
Alda memotong kue yang berada tepat di hadapannya. Aldi membantunya menyiapkan piring untuk digunakan Alda sebagai tempat.
" Aldi kue pertama ku ini aku khususkan untuk mu. Karena kamu adalah orang spesial yang telah menetap dihatiku".
" Terimakasih sayang".
" Sama-sama sayang".
Alda menyuapi kue yang telah dipotong nya kepada Aldi. Begitu pun sebalik nya ia juga menyuapi Alda kembali.
" Bagaimana apakah kau menyukai kue nya?".
" Aku sangat menyukainya, apapun yang telah kau siapkan aku pasti akan sangat menyukainya".
" Baik lah aku punya satu kejutan lagi untuk mu".
" Apa?".
" Tunggu sebentar".
" Kenapa harus menunggu?".
" Karena ini kejutan, jika kau mengetahuinya lebih dulu. Apakah itu akan disebut dengan kejutan?".
" Baik lah aku akan menunggunya".
" Sekarang ikut aku, dan tutup matamu kembali".
" Kenapa aku harus menutup mata ku?".
" Tutup saja".
Walaupun penasaran ia tetap menutup matanya. Aldi menuntun lengan Alda untuk mengikuti kemanapun ia bergerak.
" Hati-hati sayang, jalan yang kita lalui adalah anak tangga, jika kau tidak bisa menaikinya, aku akan menggendong mu".
" Kenapa kau mau menggendong ku?".
" Karena jika nanti kamu jatuh, kamu akan kesakitan. Dan jika kamu kesakitan maka aku akan merasa sangat bersalah pada mu".
" Biarkan saja aku jatuh dan kesakitan, karna kau kan yang menyuruh ku begini".
" Baiklah, tidak ada pilihan lain untuk ku menggendong gadis kecil ku".
Aldi menggendong wanita dihadapannya melewati semua anak tangga, sebab dengan mata Alda ditutup, ia tak ingin gadis yang ada dihadapannya terjatuh bahkan sampai kesakitan. Jika Alda kesakitan ia pasti yang akan lebih terluka. Begitu bayangnya.
" Aldi badan ku berat. Kau bisa menurunkan aku saja".
" Tidak, tapi kau hanya sedikit berat saja haha, walaupun begitu aku tetap suka menggendong mu seperti ini".
" Tuh kan aku berat". Sambil memanyunkan bibir nya.
" Tidak sayang, kamu tidak berat".
__ADS_1
" Baik lah terserah dirumu saja, tapi kamu bilang seperti ini hanya untuk membuat ku bahagia saja kan?".
" Tidak sayang, aku berkata jujur. Kamu sangat ringan, di rumah apa kamu makan? Kenapa badan mu ringan seperti ini".
" Hemm kamu sedang menghina ku sekarang?".
" Tidak. Aku sedang bertanya pada mu".
" Jika kau bertanya seperti itu, kamu seperti sedang menghina berat badan ku Tuan Aldi".
" Aku tidak menghina. Terserah kamu saja sayang, aku akan mendengar ocehan mu sekarang".
Alda terus saja mengoceh. Entah dari mana ia belajar, tetapi Aldi sangat menyukainya. Ia membiarkan wanita yang sedang berada dalam gendongannya berbicara terus menerus, tanpa ia menjawab sedikit pun.
" Shuttt. apa sudah cukup kamu berbicara? Kita akan segera sampai".
" Baiklah, baiklah".
Mereka sampai dilantai atas. Sudah berada beberapa orang yang sudah bersedia diposisi nya, untuk ikut memberikan kejutan luar biasa malam ini.
Aldi menurunkan Alda yang masih di gendong nya. Ia juga memberi intruksi pada orang-orang yang sudah menyiapkan semuanya. Ia mulai menghitung mundur dan melepaskan kain penutup mata secara perlahan.
Suara kembang api bergemuruh. Begitu indah menghiasi langit, dengan tulisan merangkai kata-kata. "I LOVE YOU ALDA". Sungguh sangat indah, ini adalah pertama kali ulang tahunnya di buat begitu sepesial oleh orang yang sangat spesial.
Ia menangis, sebab orang-orang terdekat nya pun ikut merayakan hari ulang tahunnya. Dimalam yang indah dan malam yang spesial ini, ia tak akan mudah untuk melupakannya. Ia akan mengingat ini disepanjang hidupnya.
" Aldi terimakasih atas segalanya. I Love You To". Sambil memeluk peria disampingnya.
" Ehemm.. Apa kalian sudah selesai? Btw selamat ulang tahun ya Al. Semoga hubungan lo sama Aldi tetap seperti ini sampai kalian menikah nanti". Ucap Keysa sambil memeluk Alda.
" Al, selamat ulang tahun ya. Aku seneng karena ikut merayakan di hari spesial kamu ini".
Alda menangis haru, melihat teman-teman nya dengan kompak mempersiapkan hari ulang tahun nya yang ke 24.
Aldi sengaja hanya mengundang teman-teman terdekat saja. Karena ia tahu bahwa Alda tidak terlalu menyukai hal-hal yang mewah. Ia tahu bahwa Alda akan senang jika hari ulang tahunnya ini hanya dirayakan oleh orang-orang terdekatnya.
" Al, selamat ulang tahun ya. Doa yang terbaik untuk lo. Dan semoga lo dengan Tuan Aldi bisa secepatnya menuju jenjang yang lebih serius". Ucap Riki yang baru saja datang.
" Aamiin, terimakasih banyak karena sudah mempersiapkan ini semua. Aku mencintai kalian semua".
Saat Alda mengucapkan kalimat mencintai semua orang, tiba-tiba muka Aldi yang berdiri bersebelahan dengan nya berubah menjadi kesal. Seperti tak terima jika Alda mencintai semua orang, ia kira gadis disamping nya itu hanya mencintai dirinya.
Alda yang melihat muka kesal Aldi akhirnya tertawa, karena tak kuasa melihat muka tampan Aldi yang sedang cemberut. Ia tahu bahwa Aldi pasti sedang cemburu dengan perkatannya barusan.
" Hahahaha kamu itu lucu banget sih. Kenapa kamu cemberut gitu sih?". Ucapnya sambil tertawa.
" Tidak. Memang kenapa, tidak ada yang salah dengan muka ku kan?".
" Hahaha baik lah akan aku jelaskan. Aku mencintai semua orang sebagai sahabat ku. Dan aku mencintai diri mu sebagai kekasih ku sayang".
Muka Aldi mulai tersipu malu, saat mendengar perkataan Alda yang tidak ia sangka. Ia merasa senang, karena kesenangannya membuat dirinya menjadi merah padam.
" Muka mu kenapa sayang, apa kamu senang aku mengucapkannya?".
__ADS_1
" Muka ku tidak kenapa-kenapa, memang ada apa dengan muka ku?".
" Muka mu merah".
" Apa?". Sambil berjalan menuju kaca yang berada dekat disampingnya.
" Hahaha Aldi kau pasti sangat menyayangi Alda kan. Hingga kamu bisa bertingkah seperti itu". Tambah Keysa sambil tertawa.
" Kau benar, tidak biasanya Tuan Aldi bertingkah seperti ini". Tambah Riki menertawai Tuannya.
" Awas saja kau Rik. Aku akan membalas mu".
" Haha maafkan saya Tuan".
Alda hanya menyimak, lalu menambahkan perkataan yang membuat Riki dan Keysa menjadi tidak bisa berbicara lagi, tetapi mereka tetap mempertahankan argumen mereka.
" Lalu kapan kalian akan memiliki kekasih? Apa kalian tidak bosan menjomblo terus?".
" Aku". Ucap mereka berbarengan.
" Cie kalian aja bicara bisa barengan gitu. Aku yakin kalian pasti bakalan jodoh loh".
" Haha ga mungkin lah. Masa gue jodoh sama orang tomboy kaya dia". Ucap Riki, malam ini Riki terlihat jauh berbeda dari biasanya. Karena bukan jam kerja ia bisa berubah menjadi dirinya yang ramah. Tapi hanya kepada segelintir orang saja.
" Emang gue mau sama lo apa? Gue juga gamau kali sama orang nyebelin kaya lo".
" Hahaha kalian udah cocok ko. Jangan bilang gitu loh gimana kalo suatu saat nanti kalian akan saling mencintai seperti aku dan Aldi".
" Gamungkin". Ucap nya berbarengan.
" Mustahil". Ucapnya berbarengan kembali tetapi dengan tingkah yang berbeda. Dengan muka yang sama-sama dingin.
" Cie cie kalian aja dari tadi bicara barengan ko. Gimana kalo takdir kalian nanti benar-benar berjodoh loh".
" Udah Al, jangan godain mereka kasian. Kita doain aja ya, lagian Riki masi belum aku izinin untuk punya kekasih ko. Karena Riki masih harus menjalani tugasnya".
" Tapi kan suatu saat nanti Riki pasti akan menikah juga".
" Udah Al, jangan bahas itu lagi. Ngeri gue dengernya". Tambah Riki.
" Gue juga sama kali". Teriak Keysa.
Dalvin mendekat. Menambah perbincangan malam ini, semakin mencair karena perkataan yang ditambah Dalvin membuat semua orang tertawa.
" Kalian bahas kaya gini. Terus apa daya gue sekarang yang masi menjomblo". Ucap Dalvin mencairkan suasana.
" Vin dari pada lo jomblo. Mending deketin aja si bibi yang ada di apartemen gue. Dia janda tuh haha". Ucap Aldi diiringi tawa.
" Dari pada gue deketin si Bibi, mending gue deketin anak nya kali. Haha".
Suasana semakin mencair. Tidak ada lagi rasa kaku diantara mereka, ulang tahun Alda kali ini membuat persahabat mereka bisa membaik kembali. Sudah lama hubungan mereka renggang. Hingga akhirnya malam ini semua orang kembali menikmati malam dengan senyuman.
-Selesai 😊
__ADS_1