
Hari bersejarah itu telah dilalui, saat dimana seorang Aldi Ardiantara menyatakan perasaannya didepan publik.
Begitupun hari wisuda yang menyimpan banyak arti bagi seorang Alda Almahira Putri, gadis yang dicintai oleh Tuan Aldi.
Selang beberapa minggu setelah wisuda. Aldi bersama keluarganya datang kerumah Alda, ia bermaksud untuk membicarakan acara pernikahannya. Ia sudah mempersiapkan banyak hal, karena tak sabar menunggu hari spesial dalam hidupnya tiba.
Tetapi ini berbeda dengan Alda, bimbang yang terlintas dalam fikirannya, antara harus melanjutkan hidup bersama orang yang dicinta, ataukah menggapai impian yang ia dambakan sejak dulu. Sebenarnya ia senang harus menikah dengan Aldi, tapi apakah setelah menikah, ia masih bisa menggapai impiannya. Fikiran itu yang masih menjadi pertanyaannya saat ini.
Raut wajah yang seharusnya bahagia, seketika menjadi sebuah teka teki bagi Aldi.Tak tahu kenapa Alda terlihat tidak bahagia saat dia dan keluarganya datang, Aldi sudah menyadari sejak pertama kali ia memasuki rumah wanita pujaannya.
" Jadi kapan acara pernikahan akan dilakukan Tuan?". Tanya Ayah memecahkan lamunan Aldi.
" Minggu depan pernikahan akan dilakukan". Jawabnya sambil menatap Alda.
" Baik Tuan, kalo begitu kami juga akan mempersiapkan segalanya".
" Ayah dan Ibu tidak perlu menyiapkan apapun. aku yang akan menyiapkan semuanya".
" Tapi Tuan..".
" Tidak Ayah, kau telah bekerja keras membesarkan putri mu. Sekarang giliranku untuk menjaga putri mu, kau telah mempercayakan putri mu untuk diserahkan kepadaku. Jadi bukan kah semua ini adalah tanggung jawabku?. Ayah dan Ibu tenang saja aku yang akan mengurus acara ini hingga menjadi acara yang sangat berkesan didalam kehidupan putri kalian".
" Baik Nak, tapi apakah ini tidak akan merepotkan mu?".
" Tidak Ayah, ini adalah tugasku. Kalian tunggu saja sampai acara ini dilakukan".
" Terimakasih. Kami doakan, semoga tidak ada halangan apapun yang akan kalian hadapi sampai hari pernikahan tiba, restu kami selalu bersama kalian".
" Terimakasih Ayah, Ibu beserta keluarga yang sudah merestui kami berdua". Ucapnya dengan senyum bangga.
" Alda akan segera menjadi menantu saya, jika kedua anak kita sudah bersanding maka kita akan menjadi kerabat dekat. Saya tidak sabar menantikan itu, bahkan sebelumnya saya sudah menggap keluarga kalian sebagai saudara dekat keluarga kami. Akhirnya hari yang ditunggu akan segera tiba". Tambah Mama dengan senang.
" Iya Nyonya, kami senang bisa mengenal keluarga anda. Tapi maaf jika keluarga kami tidak sebanding dengan keluarga anda, kehidupan sederhana kami telah memberikan banyak arti yang begitu bermakna". Ucap Ibu sambil tersenyum.
" Mengapa anda bicara seperti itu, kami tidak pernah membandingkan siapapun, menurut kami semua orang itu sama saja. Anda tidak boleh berkata seperti itu, saya senang bisa mengenal keluarga Bapa dan Ibu, disaat Suami saya meninggal, Ibu dan Bapa bahkan sangat membantu keluarga kami, terimakasih banyak atas ketulusan kalian pada keluarga kami".
" Sama-sama Nyonya, kami keluarga sekarang. Bahkan sejak dulu, Aldi juga sudah saya anggap sebagai putra saya, begitupun Alda ia sering cerita tentang kebaikan anda padanya, anda menganggap putri saya sebagai putri anda, itu membuat saya yakin dengan merestui kedua anak kita".
__ADS_1
" Kalo begitu mari kita makan, kami sudah mempersiapkan ini. Kalian mesti coba masakan Istri saya, ini sangat enak". Ujar Ayah sambil menunjuk beberapa makanan diatas meja.
Makan malam dengan dua anggota keluarga terasa hangat, momen yang sangat indah dan membahagiakan. Tanggal pernikahan pula sudah ditentukan, hanya menunggu hari baik itu akan segera tiba.
***
Aldi menarik Alda keluar dari ruangan. Ia heran dengan sikap Alda yang diam, entah mengapa wanita didepannya ini sedikit berbeda.
" Ishhh ada apa sih Di, kenapa tarik-tarik gini?". Ucap Alda sambil melepas paksa genggaman tangan Aldi.
" Ada apa sama kamu Al?". Tanya Aldi sambil mentap wajah wanita dihadapannya.
" Maksud kamu?". Tanyanya balik.
"Huftt". Suara hembusan nafas Aldi.
Seketika suasana menjadi sangat hening, angin malam berhembus dengan kencang. Hanya ada suara rintihan angin yang menari-nari.
" Apa perlu aku jelasin?". Tanya Aldi kembali
" Iya apa? aku ga paham maksud kamu".
Alda terdiam, terkejut karena Aldi bisa membaca fikirannya.
" Kenapa diam?". Tanya Aldi.
" Eumm Aldi sebenernya aku..". Jawabnya menggantung.
" Ada apa Al, apa ada masalah?". Tanya nya khawatir.
" Aldi sebenernya, aku, bagaimana jika aku belum siap menikah untuk saat ini, maaf tapi...". Ucapan Alda membuat sambaran petir bagi Aldi, tak menyangka bahwa Alda akan mengucapkan hal yang tidak ingin ia dengar.
" Kenapa kamu bilang seperti ini saat semua sudah dibicarakan?". Ucapnya kecewa.
" Tapi Di sebenernya aku...". Belum sempat ia menjelaskan, Aldi sudah memotong lagi pembicaraannya.
" Apa selama ini kamu hanya pura-pura mencintai aku Al?". Ucapnya sambil tersenyum masam.
__ADS_1
" Engga Di, eumm aku".
" Jadi ini alasannya, kenapa sejak tadi kamu terlihat tidak bahagia. Oke kalo ini yang kamu mau, aku akan membatalkan pernikahan kita".
" Engga Di, bukan itu maksud ku". Ucap Alda merasa bersalah.
" Terus apa!". Ucap Aldi kesal.
Alda terdiam, ia bingung ingin mengatakannya. Ia takut jika Aldi tidak akan mengizinkannya menggapai mimpinya setelah menikah, tetapi ia juga takut jika Aldi akan marah padanya.
" Kenapa diam! apa yang mau kamu jelasin?".
Alda masih diam, ia berusaha mengumpulkan keberanian untuk menjelaskannya pada Aldi, tapi ia takut jika Aldi akan melarangnya untuk menjadi seorang Dokter nanti.
" Oke udah gaada lagi kan yang mau dijelasin? kalo gitu aku pergi!". Ucapnya sambil melangkahkan kaki kedalam " Oh iya satu lagi, aku kecewa Al. Untuk saat ini aku gaakan bilang sama Ayah dan Ibu mu, mungkin besok aku baru akan mengatakannya pada keluarga kita".
" Aldi bukan itu maksud ku, tolong denger penjelasanku dulu".
" Apa! bukannya kamu udah jelasin semuanya kan, terus kenapa kamu diem Al?". Ucapnya semakin kesal. " Cih! ga perlu lagi kamu jelasin apapun, aku udah faham". Ucapnya sambil tersenyum sinis.
" Aldi aku mohon denger penjelasan aku. Pliss jangan marah, kasih aku kesempatan buat jelasin semuanya". Ujar Alda masih meneteskan air mata.
" Oke, aku kasih kesempatan kamu untuk jelasin. Jadi kenapa?".
" Aldi, sebenernya aku mau bilang, aku belum siap karena aku takut kalo nanti...". Ucapan Alda masih menggantung, tiba-tiba Mama Aldi datang untuk mengajak putra nya pulang, karena waktu sudah sangat larut.
" Nak, ayo kita pulang. Besok kan masih ada waktu buat kalian ketemu. Alda maafin Mama ya, Mama jadi ganggu obrolan kalian, tapi ini sudah sangat larut sayang". Ucap Mama sambil melihat jam ditangannya.
" Iya Ma gapapa ko, hati-hati dijalan ya Ma. Terimakasih karena sudah datang kerumah Alda". Ucapnya sambil tersenyum.
" Iya Nak, terimakasih juga. Untuk pernikahan kalian, Mama dan Aldi pasti akan mempersiapkan sebaik mungkin. Mama tak sabar menunggu kamu menjadi menantu Mama". Ujar Mama sambil memeluk Alda.
" Ayo Ma kita pulang". Ujar Aldi masih menatap Alda dengan kesal.
" Kamu gaakan pamitan dengan calon Istrimu Nak?". Tanya Mama.
" Aldi tunggu dimobil Ma".
__ADS_1
Terlihat sangat jelas jika Aldi sangat kecewa pada Alda. Padahal Alda belum menjelaskan maksudnya, tetapi kesalah pahaman kini sedang terjadi diantara mereka.
-Selesai😄