
Setelah kepergian Tuan Ardiantara ke luar negeri, itu membuat semua orang menjadi sangat terpukul, Nyonya Ardiantara bahkan sangat sedih dan terpukul. Ia merasa kehilangan sosok Suaminya yang selalu menemaminya.
Sementara Aldi, ia sangat kehilangan sosok seorang Ayah yang selalu menemaninya, yang selalu mengerti keluhan nya, dan orang yang paling berarti dalam kehidupannya.
Satu tahun telah berlalu, saat ini Aldi menjalani semua tugas dari Papa nya dengan baik, ia juga terlihat baik-baik saja didepan orang lain, terutama pada keluarganya, walaupun diri nya sangat terpuruk dengan rasa sedih atas kepergian Papa nya.
Beruntungnya ia memiliki sahabat seperti Alda, yang selalu menemaninya dan menghiburnya disaat terpuruk sekalipun, itu membuat hati nya merasa sangat tenang jika Alda selalu ada disampingnya.
" Aldi jangan sedih ya, aku gamau liat kamu sedih".
" Engga ko, aku baik-baik aja Al".
" Hemm masa sih, tapi kenapa kamu diem aja dari tadi?".
" Masa sih?".
" Ko malah tanya balik sih".
" Hemm aku rindu Papa Al, menurut mu Papa sedang apa disana?". Sambil menatap langit.
" Mungkin Papa mu juga sedang merindukan kamu dan keluarga mu disana".
" Hemm kamu bener Al, sudah satu tahun Papa pergi, Papa pasti merundakan kami disini".
" Pasti itu, kamu harus sabar ya. Papa mu kan pulang tahun depan". Sambil mengenggam lengan Aldi.
" Satu tahun itu bagi ku masih lama Al".
Alda tak menjawab, ia melepaskan genggamannya, lalu menatap langit.
Jika aku ada diposisi nya sekarang, aku pasti akan sangat terpuruk juga kan, tapi tugas ku sekarang adalah berusaha membuat Aldi tidak terpuruk dengan rasa sedih nya kan?". Alda.
" Kamu kenapa?". Tanya Aldi sambil mengernyitkan dahinya.
" Ga apa-apa, oh iya nanti malem ayo kita pergi ke pasar malam".
" Hemm kamu mau kesana?".
" Iya kan aku ajak kamu".
" Boleh".
" Tapi kamu ga sibuk kan?".
" Engga, kantor Papa udah aman ko".
__ADS_1
" Oke, nanti aku tunggu kamu dirumah ku ya".
" Oke".
Alda pun beranjak pergi meninggalkan sahabat nya yang masih terdiam, karena teman-temannya sudah memanggil nya untuk pergi kedalam kelas, karena ia juga sibuk untuk mempersiapkan ujian nya nanti.
" Lo mau kemana?". Menarik lengan Alda lalu mendongak ke atas, menatap Alda.
" Yah bahasa nya balik lagi deh". Sambil cemberut.
" Maaf aku lupa, kamu mau kemana?".
" Yah mau ke kelas lah, memang kemana lagi?". Nada nya sudah mulai kesal.
" Jangan ngambek dong". Berdiri lalu menyentuh hidung Alda dengan jarinya, "udah jelak, nanti nambah jelek lagi tau".
" Ih kamu mulai lagi deh, udah minggir aku mau ke kelas". Sambil mendorong tubuh Aldi agar ia tidak menghalangi.
" Yaudah sana pergi, gausah balik lagi!". Mendengus kesal.
Lah ko dia malah marah balik sih, kenapa sih orang itu, kumat lagi deh sifat kekanakan nya. Alda.
" Ko jadi kamu yang marah sih, seharus nya aku kan yang marah?".
" Aldi kan aku mau mempersiapkan untuk ujian nanti".
" Iya iya kamu kan anak yang rajin aku sampai lupa". Sambil menatap ke arah Riki yang selalu mengawasi nya. "Rik kemari, ayo kita pergi".
Riki menghampiri dan berjalan berdampingan dengan Aldi.
" Aldi ko kamu marah sih".
Aldi tak menjawab, sebab ia ingin melihat ekspresi bingung Alda kali ini.
" Yaudah deh kalo kamu gamau jawab, aku pergi".
" Hemm". Sambil tersenyum masam.
***
" Aldi kenapa sih, harus nya kan dia tau kalo aku juga punya urusan lain, urusana ku kan bukan cuman temenin dia aja, hiks". Gumam gumam kecil, tetapi yang bisa mendengar hanya dirinya sendiri.
" Terserah lah kalo dia mau marah, aku ga peduli".
Tapi kalo misalkan Aldi marah, kan nanti bisa panjang urusannya. Gimana kalo misalkan dia beneran marah, gimana jika dia punya sahabat wanita pengganti ku, aaaaa ga mungkin. Stop hati, kenapa sih kamu nakutin aku, kamu kan hati ku, kenapa kamu ga berpihak pada ku sih, udah cukup hati jangan nakutin aku lagi, kalo kamu masih gitu, kamu keluar aja dari daftar organ tubuh ku sana. Alda.
__ADS_1
Tiba-tiba suara dari arah pintu terdengar seperti memanggil nama nya, ternyata benar orang-orang memanggilnya dari luar, karena ada seseorang yang mencari keberadaan nya.
Alda menghampiri orang yang mencari nya, orang itu adalah Riki, sang pengawal pribadi Aldi.
" Riki, ada apa?".
" Al, bisa keluar dulu sebentar?".
" Hemm ada apa?".
Ia pun keluar, lalu duduk di atas kursi depan kelas nya.
" Al gue mau kasih pesan dari Aldi buat lo, dia bilang maaf pulang sekolah dia gabisa anter lo, karena hari ini dia hanya setengah hari disekolah dan langsung pergi ke kantor, karena ada sedikit masalah disana".
" Oh gitu, yaudah ga apa-apa Rik, tapi dia masih marah ga sama aku?".
" kalo saya boleh kasih bocoran, sebenarnya Tuan Aldi itu tidak bisa marah kepada orang yang sudah ia sayangi". Ucap nya sambil tersenyum kecil. "Oh iya, dia bilang nanti malem dia jemput lo kerumah".
" Oke bilangin sama dia, aku tunggu kedatangannya, makasih ya Rik".
Riki tak menjawab, ia melangkah pergi meninggalkan Alda, untuk menyusul Tuannya yang sudah berada dikantor, sebab sekolah memperboleh kan mereka berdua untuk menyelesaikan urusannya dikantor Tuan Ardiantara.
***
Aldi telah tiba didepan rumah Alda, ia memparkirkan mobil nya tepat didepan rumah, lalu keluar dari mobil untuk mengetuk pintu rumah Alda.
Tok, tok, tok
Suara ketukan pintu tiga kali, seorang gadis cantik yang memakai baju kemeja berwarna navy membuka pintu, ia terkejut melihat orang yang datang, mau bagaimana pun orang yang baru saja mengetuk pintu tetap tampan, meskipun memakai pakaian apapun.
" Alda, kamu cantik banget hari ini".
" Hemm kamu juga tampan Di".
" Itu mah aku udah tau dari dulu kali Al, hemm yaudah ayo, mana Ayah dan Ibu mu?".
" Ayah dan Ibu lagi pergi keluar, lagian aku uda izin ko, kalo aku mau pergi sama kamu".
" Oke, ayo Al".
Sepanjang perjalanan menuju pasar malam, Aldi menyalakan lagu agar suasana di mobil tidak terlalu hening, karena Alda terlelap tidur begitu saja didalam mobil, mungkin ia sangat kelelahan. Dan ia memaksakan diri untuk pergi bersama Aldi, hanya untuk membuat sahabat nya terus bahagia dan tidak terpuruk lagi karena merindukan Papa nya.
Tuhan terimakasih karena kau telah memberikan seorang sahabat seperti Alda, aku akan terus melindungi nya sampai kapanpun, atau sampai mati sekalipun aku akan tetap melindungi nya, dan tak akan membuat nya bersedih. Aldi.
-Selesai😊
__ADS_1