keterampilan berbedanya Elsa tampak termenung. Ia berpikir untuk segera menyelesaikan misi-misi sistemnya untuk mendapatkan uang yang lebih banyak untuk pendidikan Kiara.


Sekolah khusus untuk Kiara tentu saja bukan hal yang murah, Ia harus mengeluarkan berjumlah uang dalam jumlah besar.


"Aku akan mengantarmu pulang karena aku juga harus bicara padamu." Elardo menarik tangan Elsa masuk ke dalam mobilnya, Elsa hanya menurut setelah mendengar alasan pria itu mengantarnya.


.


.


"Ada apa Tuan?" Elsa memberanikan bertanya lebih dulu setelah keduanya duduk di ruang tamu kontrakannya. Sejak tadi Elsa penasaran apa yang ingin dikatakan pria ini.


"Mengenai Kiara, bagaimana jika aku mengangkat Kiara sebagai anak?"

__ADS_1


__ADS_2