
"Apa maumu belum puas kau menghancurkan hidup Elsa, kau seharusnya malu karena semua yang kau miliki adalah hasil merebut!" Elsa akhirnya meluapkan kemarahan yang selama ini dipendamnya.
Beberapa tahun ini Ia tidak ingin mengungkit masalah itu namun kali ini Ia benar-benar ingin masa lalu itu menjadi terang dan jelas hingga tidak ada lagi tabir yang tertutup.
Anna merespon kemarahan Elsa dengan enteng bahkan Ia tampak tersenyum.
"Kau tahu bahkan jika langit tidak berkehendak namun tidak untuk seorang Anna. Aku akan membuat semua menjadi sesuai kehendak ku, apa kau tahu demi membuat semua menjadi milikku seutuhnya bahkan aku membuat ... Elsa mati." Kata-kata terakhir Anna Ia ucapkan dengan berbisik.
Seketika Elsa terbelalak dengan pengakuan Anna. Tidak ingin percaya dengan mudah Elsa mencoba menyangkal karena bagaimana mungkin Anna yang dulu begitu lembut tega melakukannya. Meski merebut kekasihnya namun Anna tidak akan mungkin menghilangkan nyawa seseorang.
"Kau bohong," sangkal Elsa.
"Terserah kau mau percaya atau tidak namun akulah nyatanya yang menyuruh orang untuk memutus rem mobilmu. Aku merencanakan semua dengan rapi hingga semua orang berpikir jika itu kecelakaan murni. Akhirnya aku mengirim wanita sialan itu ke neraka dan selanjutnya kau akan menyusulnya." Anna tersenyum senang dengan semua rencana gilanya itu.
"Kau gila, kau gila! Kenapa kau melakukannya apa salah Elsa apa salahnya, kau bahkan tidak tahu bagaimana kehidupannya dengan semua yang sudah kamu lakukan!" Elsa yang sudah hilang kendali mendorong Anna dengan brutal. Ketiga anak buah Anna langsung bersiaga dengan mencekal kedua tangan Elsa membuat Elsa tidak bisa berkutik.
__ADS_1
Ketiga pria itu mengarahkan tubuh Elsa menghadap ke arah jurang dengan satu dorongan saja tubuhnya pasti dipastikan akan hancur didasar jurang.
Elsa merasakan dadanya sesak, nafasnya sengal. Mungkinkah kali ini Ia benar-benar akan mati kedua kalinya ditempat yang sama?
"Tuhan jika kesempatanmu sudah berakhir aku ingin akhir yang bahagia jika tidak bisa mungkin mungkin akhir yang tidak membuat orang-orang menyangiku bersedih dengan tidak menemukan mayatku," gumam Elsa disela antara hidup dan mati. Ia benar-benar berpasrah diri.
"Dengan kamu mati semua impas. Selamat tinggal wanita sialan."
[Sistem perlindungan On]
Tiba-tiba suara terdengar di kepala Elsa. Tadinya Ia yang begitu lah tidak bertenaga karena keputusasaan tiba-tiba menjadi sangat kuat. Ia yang hanya bergerak sedikit saja membuat ketiga pria yang ingin mendorongnya ke jurang terpental sejauh satu meter. Sementara Anna ternganga dengan hal yang baru saja dilihatnya.
"Tolong, tolong," pekik Anna memohon dengan sangat.
"Kau pantas mendapatkan ganjarannya kau pantas mati!" Elsa yang geram berusaha membuat Anna jatuh dengan melepas tangannya dari akar pohon itu.
__ADS_1
{Elsa tidak jangan lakukan itu, maafkan orang-orang yang sudah menyakitimu seperti aku memberimu kesempatan hidup kedua. Pergunakan kesempatan itu untuk berbuat baik sebanyak mungkin}.
Suara yang entah dari mana asalnya terdengar jelas di telinga Elsa. Suara itu milik Elisa.
"Kak."
.
.
Elardo tampak mengurus polisi yang menangani kasus penculikan istrinya. Setelah sampai di kantornya, ia mendapat peringatan bahaya dari sistem bodyguard yang terpasang di ponsel Elsa. Ia kemudian melacak keberadaan Elsa kemudian sebelum ia pergi Ia juga berpesan pada Arga untuk lapor polisi.
Berbeda dengan Elardo, Elsa tampak berdiri merenung menatap ke arah jurang sembari kembali mengingat kembali ucapan Elisa yang tadi sempat terdengar di telinganya. Entah suara dari mana namun Ia jelas-jelas mendengarnya.
"Sistem."
__ADS_1
[Iya Nyonya]
"Apa tadi kau benar-benar tidak mendengar suara apapun?" tanya Elsa berulang kali. Ya, sudah sekian kali Ia bertanya namun pertanyaan sama terus saja dilontarkannya.