Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 36


__ADS_3

Aldi sudah berada didalam kamarnya, masih merenungi perkataan Papa nya barusan. Karena jujur saja, ia sangat terpukul dengan keputusan Papanya yang pergi secara tiba-tiba . Jika ia berani, ia akan mengatakan kepada Papanya. Kami masih sangat membutuhka Papa disini, Aldi pun masi belum sanggup, jika Aldi harus melakukan nya tanpa papa. Kenapa, kenapa Papa tega tinggalin Aldi, percayalah, selain Aldi, pasti Mama yang akan sangat terluka. Gumam gumam kecil dalam hatinya. Percayalah waktu 2 tahun itu tidak sebentar adanya, melainkan waktu itu sangat lama, untuk Aldi rasakan saat Papanya pergi nanti.


" Anda kenapa Tuan?".


Ya, Mulai saat ini Riki memanggil Aldi dengan sebutan Tuan, karena Ia sudah terikat janji dan sumpah nya kepada Papa Aldi. Ia tetap menganggap Aldi seperti sahabatnya, tetapi ia juga harus menghormati Aldi sebagai Tuannya.


" Saya tahu, Anda sangat terluka dengan keputusan ini, tapi mau tidak mau, anda harus melakukan kewajiban ini, sebagai tanda hormat anda atas keputusan ayah anda".


" Gue gatau Rik, yang jadi pertanyaan adalah, apakah gue akan sanggup jika melakukan segala hal tanpa Papa?".


" Kenapa? Toh saya yakin, anda pasti bisa. Karena saya telah mengenal anda sejak lama, bukan baru mengenal anda".


" Iya, lo bener Rik. Tapi bisa ga sih, lo bicara sama gue selayaknya manusia biasa?".


" Maaf Tuan, tapi ini adalah perintah, karena saya harus melindungi Tuan, saat Papa anda Pergi nanti".


" Papa pergi nanti Rik, gue lebih suka lo bicara seperti biasanya".


" Maaf".


" Saat di sekolah, lo panggil gue seperti biasa. kalo di rumah atau kantor Papa, terserah lo mau manggil gue apaan".


" Baik Tuan Muda".


Sebenarnya, bukan maksud Papa Aldi untuk menyuruh Riki memamggil Tuan, tetapi itu sebagai pelatihan nantinya, jika Riki sudah menjadi asisten pribadi Aldi. Karena seorang Asisten harus patuh terhadap Tuannya.


Riki juga harus memiliki ketegasan dan kekuatan melebihi Aldi, sebab jika tidak. Ia tidak akan bisa melindungi Aldi, dari orang-orang jahat, yang ingin menguasai Kantor militer yang Akan dipimpin oleh Aldi suatu saat nanti. Dan itu pasti akan terjadi, itu sebabnya Riki harus bisa melindungi dan menjaga Tuannya.

__ADS_1


" Rik, gimana sedih nya mama ya, saat kepergian Papa. Hatinya pasti sangat terluka".


" Saya paham Tuan, karena waktu selama 2 tahun pasti tidak akan mudah dilewati begitu saja".


" Gue gamau, mama sampai terluka Rik, gue pasti bakal lindungi Mama, jika nanti Papa pergi. Gue juga bakal jaga Kantor milik Papa, walaupun sekolah, tapi gue bakal pastiin, kalo Kantor milik Papa aman selama berada di tangan gue".


" Saya percaya kepada anda Tuan, anda tak sendiri, saya akan selalu ada di belakang anda".


" Lo emang sahabat gue Rik, ga salah Papa pilih lo sebagai sahabat gue".


" Terima kasih telah mempercayakannya kepada saya Tuan".


Malam itu menjadi malam yang panjang untuk Aldi, dengan kenyataan yang tak bisa ia pungkiri. Memang Papa nya hanya pergi untuk semntara, tetapi bukan kah itu sangat lama, jika dirasakan oleh orang-orang yang mencintai dan dicintainya.


Walaupun Papa pergi sementara, tetapi ia harus mengorbankan hidup dan matinya disana. Menjadi seorang Jenderal tidak lah mudah. Selain menjadi seorang Pemimpin, ia harus maju di garda terdepan untuk membela Negara.


Selain dipandang menjadi orang nomor satu di Negara nya, begitu banyak pengorbanan yang telah ia berikan untuk banyak orang. Hingga mereka hidup dengan tenang dan damai.


" Istriku!".


" Ada apa, Suamiku?".


" Ada yang ingin aku katakan pada mu".


" Apa?".


" Maaf, minggu depan aku harus meninggalkanmu, aku akan pergi selama dua tahun. Karena, ada tugas yang harus kami selesaikan, saat disana pula aku harus memperjuangkan hidup dan matiku demi Negara ini. Aku tahu kau adalah wanita yang kuat, aku percayakan anak-anak padamu, tolong jaga dan didik mereka menjadi sepertimu, terutama Fahri, didik dia menjadi orang yang jauh lebih baik, dan aku telah mempercayakan Aldi untuk menjaga mu, karena aku tahu dia sudah bertumbuh dewasa sekarang. Aku pasti kembali, selamat atau tidak nya aku, kalian harus tetap bahagia, walaupun tidak tau bagaimana nanti nasib ku".

__ADS_1


Huaaa. Seketika tangis Mama pecah, saat Papa mengatakan hal seperti itu. Sungguh, hati nya sangat sakit saat itu, ketika mendengar perkataan dari lelaki yang sangat ia cintai akan meninggalkannya. Memang hanya sebentar, tetapi ia takut jika nanti Suaminya akan pergi selamanya.


" Kenapa, kenapa kamu pergi? Kamu tahu kan, aku tidak bisa jika hidup tanpa mu Suamiku".


Tangis nya pecah kembali. Papa yang berada disampingnya berusaha untuk menenangkan dengan memeluknya erat. Ia merasa terpukul melihat Istrinya yang menangis, merasakan sakit yang tak bisa dibendung.


" Maafkan aku istriku, aku tidak bermaksud menyakitimu, tetapi ini sudah menjadi tugas dan kewajibanku". Masih memeluk erat Istrinya, sungguh berat rasnya melihat Istrinya yang menangis di pelukannya.


Mama berusaha menjadi tegar sekuat baja, ia menghapus air matanya, berusaha tersenyum pada Suaminya walaupun hatinya sakit, karena harus menerima kenyataan yang pahit. Ia mengatakan nya sambil tersenyum.


" Tidak apa-apa Suamiku, aku tahu, kamu memiliki tanggung jawab yang berat saat ini. Aku merelakan mu pergi, tetapi ingat satu hal, berjanjilah pada ku untuk pulang dengan selamat, dan kau harus ingat ada orang-orang yang menunggu mu disini".


" Terima kasih Istriku, aku akan pastikan untuk pulang selamat ke Negara ku, aku akan selalu ingat kau dan anak-anak kita, karena aku sangat mencintai kalian".


" Kau berjanji?".


" Aku berjanji".


Malam itu mereka berpelukan sangat erat, mama akan memberikan sesuatu yang terbaik untuk satu minggu kedepan, sebelum kepergian Suaminya.


Ia berharap akan ada keajaiban yang datang, untuk mencegah Suaminya pergi. Jujur saja, karena ia tak sanggup untuk melepas kepergian Suaminya.


Tak bisa dibayangkan bagaimana kerinduan itu akan selalu mengusik dihatinya. Mereka yang saling menyayangi pun akan terpisah jauh dan sangat lama.


Suamiku, aku tahu kau memang orang yang paling berjasa. Tetapi tak bisa dipungkiri kau adalah orang yang paling lembut dan penyayang, kami akan merindukan mu disini. Kau memang sosok pahlawan bagi kami, kau adalah anugerah terindah yang tuhan beri hanya untuk ku dan anak-anak ku, terima kasih, ku harap kau kembali kesini dengan selamat.


Sungguh luar biasa hati mama, ia menerimanya dengan hati yang ikhlas dan lapang dada, hati nya seluas samudra, ia tak egois walaupun hatinya merasa terluka dengan kenyataan ini. Tetapi ia tahu ini adalah tugas seorang pahlawan yang harus Suaminya taati.

__ADS_1


Kau memang sungguh luar biasa Istriku, aku tahu kau merasa terluka, tetapi kau berusaha menerima semuanya dengan terlihat baik-baik saja, aku akan berusaha pulang dengan selamat demi melihat senyuman mu kembali.


-Selesai😊


__ADS_2