
Setelah keberangkatan Aldi kembali ke Negara XXI, Alda sibuk mempersiapkan dirinya untuk sidang skripsinya lusa. Sidang yang pasti akan sangat menegangkan baginya, ia berharap hasilnya akan sangat memuaskan sesuai dengan ekspetasinya.
Jika ia lulus dengan hasil yang sangat baik, ia pasti akan membuat semua orang bangga padanya, bukan hanya itu bahkan bisa saja ia mendapatkan penghargaan sebagai mahasiswa terbaik.
Prestasi yang selama ini ia dapatkan sungguh tidak membuatnya besar kepala. Justru prestasi yang ia dapat membuatnya semakin merendah, karena ia sadar ia tidak bisa apa-apa tanpa orang disekitarnya.
Ia hanya ingin menjadi seseorang yang memang berguna bagi semua orang, ia ingin membantu orang banyak bukan karena pamrih, tetapi karena keperduliannya terhadap masyarakat sosial.
~SIDANG SKRIPSI~
Tibalah hari dimana Alda melakukan sidang skripsi untuk kedua kalinya, setelah sidang skripsi S1 Kedokterannya. Dosen sudah berada di ruangan, suasana menegangkanpun dimulai.
Alda mempresentasikan skripsi yang sudah dibuatnya beberapa bulan lalu. Ia menjelaskan dengan sangat jelas dan menguasai materi dengan cermat, ia juga ingat betul dengan materi pada setiap lembar dalam kertas yang dipegang oleh dosen.
Ia merasa tidak terlalu gugup, karena itulah ia bisa menjelaskan dengan begitu lancar dan semangat yang membara. Kejeniusannya membuat dosen pembimbing merasa kagum padanya, sebab beberapa pertanyaan yang dilontarkan oleh dosen pun bisa ia jawab dengan sangat mudah.
Sidangpun telah selesai selama beberapa jam lamanya. Presentasi serta pertanyaan yang dosen lontarkan akhirnya selesai dengan sangat baik. Ia berharap skripsinya kali ini bisa menyelamatkan dirinya.
tibalah saat yang paling menegangkan, penilaian para dosen pembimbing untuk sidang skripsi, dan ini adalah tahap penentuan lulus atau tidaknya skripsi yang selama ini sudah mati-matian telah dibuatnya.
Hatinya kini sudah tak karuan, merasakan takut jika harus gagal dalam skripsi kali ini. tetapi dirinya tetap optimis, ia berpegang teguh pada pendiriannya, ia yakin kali ini pun pasti akan berhasil.
para dosen pembimbing telah selesai berdiskusi, bersiap untuk melontarkan beberapa kata pada Mahasiswi yang berada didepan mereka.
" Prok,,prok,,prok. Skripsi yang luar biasa, bagus sekali anda bisa mempresentasikannya dengan sangat lancar". Ucap salah satu dosen pembimbing sambil bertepuk tangan.
" Terimakasih Pak".
" Karena anda bisa menjawab semua pertanyaan kami tanpa gugup sedikitpun. Begitupun dengan skripsi yang anda buat pun sangat menarik, anda juga bisa menjelaskan materi dengan begitu sempurna. Baiklah kami sepakat untuk memberikan penilaian A+ pada anda, selamat anda lulus dengan nilai yang sangat baik kali ini. Prok,,prok,,prok".
" Syukur Alhamdulillah terimakasih banyak Pak,Bu, terimakasih". Ucapnya tak bisa berkata apapun, sebab hasilnya kali ini membuat ia sangat senang.
" Baiklah sekali lagi selamat sodari Alda, semoga dengan nilai yang kami berikan kali ini, bisa menjadikan anda menjadi manusia yang jauh lebih baik lagi untuk kedepannya. Sidang telah selesai, anda bisa keluar sekarang".
" Baik Pak,Bu sekali lagi saya ucapkan terimakasih banyak".
Alda pun keluar menemui teman-temannya, air mata bahagianya sudah tak bisa dibendung. Ia sangat bersyukur akhirnya ia bisa mendapatkan nilai yang sangat baik, ternyata kerja kerasnya selama ini tak sia-sia. Walaupun ia termasuk Mahasiswi yang mendapatkan jadwal terakhir untuk sidang skripnya karena suatu hal.
" Alda apa hasilnya? lo lulus kan?". Tanya Keysa.
Alda memeluk Keysa sambil menangis. Membuat sahabatnya terkejut sekaligus takut jika Alda harus mengulanginya lagi ditahun depan.
" Al jangan bilang kalo Lo harus ngulang lagi di tahun depan. Tapi itu ga mungkin kan?". Tanya Keysa panik.
Alda masih belum menjawab, pikiran jahil Alda mulai bereaksi. Ia ingin melihat kepanikan sahabatnya, sekaligus reaksi teman-temannya saat ini.
" Al jawab dong!". Tanyanya sudah mulai kesal.
" A, aku". Ucapnya belum selesai.
Tiba-tiba Aldi yang baru saja datang untuk memberi surprise pada Alda, malah dikagetkan dengan air mata yang terbendung diwajah kekasihnya. Secara otomatis Aldi terlonjak kaget lalu menghampiri Alda untuk menggantikan Keysa.
" Sayang, kamu kenapa? hasilnya baik kan?". Tanyanya sambil mengusap air mata Alda dengan penuh khawatir.
__ADS_1
Alda masih belum menjawab, ia harap ini adalah kejutan yang akan membuat semua orang bahagia.
Akhirnya kamu datang, aku sangat menunggu kedatangan mu Aldi. Alda.
" Sayang". Tanya Aldi sambil merendahkan nada suaranya.
" Aku gapapa kok, kalian jangan khawatir. yah walaupun..". Ucapnya sengaja menghentikan setengah pembicaraannya.
" Walaupun apa Al, jangan bikin kita penasaran deh". Tanya Keysa sudah mulai kesal.
" Walaupun?". Tanya Aldi masih penasaran.
" Walaupun aku lulus dengan nilai skripsi yang sangat baik tadi". Ucap Alda dengan bangga.
" Aaaaaaa gue tau Lo pasti bisa kan, gue udah kira Lo pasti dapet nilai terbaik Al". Teriak Keysa langsung memeluk sahabatnya.
" Aku bersyukur banget Key, akhirnya skripsi yang selama ini aku buat ga sia-sia".
" Gue bangga sama Lo Al".
" Makasih Key".
" Lo kebagian paling akhir karena susulan sidang skripsi. gue ga sabar Al besok kita wisuda, akhirnya kita bisa sama-sama lulus".
" Iya Key aku bahagia banget. Yaudah sekarang kita balik ke rumah masing-masing, sampai ketemu besok Key".
" Bye, bye . kita ketemu besok Al. Di, Rik gue balik duluan ya".
" Ya, hati-hati dijalan Key". Ucap Alda.
" Kenapa kamu ga kasih tau aku, kalo kamu kemari?". Tanya Alda.
" Aku ingin beri kamu kejutan, tapi sayang sekali kamu sama sekali tidak terkejut".
" Kejutan apa?". Ucapnya pura-pura tak tahu, padahal sudah sangat jelas ia sangat terkejut karena kedatangan Aldi kemari.
" Kedatangan ku kemari".
" Aku sama sekali tidak terkejut, aku juga tidak merindukan mu sama sekali".
" Oh baik lah, kalo begitu aku pergi. karena percuma saja aku kemari". Ucapnya sambil melangkah.
" Ahh tidak tidak. aku hanya bercanda, jujur saja aku senang saat kamu datang kemari". Ucap Alda sambil memeluk Aldi dari belakang.
" Dasar bocah kecil!". Ucapnya sambil mencubit hidung Alda.
" Kenapa, kamu marah?".
" Mana bisa aku marah padamu".
" Terimakasih karena telah datang kemari. Besok kamu datang juga kan dihari wisuda ku?".
" Tidak!".
__ADS_1
" Kenapa?". Tanyanya sedih.
" Tidak akan aku lewatkan untuk hari wisuda mu besok".
" Terimakasih sayang".
" Tidak usah berterimakasih, tetapi akan ku usahakan untuk datang kembali. karena aku tak bisa berjanji bisa datang besok".
" Tapi kenapa?".
" Urusanku sangat banyak. kau tau sendiri kan baru saja aku kembali, setelah inipun ada acara konferensi pers. para wartawan dan lainnya sudah menungguku".
" Baiklah aku tahu kau sangat sibuk. disela kesibukan mu, kamu masih bisa menyempatkan waktu mu kemari. Maaf jika aku selalu mengganggu waktu mu". Ucapnya menunduk, tanpa melihat wajah pria dihadapannya.
" Kenapa kamu bicara seperti itu. Hei lihat aku".
" Apa?".
" Kenapa kamu sedih? aku kan sudah mengatakan nya. Aku akan berusaha datang kemari besok. Lihat aku, jikalau aku tak datang pun, aku akan selalu ada dihatimu bukan?".
" Iya, tapi bukan itu yang ku mau".
" Lalu apa?".
" Tidak. lupakan saja".
" Baiklah".
Aku ingin kamu datang, kenapa kamu tidak pasti begini sii. Alda.
" Hari ini akan ada konferensi pers kepulangan ku. Semua orang sudah menunggu kedatanganku, Supir akan mengantar mu pulang, sebab aku dan Riki harus segera pergi. Maaf".
" Baiklah tak apa, aku bisa pulang sendiri. kamu tak perlu khawatir".
" Kamu jangan pulang sendiri. aku akan memberitahu supir untuk segera menjemput mu".
" Tidak perlu, itu sangat merepotkan. Aku bisa pulang sendiri, jaga dirimu ya. Oh iya jangan pedulikan aku dan fokuslah pada pekerjaan mu, aku mengerti dirimu".
" Sayang, tolong jangan pulang sendiri. jika kamu pulang sendiri justru aku akan sangat mengkhawatirkan mu. Aku mohon. Supir telah tiba, dia akan mengantar mu pulang kerumah".
" Kenapa kamu repot seperti ini?".
" Aku tidak ingin kamu pulang sendirian. Setelah sampai rumah tolong lihat TV dan tonton lah acaraku hingga selesai".
" Baiklah, aku akan menontonnya hingga selesai".
" Terimakasih, jaga dirimu. oh iya satu lagi, aku punya sesuatu untuk mu, tunggu sebentar". Ucapnya lalu memanggil Riki. " Rik".
" Ini Tuan, silahkan. Tapi Tuan maaf saya hanya mau menginformasikan bahwa sebentar lagi acara anda akan dimulai". Sambil memberikan sekotak parsel buah-buahan.
" Ya, Lo balik duluan ke mobil, bentar lagi gue nyusul".
" Baik Tuan".
__ADS_1
Aldi menatap gadis pujaannya. Ia tak rela jika dirinya tidak mengantar pulang kekasihnya. Tetapi mau bagaimanapun ia harus bersikap profesional, rasanya ingin sekali ia terus menghabiskan waktunya bersama Alda, karena ia masih merindukannya. Tetapi waktu itu akan segera tiba, ia akan sesegera mungkin menikahi wanita dihadapannya ini, agar mereka bisa terus bersama-sama.
-Selesai 😄