Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 58


__ADS_3

Trrttt..


Lonceng sudah berbunyi, itu menandakan bahwa aktivitas di sekolah hari ini telah selesai, dan waktunya pulang sekolah yang di nantikan seluruh siswa telah tiba.


Alda sedang memasukan peralatan belajar nya yang berada di atas meja kedalam tas. Lalu beranjak dari tempat nya untuk melangkah pulang ke rumah nya.


Ia sudah berada di luar sekolah, ia berjalan melawati jalan yang sunyi untuk mencari angkutan umum. Memang jalan disini selalu sunyi, sebab orang-orang sangat jarang untuk datang kemari, ini baru pertama kali nya kembali ia harus berjalan ditempat ini, mungkin menurut nya ini sudah biasa.


Tetapi tidak untuk sekarang, ia merasa ada beberapa orang yang mengikuti langkahnya dari belakang, ia berjalan cepat, sangat cepat. Tetapi orang-orang itu tetap mengikutinya, itu membuat Alda semakin panik.


Ada apa ini, kenapa mereka mengikuti ku. Alda.


Dua orang pria sudah berada tepat di depannya, tak tau datang dari mana, itu membuat Alda semakin ketakutan.


" Anda kenapa Nona, ayo kemari dan ikut kami". Ucap salah satu pria yang mencegah nya.


" Tidak, aku tidak mau, memang siapa kalian?".


" Siapapun kami, itu tidak penting Nona".


" Tidak, aku tidak mau, kalian pergi lah dari hadapan ku".


" Jika kau tidak mau ikut dengan kami, kami akan memaksa anda untuk pergi bersama kami".


" Aku tidak mau, dan aku tidak mengenali kalian!!". Sambil berlari menghindari orang-orang yang mencegah nya.


Tetapi orang-orang itu sudah ikut berlari mengejar nya, kekuatan Alda tidak cukup kuat untuk menghindari para pria itu.


" Kalian jangan mendekat, sebenarnya apa yang kalian mau? Kalian mau handphone atau uang ku, silahkan ambil, tapi kalian jangan menangkap ku".


" Kami tidak membutuhkan itu Nona, yang kami butuhkan adalah dirimu". Berjalan mendekat.


" Kalian jangan mendekat, atau aku teriak!".


" Silahkan Nona, tidak akan ada orang yang mendengar suara mu disini".


" Tolong, siapapun tolong aku!!". Teriaknya meminta pertolongan.

__ADS_1


Tak membutuhkan waktu lama, para pria itu sudah mulai beraksi, ia menutup mulut Alda dengan sapu tangan yang sudah tercampur obat bius.


Alda sudah mulai tak sadar kan diri, ia dibawa ke dalam mobil oleh para pria itu, menuju ke suatu tempat yang sudah mereka rencanakan.


***


Alda membuka matanya saat ia mulai tersadar dari tidurnya, melihat keadaan sekitar ternyata ia berada didalam ruangan kosong, kaki dan tangannya sudah terikat dengan keaadan duduk diatas kursi kayu.


Ia terkejut dengan keadaannya sekarang, kepala nya masih pusing karena efek bius yang diberikan para pria barusan, ia ingin meminta pertolongan, tetapi ia tak kuasa karena mulutnya pun ikut dibungkam oleh sehelai kain.


Seseorang wanita membuka pintu, dan Alda merasa senang karena ia fikir orang itu akan menyelamatkan dirinya. Tetapi itu salah besar, karena mimpi buruk akan terjadi padanya.


Wanita itu berjalan diikuti oleh seorang pria di belakangnya, walaupun tak jelas ia hanya berharap orang itu akan menyelamatkan dirinya.


Semakin mendekat, semakin terlihat jelas wajah orang yang menghampirinya, orang itu lalu membuka sehelai kain yang berada di mulut Alda dengan kasar.


" Kak Delima, Ka Raffi tolong bantu aku kak".


" Apa lo bilang tolong?, kita udah susah payah nyulik lo, lalu kita lepasin lo gitu aja gitu, haha gaakan bisa semudah itu Al". Ucap Kak Raffi kekasih Kak Delima, yang pernah di ceritakan Aldi.


" Haha jangan mimpi lo, lo yang udah ngancurin hidup gue dan keluarga gue, sekarang saat nya gue balas dendam sama lo". Teriak Kak Delima.


" Jangan pura-pura bodoh! Dengan cara lo deketin Aldi, secara otomatis lo ngancurin hidup gue dan keluarga gue!".


Alda bingung, ia mengernyitkan dahi nya. Entah apa yang ia lakukan hingga Kak Delima begitu marah.


" Semenjak satu tahun lalu, semenjak ada nya lo dalam kehidupan Aldi, gue ga bisa lagi mempengaruhi Aldi untuk menghancurkan kantor Tuan Ardiantara, memang benar semenjak tiga tahun lalu, gue pernah membuat Aldi sangat marah, tetapi semenjak dia menginjak kelas satu SMK, sikap nya sudah mulai membaik, dan gue rasa itu lah saat nya gue meng hancurkan kantor Papa nya kembali. Tetapi lo datang dan bikin perubahan pada Aldi!!, dan membuat Aldi semakin tak percaya dengan gue".


" Jadi, hubungannya dengan ku apa kak?".


" Seharus nya lo ga pernah datang dalam kehidupannya, lo yang udah ngehancurin semua rencana gue".


" Ahh aku inget kak, Kaka memang pantas ko mendapat kan itu semua, karena kaka memang sangat jahat pada Aldi!".


" Jaga bicara lo ya!". Nada bicara nya sudah mulai tinggi.


" Aku bicara yang sebenarnya kak, aku bangga dengan Aldi, karena ia sudah menjauhi orang licik seperti kaka". Nada nya tak kalah tinggi dengan kak Delima.

__ADS_1


Plakk..


Tamparan sangat keras mendarat pada pipi kanan nya, membuat luka yang berada dibibir Alda keluar. Tetapi Alda tersenyum menyeringai.


" Haha Kaka sangat bodoh ternyata, seharus nya kau tahu siapa lawan mu sekarang. Aku yakin Aldi pasti akan datang untuk menyelamatkan ku, dan Aldi akan segera mengetahui kelakuan buruk mu pada ku".


" Lo bilang dia bodoh, padahal lo sendiri yang bodoh! Aldi gaakan pernah dateng, karena dia gatau tempat ini".


" Aku yakin ko Aldi pasti bakal datang". Ucapnya penuh keyakinan.


Plak..


Tamparan keras mendarat kembali di pipi sebelah kanan Alda, ia meringis kesakitan, tetapi ia mampu menahan rasa sakitnya.


" Jangan terlalu banyak bermimpi, ngerti lo!"


Kursi yang digunakan Alda terjatuh, lalu ia terus disiksa oleh kedua nya, dengan menggunakan pecutan agar Alda terus merasa kesakitan.


" Cukup Kak, apa kau belum puas?".


" Gue udah puas sekarang, sakit lo sekarang ga sebanding sama rasa sakit yang pernah gue rasain dulu".


" Ternyata hati kalian itu bagaikan iblis ya". Ucap nya tak menyangka.


" Lo fikir apa? Gue gaakan biarin Aldi hidup tenang, gue akan bikin dia menyesali semua perbuatannya hingga suatu hari nanti gue bisa menang, termasuk orang-orang terdekatnya gue bakal hancurin hidup kalian semua".


" Perlu kaka ingat satu hal, kebenaran akan selalu menang, dan kejahatan pasti akan selalu kalah. Kita tunggu saat nya tiba nanti kak". Ucapnya tegas, "Aldi orang yang pandai, dan dia tidak akan semudah itu untuk kalah".


" Sekali lagi lo bicara, akan gue hancurin hidup lo disini". Ucap Raffi, sambil akan ******* bibir Alda.


" Lo ngapain, lo mau ciuman sama dia? Jangan terburu-buru kita tunggu nanti saat waktunya tiba.


" Oke, gue udah ga sabar buat ambil kesuciannya dan hancurin hidup dia disini".


" Lo tenang aja, itu pasti akan terjadi kok, ayo kita pergi sekarang".


Aldi aku takut, gimana kalo memang benar kak Raffi akan mengambil kesucian ku, Tuhan ku mohon tolong datangkan lah Aldi kemari, aku sangat berharap ia akan segera datang untuk menyelamatkan ku, hiks hiks. Alda.

__ADS_1


-Selesai😊


__ADS_2