Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 88


__ADS_3

Alda sedang merapikan pakaian ke dalam koper untuk kepulangannya besok pagi.


Aldi yang baru saja datang kedalam apartemen, langsung pergi untuk menemui Alda didalam kamarnya.


" Sayang kenapa kamu ga bilang kalo besok kamu akan kembali?". Ujar nya sambil membuka pintu kamar tanpa izin.


" Maaf Aldi, tadi pagi sebenarnya aku mau bilang. Tapi mood kamu sedang tidak bagus. Makannya aku belum mengatakannya". Jelas Alda.


" Baik lah, jadi kau tidak akan menunggu ku sampai aku kembali?".


" Tidak. Jika aku menunggu mu entah kapan aku akan pulang".


" Aku akan kembali hari rabu depan bodoh!".


" Apa kau bilang? Bodoh! Huh dasar menyebalkan".


" Maaf kan aku sayang, rabu depan aku akan kembali. Jadi apa kamu tidak mau menunggu ku?". Sambil mengusap kepala gadis didepannya.


" Tidak, rabu depan adalah sidang skripsi ku. Aku akan menunggu kepulangan mu disana".


" Baik lah. Tapi jika kamu sudah disana, kamu harus ingat kalo kamu punya aku disini".


" Iya aku pasti ingat".


" Satu lagi, selama aku tidak bersamamu, kamu harus bisa menjaga dirimu baik-baik. Jika aku sudah disana aku tak akan membiarkan mu terluka oleh siapapun".


" Iya sayang, aku pasti akan jaga diri ku ko".


" Tunggu kepulangan ku ya. Aku sangat mencintai diri mu". Sambil menyentuh pipi Alda dengan lengannya.


" Aku juga mencintaimu". Ucapnya menyentuh lengan Aldi.


" Ehemmm, apakah perbucinan kalian sudah selesai?".


Ucap Keysa membuat mereka menatap kearah nya.


" Hahaha kenapa? Lo ngiri kan karena lo jomblo". Ucap Aldi diiringi tawa.


" Wahai manusia bucin. Bukannya gue ngiri, tapi bisa kan kalian bantu gue buat bersihin ruangan sebesar ini?".


" Wahai manusia jomblo, kenapa lo repot-repot bersihin ruangan. Disini kan ada Bibi, dia yang bakal bersihin. Kalian kemasin aja pakaian kalian".


Keysa menepuk kepalanya, merasa kesal dengan pernyataan Aldi.


" Ampun ya orang kaya satu ini, kalo punya tangan dan kaki itu selama kita bisa kenapa ga ngerjain sendiri coba?".


" Kerjain sendiri selama punya tangan dan kaki, terus kenapa lo minta bantuan kita?". Ucap Aldi dengan muka yang menjengkelkan bagi Keysa.


" Yaelah, maksud gue selama kita ada disini kenapa harus sama Bibi. Kesian dia udah seharian bersih-bersih disini".


" Itu memang tugas Bibi".


" Ahh udah lah ga pernah menang gue berdebat sama lo". Ucap Keysa geram.


Alda yang berada dipertengahan orang yang sedang berdebat itu menghentikan keduanya.


Alda mengerti maksud Keysa, ia hanya ingin meminta bantuan selama mereka masih tinggal disini. Ia kasian pada Bibi yang sudah seharian membersihkan apartemen Aldi, ia pasti sangat kelelahan walaupun memang Aldi membayar pekerjaan Bibi.


" Aldi ayolah bantuin kita, kita mau bersih-bersih disini. Ayo demi aku, kamu mau kan?". Ucap Alda sambil menggenggam lengan pria dihadapannya.


" Yaudah demi kamu aku mau bantu ya".


" Oke, makasih ya".

__ADS_1


" Hemm".


Seorang Tuan Aldi yang sangat dingin dan kejam sekalipun bisa luluh dengan seorang wanita. Kau memang sangat hebat Nona. Bibi.


" Permisi, apa ada yang bisa saya bantu Tuan". Ucap Bibi sambil mengetuk pintu.


" Tidak, beristirahat lah. Biar aku yang membantu mereka".


" **, tapi Tuan ini tugas saya". Ucap nya gugup.


" Saya tidak suka mengulang, dan kembali lah beristirahat".


" Bibi kembali lah beristirahat. Tuan Aldi akan membantu kami membereskan kamar, kau tidak perlu kuatir". Ujar Alda.


" Baik Tuan, Nona. Kalo begitu terimakasih, saya permisi".


" Sama-sama, selamat beristirahat Bibi".


" Baik Nona".


Alda merasa sikap Aldi masih sama seperti dulu. Ia kira Aldi sudah berubah selama disini, tetapi ia mengerti mau bagaimanapun sikap seseorang ia pasti tetap pada sifat yang ada pada dirinya sendiri.


Aldi membantu membersihkan perlengkapan Alda hingga selesai dikemas. Malam telah larut, sekarang saatnya untuk nya kembali ke kamar dan beristirahat.


" Kamu sangat lelah, terimakasih sudah membantu kami".


" Apapun untuk diri mu, aku akan melakukan apapun".


" Terimakasih, aku sangat bahagia bisa memiliki mu".


" Aku juga sangat bahagia, beristirahat lah. Jangan sampai kamu tertinggal pesawat besok". Sambil mengecup kening Alda.


" Besok kamu akan mengantarku ke bandara kan?".


" Kenapa?". Ucapnya sedih.


" Maksud ku tidak akan aku lewatkan untuk mengantar mu besok".


" Dasar kamu ini, bikin orang sebel aja".


" Hahaha tapi kamu sedih kan kalo besok aku engga anterin kamu ke bandara?".


" Yahh hemm".


" Yaudah kamu tidur sana, selamat beristirahat ya". Sambil meninggalkan Alda.


***


Pagi hari tepatnya di bandara. Alda dan teman-teman nya sudah siap untuk berangkat, penerbangan pun sebentar lagi akan dilakukan.


Tetapi entah mengapa rasanya Alda tak ingin berpisah kembali dengan Aldi. Ia menangis saat akan pergi, tak mau berpisah lagi dengan pujaan hatinya. Tetapi ini harus dilakukan bukan, toh mereka akan segera bertemu kembali minggu depan.


Demi membangun sebuah impian, mereka harus bisa bersikap profesional. Mereka tak bisa menuruti hawa nafsu mereka untuk terus bersama.


" Jaga diri mu baik-baik, aku akan segera kembali kesana". Ucap Aldi sambil mengusap rambut Alda. "Vin, Key, tolong jaga Alda. Jangan sampai ada seorang pun yang sakitin dia, kalo sampai Alda terluka oleh seseorang tolong lapor ke gue, orang itu akan berhadapan langsung sama gue".


" Siap Di, segera kembali dan segera selesaikan urusan lo disini, Alda membutuhkan lo". Ujar Dalvin.


" Itu pasti. Jaga diri kalian baik-baik, jangan lupa kabarin gue kalo kalian udah sampai".


" Siap. Kita berangkat ya, oh iya Di saat nanti lo udah kembali di Negara XX, jangan sampai lo lupain kita. Karena gue tau pasti akan banyak orang yang nyambut kepulangan lo nanti, lo akan jadi orang besar dan terpandang. Jadi jangan sampai lo lupa sama sahabat-sahabat lo ini". Ucap Keysa penuh penegasan.


" Kalian tenang aja, kalian yang udah suport gue dari nol. Gue gaakan sampai lupain kalian, bahkan kalo Dalvin mau, dia juga bisa kerja di kantor gue". Sambil menatap Dalvin.

__ADS_1


" Hah, lo serius? Disaat banyak orang yang pengen banget masuk Kantor milik lo, lo justru nawarin gue buat kerja disana? Memang sepercaya itu lo sama gue?".


" Lo bisa hubungi Riki untuk info selanjutnya". Ujar Aldi "oh iya itu pun setelah lo udah lulus kuliah ya".


" Siap Di, makasih banyak atas penawaran lo. Orang tua gue pasti bangga kalo gue masuk Militer, apalagi itu adalah Kantor terbesar di Negara kita". Ujar Dalvin senang.


" Tapi gapapa kan kalo lo harus sama kaya yang lain, ikut tes dan sebagainya, gue juga harus adil. Tapi lo punya bakat, dan gue yakin lo bisa Vin".


" Lo nawarin ini pun gue udah seneng Di, makasih banyak. Gue akan berusaha semampu gue untuk bisa masuk kesana, dan gue gaakan kecewain lo".


" Oke, semangat Vin".


" Nah gitu dong akur, seneng kan gue liat nya. Kalo kita udah sukses nanti, jangan sampai saling melupakan ya. Kita harus tetep kaya gini". Tambah Keysa.


" Itu pasti".


" Makasih temen-temen, aku bangga punya sahabat seperti kalian".


" Kita juga bangga ko Al, karena sekarang kita bisa akrab kaya gini".


" Oh iya, kita tunggu disana ya. Dan kita kasih kalian waktu untuk ngobrol walaupun tinggal sisa beberapa menit lagi".


" Oke, makasih Key".


Keysa, Dalvin dan Riki pergi meninggalkan Alda berdua dengan Aldi. Memberi kesempatan agar mereka bisa mengobrol.


" Jangan nangis Al". Ujar Aldi.


" Aku sedih harus pergi dari kamu, gatau kenapa aku ngerasa tenang saat kamu selalu ada disamping ku. Mungkin untuk beberapa minggu aku harus menunggu kedatangan mu kembali".


" Jangan sedih Al, aku akan segera kembali. Semangat ya untuk sidang mu nanti".


" Huaaa, cepat lah kembali dan penuhi janji-janji mu".


" Aku akan segera memenuhi janji ku. Ini untuk mu tolong simpan ini baik-baik ya". Sambil mengeluarkan sebuah kotak dari saku celana nya.


" Apa ini?".


" Kamu bisa membukanya nanti saat kamu sudah sampai".


" Baik lah, terimakasih banyak". Ucapnya sambil memeluk Aldi.


" Sama-sama, jaga dirimu dan tolong sampaikan rindu ku untuk keluarga ku dan keluarga mu disana".


" Baik lah, aku akan sampaikan".


" Terimakasih, I Love You Al".


" I Love You To. Aku pergi, dan tolong jaga dirimu disini".


" Itu pasti, udah jangan nangis". Ucapnya melepaskan pelukannya dan menghapus air mata yang mengalir dari pipi Alda.


Keysa dan Dalvin berteriak untuk memanggil Alda, karena pesawat sebentar lagi akan segera berangkat.


" Alda ayo buruan". Ucap keduanya.


" Iya". Balas Alda.


Alda segera pergi, namun Aldi menarik lengannya lalu mencium kening Alda.


" Hati-hati sayang".


Alda tersenyum, lalu pergi meninggalkan Aldi. Menghampiri teman-temannya yang sudah menunggu. Ia melambaikan tangan dan masuk kedalam pesawat.

__ADS_1


-Selesai 😊


__ADS_2