Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 93


__ADS_3

Aldi duduk dikursi singgasananya, sambil menahan kepala dengan kedua tangan dimeja. Emosi nya belum mereda, merasakan marah dan khawatir dengan kondisi Alda saat ini.


Sudah berapa kali Alda menderita karenanya, rasa bersalah selalu terbayang oleh nya saat beberapa tahun lalu, saat gadis pujaannya hampir kehilangan nyawanya. Begitupun saat ini saat maut hampir menjemput dirinya.


Riki mengetuk pintu, lalu masuk diikuti dengan para dokter dibelakang nya. Para dokter itu sudah mulai ketakutan, terlihat jelas dari getaran tangan mereka, mukanya sudah mulai pucat saat melihat Aldi yang tidak berekspresi.


" Silahkan Duduk". Ujar Riki sambil menunjuk sofa.


" B, baik Tuan terimakasih".


Aldi masih diam, belum mengucapkan sepatah kata pun. Walaupun begitu para dokter ahli tetap merasa takut dengan apa yang akan mereka alami nanti.


" Obat apa yang tadi dia berikan pada pacarku?".


Tidak ada jawaban, semua bingung dengan maksud pertanyaan Aldi.


" Sekali lagi aku bertanya, obat apa yang diberikan Wanita itu pada pacar ku?!".


" M, maaf kan saya Tuan. Saya salah memberikan obat pada Nona tadi. Seharusnya nya saya memberikan obat penenang, tetapi atas kecerobohan saya, saya malah memberikan obat pengingat pada Nona". Ucapnya sambil mengepal lengannya.


" Bagaimana cara kalian bekerja!!".


" Maaf Tuan, tolong ampuni saya". Tangis nya sambil momohon ampun.


" Mengapa anda mengutus dokter yang tidak bisa bekerja seperti dia?!". Ucap nya dengan amarah kepada kepala dokter rumah sakit.


" Maaf Tuan, ini semua salah saya. Saya tidak tahu jika karyawan saya berbuat kesalahan sebesar ini".


" Menurut mu apa kesalahan ini bisa dimaafkan?!".


" Maaf Tuan, saya mohon ampuni anak buah saya". Ucapnya sambil memohon ampun.


" Segampang itu kalian minta maaf?!". Tingkat emosi nya mulai memuncak. "Rik, tutup rumah sakit XX mulai sekarang".


" Tuan ini kesalahan saya. Saya yang seharusnya menanggung ini semua, bukan rumah sakit. saya berjanji akan meninggalkan rumah sakit dan pergi dari hadapan anda, asalkan anda tidak menutup rumah sakit XX Tuan".


" Menurut mu dengan cara seperti ini aku akan luluh dengan semua ucapan mu? Kau telah melakukan kesalahan, dan aku tidak akan bisa memaaf kan itu. Pihak rumah sakit XX yang mengutus mu kemari? Berarti mereka semua juga harus bertanggung jawab. Kau mengerti!!".


" Tapi Tuan saya mohon jangan lakukan ini. Tolong berikan kami kesempatan. Saya berjanji pada anda tidak akan melakukan kesalahan yang sama seperti ini". Ucap kepala rumah sakit, sambil berlutut memohon ampun.


" Jangan pernah ucapkan janji yang belum tentu akan kalian lakukan!".


" Rik urus mereka!". Perintahnya pada Riki.


" Tuan saya mohon berikan kami kesempatan". Ucapnya sudah mulai pasrah.


Aldi tak menjawab. Ia hendak pergi meninggalkan ruangan, saat membuka pintu, ia melihat Alda yang di gandeng Keysa sudah berada dihadapannya.


" Alda, kenapa kamu disini?".


" Kenapa kamu semarah ini?". Ucapnya sedih.

__ADS_1


" Kembalilah beristirahat, aku akan mengantar mu kekamar".


" Tidak mau. Aldi tolong maafkan mereka, lagian ini hanya hal kecil saja kan? Dan kamu lihat, sekarang aku baik-baik saja". Ucap nya.


" Apa, menurut mu ini hanya hal kecil?. Kamu hampir menderita Al. Pokonya tidak ada yang bisa mengubah keputusan ku. Kamu tidak perlu ikut campur masalah ini. Ucapnya sambil memeluk Alda.


" Tapi kan ini melibatkan ku juga, kamu lihat kan aku tidak apa-apa. tidak ada salahnya jika kamu memberikan kesempatan kedua".


" Bagaimana keadaan mu sekarang?". Ucapnya sambil menyentuh pipi Alda.


" Memang aku kenapa? Aku gapapa ko, mungkin aku hanya sedikit kecapean".


" Baik lah, kamu harus banyak beristirahat, aku akan mengantar mu kekamar". Sambil merangkulnya.


" Aldi ayolah mereka sudah berusaha untuk mengobati ku, aku mohon maafkan mereka. Jika kamu memaafkannya, aku akan menuruti apapun keinginan mu. Aku berjanji". Ucapnya sambil tersenyum manja.


" Hemm apapun?".


" Apapun, asalkan kamu mau memaafkan mereka".


" Baiklah, akan aku fikirkan kembali. Dan sekarang kamu harus beristirahat, ini perintah".


" Baik Tuan Aldi. Muahh". Ucapnya sambil mengecup pipi Aldi.


Aldi terkejut, ia senang karena ini pertama kalinya Alda mengecup pipinya. Emosi yang tadinya memuncak, kini kembali mereda, ini semua berkat keahlian Alda, yang bisa membujuk pacar nya dengan sangat berhati-hati.


" Rik suruh mereka kembali, aku akan memikirkannya nanti".


" Baik Tuan".


Alda duduk dikasur, sambil menyenderkan kepala didada bidang Aldi. Begitupun Aldi, tetap setia menemani pacarnya yang terkadang sangat menjengkelkan. Tetapi tingkah nya justru sangat menggemaskan bagi Tuan Muda satu ini.


" Pokonya kamu harus banyak istirat, agar cepat sembuh". Ucap Aldi sambil mengelus rambut Alda.


" Baru saja aku beristirahat, aku bosan tau".


" Lalu apa yang kamu mau sekarang".


" Heemm aku ingin kamu disini, itu sudah cukup buat ku".


" Aku gaakan pergi atau pun hilang, aku pasti akan selalu ada disamping mu sampai kapan pun". Ucapnya sambil merangkul lebih erat.


" Aku tau itu, terimakasih karena kamu selalu mengkhawatirkan ku".


" Kenapa kamu bicara seperti itu. Aku pacar mu, itu adalah tugas ku untuk selalu menjaga dan melindungi kamu". Ucapnya dengan tulus sambil mengecup kening Alda.


" Dan aku ga pernah sangka, kalo ternyata pacar ku adalah kamu. Dia antara banyaknya wanita yang menyukai mu, justru kamu pilih aku sebagai pacar mu". Ucap Alda sambil menunduk.


" Itu tandanya kamu hebat Al, kamu bisa menaklukkan hatiku yang keras. Kamu satu-satunya orang yang mampu membuatku bahagia. Dan kamu adalah alasan untuk ku tetap hidup tanpa pengecualian".


" Kata-kata indah itu sudah kamu keluarkan. Aku sangat bahagia karena kamu mencintai ku, dan aku lebih bahagia ketika kamu membuktikan perkataan yang selalu kamu ucap kan pada ku. Bahkan hari ini pun kamu sangat takut jika terjadi sesuatu padaku, terimakasih Aldi, aku berjanji untuk tidak akan hilang dari mu. Kecuali kamu yang meminta ku hilang dari hadapan mu".

__ADS_1


" Aku tidak akan pernah sanggup kehilangan mu Al. Bahkan jika kamu pergi dari hadapanku, aku pasti akan mencari keberadaan mu. Karena aku benar-benar mencintai mu".


" Tapi ada satu hal yang aku takutkan". Ucapnya dengan air muka sedih.


" Apa yang kamu takutkan?".


" Aku takut jika suatu saat nanti kita putus. Kamu pasti akan pergi dari ku".


" Kenapa kamu memikirkan hal yang jelas-jelas tidak ada didalam kamus ku. Aku tidak akan mengatakan itu, aku tidak akan memutuskan mu sampai kapan pun. Kita sudah berjanji kan, untuk segera menikah. Jadi persiapkan diri mu untuk hal itu, jangan memikirkan hal seperti ini lagi. Kamu satu-satunya wanita yang aku cintai setelah Mama ku".


" Baiklah aku percaya padamu. Terimakasih, aku tahu kamu tidak akan pernah melepaskan ku. Aku sangat menunggu hari itu tiba, saat aku memakai gaun pengantin, bersama dengan pria yang sangat aku cintai".


" Hari itu pasti akan segera tiba. Dan saat itu pula kamu menjadi Nyonya Aldi, yang sangat aku cintai". Ucapnya masih memeluk Alda erat sambil mengecup keningnya.


Tring, Tring, Tring.


Suara telpon berbunyi dari Handphone Alda. Terpampang jelas nama "Ibu" yang ada dilayar handphone nya.


" Ibu". Ucapnya pada Aldi sambil menggenggam handphone ditangannya.


" Ayo angkat, Ibu mu pasti sangat mencemaskan keadaan mu". Ucapnya masih tak mau melepaskan pelukannya.


" Eeuum".


Baru saja Alda mengangkat telpon dari Ibunya. Ibunya sudah menanyakan beberapa pertanyaan karena sangat mengkhawatirkan putrinya.


" Alda, bagaimana keadaan mu sekarang? Ibu melihat berita bahwa pesawat XX tadi menghilang, kamu baik-baik saja kan? Ibu dan Ayah sangat cemas dengan keadaan mu Nak".


" Ibu tenang, Alda baik-baik aja disini. Ada Aldi yang jagain aku disini. Oh iya Bu, Alda minta maaf ya karena hari ini Alda belum bisa pulang. Tapi Alda janji lusa akan pulang".


" Syukurlah jika kamu selamat, Ibu senang mendengarnya. Baiklah Ibu akan menunggu kepulangan mu Nak. Jaga diri mu baik-baik, dan salamkan pada Aldi dari Ibu, katakan padanya trimakasih banyak karena telah melindungi putri Ibu".


" Baik Bu, akan Alda sampaikan salam Ibu, pada pria yang saat ini sedang menguping pembicaraan kita. Katanya dia ingin bicara pada Ibu". Jawab Alda.


" Aldi ada disana Nak?".


" Hallo Bu, apakabar?". Sapa Aldi pada Ibu.


" Ibu baik Nak, kamu apa kabar disana?. Oh iya terimakasih ya Nak karena telah menjaga putri Ibu dengan baik". Jawab nya dengan antusias.


" Saya baik Bu. Saya pasti akan menjaga Alda, karena sekarang kita sudah resmi berpacaran. Ibu tidak perlu khawatir, saya pasti akan menjaga dan melindungi Alda seperti yang sudah saya ucapkan waktu itu". Ucapnya sambil tersenyum.


" Terimakasih Nak. Ibu percaya, kamu adalah orang yang tepat untuk Alda". Ucapnya dengan ramah dari balik telpon.


" Terimakasih atas kepercayaan Ibu. Saya tidak akan membuat Alda dan Ibu kecewa".


" Ibu percaya padamu, Ibu bahkan sangat senang, karena Alda sudah memilih lelaki yang sangat menyayangi nya seperti dirimu. Kalo begitu satu pesan Ibu, cepatlah menikah dan ikat Alda menjadi wanita satu-satunya untuk mu".


" Baik Bu, hari itu pasti akan segera tiba. Kami sudah merencanakannya".


" Baiklah Ibu akan menunggu hari itu. Nak Aldi sekali lagi Ibu ucapkan terimakasih padamu. Kalo begitu Ibu tutup telponnya ya".

__ADS_1


" Baik Bu".


-Selesai 😊


__ADS_2