Reinkarnasi Sistem Ibu

Reinkarnasi Sistem Ibu
Bab 69. Ingatan Elisa


__ADS_3

Elardo keluar dari kamar mandi setelah 15 menit berada di ruangan itu untuk membersihkan diri. Ia merasakan tubuhnya fresh kembali setelah seharian ini dikejar deadline yang padat setelah pagi hari melaksanakan pernikahan yang menurutnya juga tiba-tiba. Namun Ia cukup senang karena akhirnya wanita yang dicintainya kini sudah resmi menjadi miliknya.


Fokus Elardo berpindah ke ranjang. Terlihat saat itu Elsa termenung bahkan tidak menyadari jika Ia sudah keluar dari kamar mandi.


"Ada apa?" Elardo yang merasa khawatir mendekat berdiri tepat di depan wanitanya. Untuk pertama kalinya pria itu mempertontonkan perut sixpack yang ditumbuhi bulu-bulu halus di hadapan wanitanya. Sontak Elsa mengalihkan pandangannya sembari menutup setengah wajahnya.


Elardo yang menyadari hal itu hanya tersenyum. Biasanya wanita begitu mendamba perut ratanya namun berbeda dengan Elsa yang justru malu-malu.


Ting tong. Ting tong.


Bunyi bel berbunyi mengalihkan fokus Elardo namun sepertinya Elsa masih tetap dalam posisinya.


"Tunggu sebentar." Elardo melangkah meninggalkan ruangan itu. Sementara setelah pria itu berlalu Elsa tersenyum. Kembali Ia mengingat apa yang tadi dilihatnya. Bukan tidak mungkin jika Ia sebenarnya juga mengagumi perut rata suaminya apalagi bulu-bulu halus yang tumbuh itu membuatnya semakin sexy.


"Ehem." Elardo berdehem. Ya sejak beberapa saat Ia kembali menyadari jika istrinya tersenyum dengan tersipu.


Menyadari suaminya telah kembali Elsa kembali mengalihkan pandangannya.

__ADS_1


"Apa benar kau tidak menginginkannya?" Elardo yang geram menjatuhkan tubuh Elsa ke ranjang.


"Aku...aku.... Siapa yang baru saja menekan bel?" Elsa yang biasanya bicara lancar entah mengapa menjadi gagap namun dengan cepat memutar otak dengan berusaha mengalihkan pembicaraan.


Elardo menyatukan kedua alisnya dengan sikap istrinya itu yang berusaha mengalihkan topik pembicaraan.


Cuppp.


Elsa mengecup bibir Elardo sekilas. Ya sebenarnya Ia tidak bermaksud terus menolak hanya saja Ia benar-benar nervous hingga tanpa sengaja mulutnya berbicara merepet kemana-mana.


Entah kenapa tiba-tiba dalam pikiran Elsa terlintas bayangan aneh dimana Ia melihat jelas Elisa yang dipaksa melakukan hubungan badan dan bahkan disiksa terlebih dahulu. Semakin lama kesakitan Elisa membuatnya ikut merasakan sakit.


"Tidak!" pekik Elsa sembari mendorong tubuh Elardo dengan kekuatan penuh. Tubuh pria itu seketika terlempar ke lantai. Elsa sendiri terlihat bingung namun bayangan di kepalanya benar-benar mengganggunya hingga tanpa sadar melakukannya tadi.


Elardo bangkit dari lantai. Bukannya marah dan meluapkan kekecewaannya, pria itu malah terlihat begitu cemas.


"Ada apa sayang, apa aku menyakitimu tadi?" Elardo duduk menatap wajah istrinya sembari mengusap lembut wajah Elsa.

__ADS_1


Entah bagaimana menjelaskannya pada Elardo karena jika Ia menjelaskan sama saja membuka aib saudara kembarnya.


"Entah bagaimana kau menjalani hidupmu kak dan kenapa justru ketidakadilan yang kau dapat sekarang. Aku tidak mau semakin membuatmu sedih, berbahagialah kak disisi Tuhan," gumam Elsa.


Melihat istrinya yang malah termenung membuat Elardo semakin merasa bersalah. Ia benar-benar tidak ingin membuat istrinya tidak nyaman apalagi di malam pertama mereka.


"Istirahat lah." Elardo membaringkan tubuh Elsa lalu menyelimutinya. Ia juga mengganti lampu kamar itu ke lampu tidur. Setelah itu pria itu nampak keluar dari kamar itu.


Elsa sendiri masih terus terbayang dengan ingatan Elisa yang entah tiba-tiba terlintas begitu saja. Hari ini memang menjadi hari membahagiakan juga membingungkan baginya dari mengetahui jika Elisa adalah saudara kembarnya lalu ingatan Elisa yang tiba-tiba saja terlintas.


Keesokan paginya.


Elsa terjaga dari tidurnya. Ia menatap sisi sampingnya yang ternyata sudah kosong. Entah apa yang terjadi semalam setelah penolakannya karena sebelum prianya kembali ke kamar Ia sudah tertidur.


"Apa dia marah?" monolog Elsa penuh rasa bersalah. Di detik selanjutnya Ia yang teringat akan mommynya melompat dari ranjang bergegas menuju kamar mandi.


Setelah membersihkan diri dan berpakaian rapi Ia bergegas pergi menuju ke tempat mommynya tinggal.

__ADS_1


__ADS_2