Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 83


__ADS_3

Malam hari pun tiba, masih dibaluti dengan musim dingin yang diselimuti salju.


Aldi sudah mengajak Alda untuk makan berdua malam hari ini, ia sudah memesan restoran khusus untuk nya malam ini. Agar bisa menikmati malam dengan keadaan romantis hanya dengan sang pujaan hati.


" Sayang, apa kamu sudah siap?". Teriaknya dari balik pintu.


" Iya sebentar, aku sudah siap". Sambil membuka pintu.


" Kita pergi sekarang?".


" Ayo".


Mereka berjalan menuju pintu depan. Tanpa mereka sadara Clarisa mengikutinya dari belakang, dan menyambar lengan Aldi. Seperti tak rela jika lengan kekasihnya di gandeng oleh wanita lain.


" Kau mau kemana Kak? Mengapa kau tampan sekali hari ini?".


" Aku akan berkencan bersama Alda".


" Berkencan? Apa aku boleh ikut?".


" Kenapa? Berkencan itu hanya untuk sepasang kekasih. Kau diam di rumah dan tidur lah".


" Tapi Kak aku ingin ikut bersama mu. Aku bosan jika harus duduk diam disini".


" Jika kau bosan Riki akan mengantar mu jalan-jalan nanti".


" Tidak perlu. Aku hanya ingin bersama mu".


" Apa kau tidak lihat jika aku akan pergi bersama Alda?".


" Jadi kau tidak akan mengajak ku ka?".


" Tidak. Lagi pula mengapa aku harus mengajak mu".


" Kau berubah sekarang Kak".


" Aku tidak berubah, hanya saja saat ini ada hati yang harus aku jaga sepenuhnya".


" Mengapa kau tidak memikirkan ku juga. Apa kau tau tujuan ku datang kemari hanya untuk bertemu dengan mu".


" Lalu? Apa kau sudah bertemu dengan ku bukan".


" Iya aku bertemu dengan mu. Tetapi kau bahkan bukan seperti Kak Aldi ku yang selalu menuruti permintaan ku".


" Tidak semua yang kau pinta harus aku turuti. Ku harap kau bisa mengerti, kau bukan anak kecil lagi sekarang".


" Aku membenci mu Kak".


" Kau yakin? Kau tahu sendiri kan kata apa yang sangat tidak aku sukai?".


Clarisa menutup mulut nya. Seolah kata-kata yang baru saja ia lontarkan sangat berpengaruh besar padanya nanti. Ia berfikir Aldi akan sesegera mungkin membencinya pula.


Alda sebenarnya memang tidak menyukai Clarisa. Tetapi ia juga merasa kasihan pada nya. Ternyata sikap Aldi pada Adik angkatnya tidak seperti yang ia bayangkan barusan, ia kira Aldi akan sangat menyayangi Adik angkatnya dibanding dengan dirinya.


" Aldi, aku tak apa jika kau mengajak Clarisa".


" Tidak Al, biarkan dia berfikir. Dia sudah dewasa sekarang dan dia bukan anak kecil yang harus selalu aku turuti keinginan nya".


" Tapi kan ini hanya berkencan. Aku tak apa ko jika Clarisa ingin ikut".

__ADS_1


" Aku tak suka jika ada orang lain yang merusak acara kita. Dan satu lagi aku tak suka dibantah".


Clarisa menunduk diam. Hal yang baru saja terjadi memang murni kesalahan darinya, ia menahan air matanya yang akan menetes melihat tingkah Kaka nya yang begitu membela gadis yang baru beberapa saat dikenal nya. Padahal ia tak tahu bahwa perjuangan Aldi untuk merebut hati Alda tidak lah mudah.


Ia membenci siapapun yang membuat Kaka nya berubah, ia akan melakukan segala cara agar Aldi tetap berada disampinya. Begitu fikirnya.


Mengapa sikap Aldi seperti itu pada Clarisa. Bukan kah ia sangat menyayangi adik nya. Tetapi sekarang yang aku lihat justru Aldi lebih tegas padanya. Alda.


" Ayo kita pergi". Mengenggam lengan Alda agar segera mengikutinya. "Dan kau fikirkan kembali apa yang telah kau perbuat barusan". Ucapnya sambil menunjuk pada Clarisa.


Alda diam tak berbicara apapun. Ia tak mau jika kata-kata nya malah membuat Aldi bertambah emosi.


Di dalam mobil Alda masih diam membisu. Membuat Aldi heran dan merasa bersalah atas sikap nya barusan.


" Sayang, kamu kenapa?".


" Aku gapapa".


" Yakin? Aku tahu kamu sedang berbohong". Sambil mengusap pipi Alda.


" Kenapa sikap mu pada Clarisa seperti itu barusan?".


" Aku tak suka jika ada yang mengganggu ketenangan mu".


" Kenapa, bukannya kau sangat menyayangi adik mu?".


" Aku memang menyayangi nya. Tetapi aku tak mau bila Clarisa mengganggu mu".


" Clarisa tidak mengganggu ku ko".


" Tetapi keinginannya ikut tadi, dia sudah berniat untuk mengganggu kita".


" Kamu jangan berfikir negatif seperti itu".


" Apa dari dulu kau memang seperti ini?".


" Maksud mu?".


" Ahh tidak. Lupakan saja".


" Hemm apa sayang, apa kamu yakin?".


" Iya aku yakin".


" Baik lah, aku mencintaimu Al".


" Tak perlu aku jawab, kau sudah tau jawabannya kan?".


" Iya aku tahu. Tapi aku ingin kamu mengucapkannya lagi".


" Baiklah, aku juga mencintai mu bahkan sangat mencintai mu".


" Uhh sayang ku semakin bertambah besar pada mu". Sambil mengusap pipi Alda.


" Huh gombal".


" Aku hanya begini pada mu saja. Memang kau mau jika aku seperti ini pada orang lain?".


" Tentu tidak!".

__ADS_1


" Kenapa?".


" Mana ada seorang wanita yang tahan jika kekasih nya bermesraan dengan wanita lain. Jika kau begitu kepada orang lain aku akan sangat marah pada mu".


" Kamu bukan marah. Tapi kamu cemburu".


" Ya pasti aku akan cemburu. Kenapa, memang kamu tidak menyukai nya?".


" Aku sangat suka ketika kamu sedang cemburu sayang".


" Bagaimana jika aku bahagia, apa kau akan menyukainya juga?".


" Tentu saja. Aku pasti akan jadi orang yang sangat beruntung ketika kamu bahagia?".


" Kenapa?".


" Karena senyum mu itu bisa membuat para pria diluar sana terpesona bahkan akan sampai mati-matian untuk memperebutkan mu. Dan aku adalah orang yang paling beruntung, karena aku adalah orang yang bisa mendapatkan senyum mu".


" Hahaha sejak kapan kamu merangkai kata-kata seperti itu sih".


" Sejak aku jatuh cinta padamu".


***


Di restoran khusus yang telah dipesan oleh Aldi hanya untuk makan malam mereka berdua. Tanpa ada orang yang mengganggu di sekitarnya.


Dengan nuansa romantis yang di putar membuat suasana hangat begitu memancar. Sejak sedari tadi turun dari mobil Aldi sudah menutup mata Alda untuk memberikan kejutan yang pasti membuat nya akan mengingat hal ini untuk selamanya.


Sesampainya didalam Aldi masih memapah Alda yang berjalan dengan ditutupi oleh sehelai kain kecil.


" Aldi ada apa ini. Mengapa kau sampai menutup mata ku".


" Ikuti saja aku. Kamu akan segera mengetahuinya".


" Baik lah".


Sesampai nya ditempat yang sudah di pesan. Aldi perlahan membuka kain penutup mata yang digunakan oleh Alda sepanjang perjalanan saat turun dari mobil hingga kemari.


Saat kain penutup mata telah dilepaskan, Alda terlihat sanngat terkejut, dengan hal yang dilakukan Aldi padanya ini sangat membuatnya bahagi.


Ia menangis bahagia, ketika melihat Aldi sudah duduk berjongkok sambil menggenggam lengan nya.


" Alda, selamat ulang tahun. Aku ingin menjadi orang pertama yang mengucapkannya pada mu malam hari ini".


" Kau ingat ulang tahun ku, bahkan aku saja tidak ingat ulang tahun ku sendiri. Terimakasih banyak telah mengingat hari penting ku". Ujarnya dengan air mata berlinang.


" Tentu saja aku ingat. Karena kau sangat berharga bagiku Al, apa kau bahagia?".


" Ya, aku bahagia. Sungguh aku benar-benar bahagia". Sambil memeluk pria dihadapannya.


" Aku senang kamu bahagia, dan aku senang kamu datang kemari".


" Terimakasih banyak. Aku sangat mencintai mu".


" Aku bahkan lebih dari mencintai mu sayang. Aku ingin sesegera mungkin menghalalkan mu, tahun depan bahkan setengah tahun lagi aku akan segera menyelesaikan semuanya. Kau harus tetap menungguku ya".


" Aku pasti menunggu mu. Kau tidak perlu khawatir".


" Terimakasih sayang".

__ADS_1


Aldi, aku tak menyangka kau bisa menjadi baik seperti ini pada ku. Aku kira kita hanya akan terpatuk pada persahabatan kita. Tetapi sekarang, bahkan tanpa kita sadari, kita memiliki hubungan yang lebih dari seorang sahabat. Bahkan rasanya aku tak ingin kau sampai lepas dari genggaman ku Di, bahkan aku tak rela jika kau mencintai orang lain selain diriku dan Mama mu. Apa aku egois, tidak kan?. Alda.


-Selesai 😊


__ADS_2