
Pengacara dan Ayah Riki telah menunggu Aldi di ruang tengah untuk menjemput nya menuju kantor. Karena hari ini adalah hari yang sangat penting untuk mengumumkan penerus yang akan menjadi seorang pemimpin selanjutnya.
Aldi keluar dari kamar untuk menemui kedua orang yang sedang menunggunya, Nyonya Ardiantara beserta Fahri pun hari ini diharuskan mengikuti seluruh rangkaian acara penyerahan penerus tahta kepada putra nya.
Momen yang dimana seharusnya seseorang merasa bangga karena bisa diangkat menjadi seorang pemimpin, justu bukan hal yang harus dibanggakan untuk Aldi, karena dengan diangkat nya menjadi seorang pemimpin adalah hal berat yang harus ia ambil.
Ini adalah langkah awalnya, tetapi ia juga harus mengikuti pelatihan mulai esok dan 6 tahun kedepan, bisa dibilang ia sedang ber sekolah kembali untuk mematangkan kemampuannya sebagai seorang pemimpin. Sebenar nya walaupun Aldi tak mengikuti pelatihan pun kemampuan kepemimpinan nya sudah sangat baik, tetapi mau tidak mau ini memang sudah menjadi ketentuan dan kebijakan dari almarhum Papa nya.
" Baik Tuan, apa anda sudah siap?". Tanya Pengacara.
" Iya". Balasnya singkat
" Mari Tuan kita berangkat sekarang, karena orang-orang sudah menunggu anda hari ini".
Aldi tak menjawab, ia pun berjalan menuju mobil yang sudah disiapkan, diikuti dengan Mama dan Adiknya dari belakang.
Mobil telah melaju menuju kantor, Aldi masi terdiam dan tak mengatakan apapun karena fikirannya masih belum sepenuh nya tersadar dengan adanya dunia nyata yang begitu pahit untuk ia jalani nanti.
Tetapi itu tak menutup kemungkinan, kelak ia akan mendapat kan hasil yang manis dari kerja keras nya selama ini.
***
Di ruang aula semua orang menyambut kedatangan Aldi, dengan senang mereka menanti kehadiran orang terhormat setelah kepergian Tuan Ardiantara.
Sambutan atas kedatangan Aldi pun dimulai, acara demi acara pun terus berjalan dengan khidmat. Hingga sampai lah pada acara inti, dimana pergantian penyerahan jabatan yang akan segera berpindah tangan kepada penerus selanjutnya.
Aldi maju ke depan, untuk mengucap kan beberapa kata yang harus disampaikan, karena sekarang ia adalah seorang pemimpin. Saat ia maju kedepan, semua orang memandang nya dengan kagum karena ketampanan nya bisa membuat semua orang terpukau, ditambah dengan style yang di gunakan Aldi, membuat ketampanan semakin nya bertambah.
__ADS_1
Aldi berbicara dengan lantang, meminta anak buah nya untuk bisa bekerja sama dengan baik selama dirinya memimpin. Ia memberikan beberapa sambutan kata yang benar-benar sangat memukau semua orang, kemampuannya berbicara dan bertindak membuat semua orang tahu bagaimana Aldi melakukan segala tindakannya selama ini. Ia akan bertindak sesuai apa yang sudah ia ucapkan, dan itu adalah prinsip hidup nya.
Selama ia pergi, ia akan tetap mengawasi seluruh kantor pusat mau pun kantor cabang miliknya, sebab ia tak ingin ada kesalahan sedikitpun yang nanti akan terjadi, walaupun dirinya sedang pelatihan pun itu tak menghalangi diri nya untuk terus menjalankan kepemimpinannya.
" Apa kalian masih ingat saat kepemimpinan Papa ku? Jika sekecil apapun kalian melakukan kesalahan, jangan harap kalian masih bertahan di tempat ini. Dan itu tetap berlakukan saat kepemimpinan ku, karena aku tak suka jika seseorang melakukan kesalahan saat sedang bertugas, apa kalian paham?". Ucap nya tegas.
Ucapan nya saja sudah membuat semua orang yang berada di dalam ruangan gentar, apalagi jika dirinya sudah bertindak, tidak akan ada kata maaf untuk siapa saja yang melakukan kesalahan nanti
"Aku dilihat sebagai diriku, bukan sebagai anak Papa yang harus dihormati, tetapi sebagai diriku sendiri yang harus menjadi panutan bagi semua orang". Ucap Aldi pada akhir kalimat nya.
Semua orang bertepuk tangan, merasa bangga karena memiliki sosok pemimpim yang sama tegas nya dengan Tuan Ardiantara. Justru Aldi juga yang sejak dulu dinilai sebagai sosok yang sangat berjasa saat membangkitkan kantor saat diambang kebangkrut. Bukan hanya sekali, tetapi sudah berkali-kali dirinya membereskan banyak sekali kekacauan yang dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab.
Acara pun telah selesai, penyerahan serta penyambutan pun telah terselesaikan dengan baik, semua orang gembira, tetapi justru mereka harus lebih berhati-hati dengan orang yang baru saja telah dilantik menjadi seorang pemimpin. Satu kesalahan saja sudah tak akan bisa mereka perbaik, itu lah Aldi walaupun usia nya masih muda, ia sudah memiliki jiwa pemimpin yang begitu baik.
" Rik, setelah ini anter gue ke rumah Alda". Ucap nya.
" Kenapa Tuan, apa anda tidak ingin beristirahat terlebih dahulu? Karena besok pagi adalah jadwal kepergian anda ke luar negeri, jadi anda harus memiliki waktu banyak untuk beristirahat".
" Karena besok gue pergi, gue pengen hari ini bisa ketemu dia Rik, ada yang pengen gue bicarain sama Alda".
" Baik Tuan, setelah ini saya akan antar kan anda menuju rumah Alda".
Aldi tersenyum, ia kembali mengobrol dengan para tamu yang berdatangan, itu membuat orang yang datang ingin sekali bergiliran untuk bersalaman dengannya. Tetapi sayang nya Aldi tak bisa meladeni semua orang, ia hanya bisa mengobrol dengan beberapa orang tertentu saja.
***
__ADS_1
Aldi sudah berada di dalam rumah Alda, ia ingin mengatakan sesuatu hal yang sangat penting untuk sahabat nya, ia sudah sangat membayangkan bagaimana reaksi Alda nanti, sebenarnya ia tak sanggup untuk mengatakan hal ini kepada Alda, tetapi mau tak mau hal ini memang harus ia katakan padanya.
" Al..". Kata-kata nya belum selesai, karena Alda sudah memulai percakapan terlebih dulu.
" Aldi selamat ya, sekarang kamu sudah sukses dan aku bangga sama kamu".
" Kesuksesan ku bukan karena hasil ku Al, tapi ini adalah hasil dari Papa ku, aku hanya melanjut kan apa yang seharusnya aku jalankan sekarang".
" Tapi kamu hebat Di".
" Terimakasih Al, tapi ada hal yang ingin aku bicarakan pada mu Al".
" Apa?".
" Apa kamu sudah siap mendengarnya?".
" Hemm iya, aku sudah siap".
" Aku pernah mengatakan padamu, setelah kelulusan ku, aku akan pergi keluar negeri untuk pelatihan ku menjadi seorang Jenderal, dan besok aku akan pergi Al".
" Secepat itu?".
" Iya Al".
Alda terdiam, merasa tak percaya dengan apa yang diucapkan sahabat nya, rasanya sungguh sesak saat ia mengatakan akan meninggalkan dirinya, walaupun hanya sementara, kebersamaan dan kenyamanan bersama dengan Aldi tak mau ia lewatkan walaupun hanya sebentar.
-Selesai😊
__ADS_1