
Elsa melangkah memasuki lobby rumah sakit itu. Langkahnya terhenti saat tidak sengaja mendengar percakapan dua perawat yang lewat.
"Sayang sekali dokter sehebat dokter Rei resign dari rumah sakit ini , entah bagaimana nasib rumah sakit ini," ucap salah seorang perawat dengan nada kekecewaan.
"Dokter hebat apanya hanya pria tukang selingkuh. Apa matanya buta bagaimana bisa Ia berselingkuh dari seorang dokter Anna yang hebat. Jika aku jadi dokter Anna akan aku lakukan hal yang sama," sahut perawat satunya dengan nada meremehkan.
Saat menyadari jika wanita yang berhenti tepat di depan mereka adalah Elisa Putri wanita yang disandera dokter Anna keduanya terdiam seribu bahasa. Di detik selanjutnya keduanya mendekat dengan tatapan membunuhnya.
"Kau wanita penggoda, bebaskan dokter Anna dan lenyap lah dari muka bumi ini!" geram salah seorang perawat memukuli Elsa tanpa ampun.
"Dasar wanita penggoda!" Tidak kalah dari perawat satunya, perawat lainnya ikut memukuli Elsa.
Rumor itu sudah tersebar ke seluruh rumah sakit itu hingga sebagian perawat yang mengenal dokter Anna dan dokter Reinaldo merasa kesal karena hubungan pasangan dokter hebat itu renggang karena orang ketiga.
Sontak aksi kedua perawat itu mengundang beberapa perawat lainnya. Mereka memukul Elsa melampiaskan kekesalannya dan sebagian lagi menjambak rambut Elsa.
Beberapa security yang datang untuk mengamankan malah ikut dipukuli.
__ADS_1
Elsa hanya diam tanpa perlawanan sama sekali. Sejak dulu Ia lah yang dipersalahkan bahkan saat Reinaldo berselingkuh orang mengatainya terlalu sibuk hingga tidak salah kekasihnya bermain dengan gadis lain. Dan sekarang ketika seharusnya Ia mendapat pembelaan justru sebaliknya Ia yang disebut penggoda.
"Wanita penggoda, wanita penggoda," tukas para perawat yang mengerumuni Elsa.
"Hentikan!" pekik seseorang dengan nada aura kemarahan yang kuat. Ia menghempas orang-orang itu menjauh dari istrinya.
"Sayang kau tidak apa-apa?" Elardo memeriksa Elsa seksama. Nampak air mata membasah di pipi Elsa membuat Elardo naik pitam. Bagaimana bisa istrinya diperlakukan dengan begitu kasar. Ia menyeka air mata itu dengan lembut juga merapikan rambut panjang Elsa yang berantakan.
Tidak berhenti disitu melihat perlakuan Elardo yang begitu perhatian semakin membuat orang-orang itu berpikir jika wanita di depannya itu tidak hanya menggoda suami orang namun juga menggoda seorang Elardo Cashel. Mereka masih saja berbicara sembarangan.
"Dasar ****** tidak tahu diri." Salah seorang perawat menatap geram Elsa, Ia hendak memukul Elsa namun dengan cepat lengan Elardo menahannya.
Elsa sendiri tertegun dengan sikap arogan suaminya untuk melindunginya.
"Dengar baik-baik wanita ini adalah istriku," jelas Elardo dengan suara lantangnya.
Semua orang yang berada di tempat itu tertegun tidak percaya dengan pernyataan Elardo sebagian ketakutan akan nasibnya di rumah sakit itu karena sudah menyinggung sang pemilik.
__ADS_1
"Maaf Tuan dengan hal memalukan yang sudah menimpa anda dan istri anda. Saya akan pecat semua orang yang sudah bersikap kasar pada istri anda." Wakil Ketua rumah sakit itu membungkukkan badannya sebagai permintaan maafnya.
"Singkirkan orang-orang rendahan ini, aku tidak ingin melihatnya!" perintah Elardo dengan tegas.
"Tuan maafkan kami, jangan pecat kami." Beberapa perawat bersimpuh di kaki Elardo sementara itu Elardo tidak menggubrisnya.
Drama itu menjadi perhatian beberapa orang yang berlalu lalang membuat Elsa tidak ingin jika suaminya itu memiliki citra buruk.
"Sayang aku baik-baik saja jadi cukup memberi mereka pelajaran sudah cukup. Aku mohon jangan pecat mereka," bisik Elsa.
"Tapi mereka sudah menyakitimu." Elardo tidak kuasa melihat luka-luka di tubuh sang istri. Jika saja tidak di depan umum Ia sudah meremukkan tangan-tangan yang sudah kasar memperlakukan istrinya.
Elsa menggeleng tidak setuju. "Untuk apa memperdulikan omongan yang tidak berdasar, cukup beri mereka pelajaran itu sudah cukup," ucapnya dengan bijak. Sontak pria itu tercengang dengan sikap bijak sang istri hingga reflek mendaratkan kecupannya.
Muachhh, muacchhh.
"Sudah hentikan aku malu." Elsa mendorong sang suami yang terus saja menghujaninya dengan kecupan.
__ADS_1
Elsa berjalan lebih dulu ke ruangan profesor Edward sementara suaminya membereskan masalah tadi. Ya walaupun sebenarnya sebagai pemilik rumah sakit namun bukan kewenangannya Elardo merekrut atau memecat tenaga medis di rumah sakit itu.