Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 33


__ADS_3

Di sekolah, kini pembelajaran segera di mulai. Setiap guru memasuki kelas mengajar masing-masing.


Bu Tasni, yang mengajar di kelas Alda kini telah masuk ke dalam ruangan. Sebelum pembelajaran di mulai Beliau memberikan informasi penting bagi seluruh siswa yang berada didalam kelas.


" Selamat pagi anak-anak". Seru Bu Tasni.


" Pagi Bu". Balas siswa.


" Ibu ada pengumuman penting untuk kalian. Oh iya sebelumnya alasan kemarin kalian di pulangkan cepat, karena semua guru mengikuti rapat. Rapat tersebut membahas mengenai acara camping untuk seluruh murid kelas 2. Acara tersebut akan dilaksanakan dua hari lagi. Jadi tolong kalian persiapkan semuanya dengan sebaik mungkin, terutama jaga kesehatan kalian mulai dari sekarang.


" Horee!". Suara siswa bergemuruh.


" Oh iya, satu lagi, untuk pembagian kelompok bisa bergabung dengan kelas lain, itu untuk melatih kalian supaya bisa bersosialisasi antar setiap kelas". Jelas Bu Tasni.


" Yesss, akhirnya. Semoga aja bisa satu kelompok dengan Aldi".


" Ahhh seneng banget, berharap gue bisa satu kelompok dengan cowo ganteng kaya Aldi".


Begitu lah suara siswa, saat mendapat informasi mengenai kelompok dengan kelas lain.


Bahagia, penuh harapan agar bisa satu kelompok dengan orang yang mereka kagumi.


" Untuk Alda nanti setelah jam pelajaran Ibu, tolong ikut Ibu ke ruang guru ya". Ucap Bu Tasni.


" Siap, Bu". Balas alda.


Setelah memberi informasi, Bu Tasni pun segera memulai pembelajaran.


**


" Dalvin, mau kemana?". Tanya Alda, saat bertemu Dalvin di koridor depan ruang guru.


" Mau ke ruang guru al, kamu mau kemana?". Tanyanya kembali.


" Sama, aku di suruh Bu Tasni untuk ke ruang guru vin". Balas alda.

__ADS_1


" Yaudah ayo". Ajak dalvin.


Mereka pun bergegas menuju ruang guru. Setelah sampai di dalam ruangan, Bu Tasni pun memberi perintah untuk masuk ke dalam ruang kepala sekolah.


Tok, tok, tok


Suara ketukan dari balik pintu.


" Assalamualaikum Bu". Seru alda saat mengetuk pintu.


" Waalaikumsalam, silahkan masuk nak". Jawab Ibu Kepala sekolah yang sedang duduk di balik meja.


" Terima kasih Bu". Ucap alda, lalu duduk bersebelahan dengan dalvin.


" Mohon maaf bu, sebelumnya kenapa kami di perintahkan kemari?". Tanya dalvin sopan.


" Baik Ibu mulai, alasan kalian di perintahkan untuk datang kemari, karena kalian terpilih menjadi ketua panitia di acara camping sekolah kali ini". Jawab Ibu Kepala Sekolah. " Saat rapat kemarin guru-guru banyak sekali yang meminta kalian untuk menjadi ketua panitia siswa. Kalian juga tidak perlu khawatir, karena anggota OSIS juga akan membantu kalian. Apa kalian siap, mengemban amanah dari panitia guru?". Tanya Ibu Kepala sekolah.


Mau bagaimana lagi jika sudah terpilih, mereka tak bisa menolak. Karena ini sudah berhadapan langsung dengan Ibu Kepala Sekolah sendiri. Begitu fikir mereka.


" Baik, terima kasih sebelumnya. Untuk Alda nanti bertanggung jawab menjadi ketua putri, dan dalvin menjadi ketua putra. Apa ada yang mau ditanyakan?". Tanya nya kembali.


" Baik, Bu, sudah cukup". Ucap nya bersamaan.


" Baik, terima kasih, untuk pembagian kelompok, nanti akan di atur oleh Bu Tasni dan Pak Rudi". Ucapnya. " Jika ada sesuatu, kalian bisa hubungi mereka berdua".


" Baik, Bu".


Setelah selesai berbincang dengan ibu kepala sekolah, mereka pun kembali ke kelasnya masing-masing. Sebenarnya tugas ini sangat berat untuk mereka, tetapi mau bagaimana pun ini adalah kewajiban pada sekolah yang harus mereka kerjakan.


" Semangat Al, kita harus semangat". Seru dalvin, " aku juga seneng bisa bareng kamu Al".


" Iya Vin semangat ya". Jawab nya sambil melempar senyuman.


Setelah saling menyemangati merekapun berpisah dan kembali ke dalam kelas nya masing-masing.

__ADS_1


**


Pulang sekolah, kini jadwal Ekskul 1 untuk berkumpul. Anggota dari Ekskul 1 sudah berkumpul hampir semuanya, tetapi hanya tinggal Alda dan Dalvin yang belum terlihat batang hidung nya. Sebab jika tidak ada mereka Ekskul 1 tidak bisa memulai kegiatan, karena mereka adalah bagian kepala di Ekskul ini.


Di ruang guru, Alda dan Dalvin masih sibuk untuk membuat jadwal kegiatan untuk acara camping, di bantu dengan Bu Tasni dan Pak Rudi. Tetapi mereka berusaha untuk segera menyelesaikannya dengan cepat, agar mereka bisa cepat berkumpul dengan Ekskul 1.


Akhirnya, setelah 15 menit, mereka pun selesai membuat jadwal kegiatan. Sungguh sangat memusingkan dan melelahkan, tetapi bagaikan tantangan untuk mereka melakukan tugas ini.


Setelah dianggap selesai, mereka pun pergi bersamaan menuju Ruang Ekskul 1. Di perjalanan menuju ruangan, mereka menghabiskan waktu nya dengan obrolan dan diselingi oleh sedikit candaan, tak terasa, dengan banyak mengobrol, akhirnya mereka sampai.


Ntah mengapa hanya satu orang diantara anggotanya, yang merasa tidak nyaman, saat melihat Alda tertawa bersama pria lain. Walaupun ia tahu, bahwa pria yang bersama Alda adalah dalvin, orang yang termasuk sahabat Alda.


Kenapa gue ga suka, liat dia bareng cowo, selain gue!. Aldi


Ucap aldi bergemuruh dalam hatinya, seperti ada api yang berkobar membakar perasaannya. Aldi mengepalkan tangannya, tetapi ia sadar bahwa ia bukan orang yang berarti dalam kehidupan alda.


Ah kayanya gue harus pergi dari sini, gue gamau liat Alda lebih bahagia dengan orang lain selain gue!.


Tak biasanya Aldi bersikap seperti ini. Sepertinya ia harus menenangkan fikirannya, ia harus menyadari kenyataan bahwa Alda bukan miliknya, tidak ada ikatan apapun melainkan hanya sebatas sahabat. Ia tak boleh egois, karena Alda bebas menentukan hidupnya.


Aldi pun pergi meninggalkan ruangan, tanpa sepatah kata pun. Alda bisa melihat dari raut wajah Aldi, ia terlihat kesal. Tetapi ntah apa sebabnya yang membuat Aldi menjadi seperti itu.


Alda, mengejar Aldi yang tiba-tiba pergi begitu saja, untuk mengetahui, mengapa ia pergi tanpa sepatah katapun.


" Aldii". Panggil Alda dari belakang. Yang dipanggil tak merespon, ia berjalan bertambah cepat agar bisa menjauh. " Aldi stop! kamu kenapa sih?". Teriaknya. Aldi pun menghentikan langkahnya, lalu Alda bergegas menghampiri.


" Gue ga apa-apa, cuman ada yang salah aja sama otak gue". Balas Aldi tanpa menatap Alda.


" Kamu kenapa sih? apa aku buat kesalahan, atau ada yang bikin kamu ga nyaman di?". Tanya alda.


" Engga ko, lo balik duluan aja ke ruangan. Gue mau sendiri dulu, ntar gue nyusul". Ujar Aldi dingin.


" Tapii..". Belum selesai ia berbicara, Aldi sudah pergi mendahuluinya.


Alda kembali ke dalam ruangan dengan perasaan yang tak menentu. Ia merasa ada yang aneh dengan sikap Aldi, tetapi ia tak tahu apa sebabnya. Ia merasa baru menemukan kembali sosok Aldi, ia merasa asing saat Aldi berbicara dengan nada yang dingin. Karena sudah lama Aldi tidak pernah bicara dengan nada datar seperti itu.

__ADS_1


-Selesai😊


__ADS_2