Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 66


__ADS_3

" Al aku minta maaf, aku harus pergi jauh. Maaf aku harus menjalankan seluruh wasiat dari almarhum Papa ku, maaf jika nanti aku pergi aku ga akan bisa lindungi kamu, tapi aku janji, aku pasti akan kembali demi kamu. Aku harap, kamu bisa tunggu aku sampai aku kembali kesini". Ucap Aldi sambil menggenggam lengan Alda.


Mendengar perkataan Aldi tangisan Alda pun pecah karena tak kuasa untuk menahannya.


" Huaa,, kenapa kamu ga nepatin janjimu ke aku Di?". Ujar Alda tak terima jika sahabat nya harus pergi.


" Maaf Al, ini terlalu berat untuk aku pergi ninggalin kamu, tapi di sisi lain ini adalah amanah dari almarhum Papa ku yang harus aku jalani". Ujar Aldi sambil mengusap kedua pipi Alda.


" Aku ga apa-apa ko Di, aku percaya kamu pasti akan kembali kesini, aku bakal tunggu kamu sampai kamu kembali". Ucap Alda sambil tersenyum tetapi air mata nya masih terus mengalir tanpa seizin darinya, sontak Aldi pun memberi pelukan dan menenangkan nya.


" Makasih Al, makasih banyak". Sontak air mata Aldi keluar begitu saja membasahi pipinya.


Sungguh saat ini Alda merasa marah pada Aldi karena ia tidak menepati janjinya untuk terus bersama, dari lubuk hati nya, Alda berharap mendapatkan suatu keajaiban yang mencegah Aldi untuk pergi.


Tetapi Alda tidak boleh menjadi orang yang egois untuk menahan Aldi tetap berada disini. Aldi harus pergi jauh merantau ke negeri orang untuk pelatihannya menjadi seorang Jendral TNI yang kuat dan tangguh. Tak bisa dibayangkan oleh nya, kerinduan yang pasti akan selalu menghantui nya setiap saat.


" Sebenernyaa aku sangat ingin kamu tetap berada disini, aku ga bisa jika harus melewati hari tanpa mu Di".


" Aku faham Al, tapi apa kamu tahu, dengan cara kamu seperti ini semakin berat untuk ku pergi meninggalkan kamu Al". Sambil melepaskan pelukannya.


Aldi mengusap Air mata yang berada di pipi Alda, lalu menarik nafas perlahan dan bersiap untuk mengatakan sebuah perasaan yang ia simpan selama ini pada wanita yang berada dihadapannya.


Sebenarnya ia ragu untuk mengatakannya, karena ia takut jika persahabatannya nanti akan hancur, tetapi mau tak mau ia harus mengatakannya, sebab ini adalah waktu yang tepat sebelum kepergiannya nanti, begitu fikirnya.


" Al boleh aku bertanya pada mu?".


" Apa?".


" Bagaimana jika aku mencintai mu bukan sebagai sahabat untuk saat ini, tetap bagaimana jika aku mencintaimu sebagai manusia?".

__ADS_1


" Maksud mu Di?".


" Aku mencintai mu Al, aku sungguh sangat mencintai mu".


Alda terdiam, sungguh tak percaya dengan yang baru saja diucap kan oleh Aldi, ia berusaha meyakinkan dirinya dengan menanyakan kembali perasaan Aldi padanya.


" Apa kamu yakin dengan perasaan mu pada ku?, dan kamu sedang tidak bercanda kan? ".


" Iya Al aku yakin, maaf karena aku tak bisa menyimpan perasaan ku terlalu lama. Aku akan pergi dan aku ingin kamu menunggu ku hingga aku kembali".


Alda tersenyum, ternyata perasaannya pun selama ini tak bertepuk sebelah tangan, karena ia pun sudah memiliki perasaan yang sama dengan Aldi.


" Kamu kenapa?". Tanya Aldi.


" Ternyata perasaan ku pada mu selama ini tak bertepuk sebelah tangan Di, aku senang bisa mendengar ini langsung dari mu".


" Jadi apa kau juga mencintaiku Al?".


" Tetapi saat ini kita sudah sama-sama tahu tentang perasaan kita Al, terimakasih atas kejujuran mu. Aku mencintai mu bahkan sangat mencintai mu Al". Sambil memeluk erat gadis dihadapannya.


" Terimakasih karena sudah mencintaiku".


" Besok adalah hari kepergian ku, aku ingin hari ini bisa banyak menghabiskan waktu bersamamu".


" Kenapa kamu mengatakan kembali saat aku sedang tidak memikirkannya, apa kamu tahu begitu sakit rasanya jika kamu pergi nanti, bahkan jika dibayangkan saja aku tak bisa jika nanti aku harus menjalani hari-hari ku selama 6 tahun tanpa mu Di". Ucap nya sambil menangis, bahkan air matanya sudah tak bisa lagi dibendung.


Aldi mengusap air mata Alda kembali, menenangkan gadis yang sedang ia peluk, begitu sakit baginya melihat tangisan Alda, memang ini adalah sebuah keputusan yang berat baginya untuk meninggalkan orang-orang yang ia cintai.


" Maafkan aku Al, sungguh ini sangat berat bagiku tolong jangan menangis Al, aku tak bisa jika melihat mu seperti ini".

__ADS_1


" Apa aku harus terlihat selalu tegar, jika orang yang sangat aku cintai harus pergi jauh ke negeri orang, aku tak tau bagaimana nanati kita bisa bertemu, bagaimana jika aku selalu merindukan mu Di, aku tidak sanggup untuk memupuk rasa rinduku padamu nanti, kenapa kau sangat jahat pada ku disaat kau memberi harapan pada ku".


Aldi mendekatkan bibir nya pada mulut Alda, lalu ******* bibir Alda dengan lembut dan cukup lama, untuk menghentikan tangisan gadis dihadapannya.


Cukup lama mereka berciuman, Alda sudah sedikit tenang dan sudah tidak menangis. Tetapi ia cukup terkejut dengan yang dilakukan Aldi padanya.


Sedikit demi sedikit Alda melepaskan bibirnya yang menyatu dengan Aldi, walaupun memang ini adalah ciuman pertama nya dengan orang yang ia cintai.


" Maaf Al, itu adalah tanda jika sekarang kau adalah wanita ku, kau sekarang adalah milikku Al, dan aku mohon jika aku pergi nanti kau akan tetap setia menunggu ku".


" Aku berjanji akan setia menunggu mu Di, begitu pun dirimu kau harus berjanji untuk tetap menjaga perasaan ku disana, dan kau harus ingat untuk kembali, untuk menemui seseorang yang menunggumu disini".


" Aku pasti akan kembali setelah semua urusan ku selesai Al, jadi kau tidak perlu kuatir".


Alda tersenyum dan memberi pelukan sangat erat pada pria disamping nya, seperti tak mau kehilang seseorang yang berharga dalam kehidupannya, entah lah saat ini ia merasa bahagia atau pun sedih itu adalah urusannya.


Aldi mengeluarkan handphone nya untuk membuka sebuah Apk yang berada didalam, ia membuka kamera pada handphone nya, lalu mengajak Alda untuk berfoto bersama.


" Ayo Al aku mau kita foto berdua, untuk ku jadikan foto profil di hp ku".


" Ayo".


Setelah selesai berfoto mereka pun kembali berbincang.


" Al, apa besok kau bisa ikut untuk mengantar ku menuju bandara?".


" Hemm aku tak tau, aku belum bisa jawab hal itu Di, maaf".


" Tetapi aku harap kau bisa ikut mengantar ku Al".

__ADS_1


Alda tak menjawab karena rasanya masih terasa sesak untuk dirinya, sekarang Alda sedang merasakan saat Mama Aldi ditinggal pergi oleh Tuan Ardiantara bahkan sampai ditinggal pergi untuk selamanya pasti begitu menyakitkan. Dan ia tak mau sampai hal yang sudah terjadi sampai terjadi lagi pada orang yang ia cintai.


-Selesai😊


__ADS_2