Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 51


__ADS_3

Mobil telah sampai didepan gerbang. Banyak sekali anak buah dari Tuan Ardiantara yang menyambut Aldi, karena kali ini ia adalah orang yang spesial diacara pengumuman untuk penerus Tahta Papanya. Ya walaupun memang Aldi harus banyak pelatihan lagi nanti nya.


Aldi tak tau jika kali ini memang ada acara yang sangat penting untuknya, sebab tidak ada pemberitahuan sebelumnya, karena Papa ingin menjadikan ini sebagai kejutan yang tak terlupakan.


Seperti biasa saat Aldi menuruni mobil, semua sudah berdiri tegak memberi hormat pada Aldi dan Riki. Serta ada yang meniup trompet itu menanda kan bahwa tamu kehormatan nya sudah datang.


Ayah Riki menghampiri, lalu memberi hormat pada keduanya. Meminta keduanya untuk masuk ke dalam menemui Tuan Ardiantara.


" Selamat datang Tuan, mari saya antar anda menemui Tuan Ardiantara, karena Tuan Besar telah menunggu anda sedari tadi".


" Hemm, Papa dimana paman?".


" Ada didalam Tuan, mari". Sambil berjalan didepan menunjukan arah.


Papa sudah terlihat, ia sedang duduk disinggasana nya yaitu kursi kekuasaan nya sebagai Jendral. Mama juga sudah duduk bersebelahan dengan kursi Suami nya.


" Kemari Nak". Sambil menepuk kursi kosong disebelah nya.


" Kenapa Pa?". Sambil menghampiri, tetapi dengan ekspresi yang bingung. Lalu duduk disebelah Papa nya.


" Sebentar Nak, kita tunggu Fahri datang".


Tak lama menunggu, Fahri pun datang lalu menghampiri keluarga nya. Ia juga duduk di kursi bersebelahan dengan Kaka nya.


" Jadi apa alasan Papa panggil kita semua kemari?".


" Kamu pernah mengatakan ingin membuat Papa bangga kan?!".


" Iya".

__ADS_1


" Dan sekarang kamu harus tunjukan itu?".


" Caranya?".


" Papa akan menyerahkan semua nya sekarang pada kamu Nak, karena sebentar lagi Papa akan pergi. Bahkan besok Papa akan pergi, karena keberangkatan Papa dipercepat".


" Kenapa, kenapa harus besok Pa?".


Papa mengenggam lengan kedua anaknya, lalu menatap mereka bergantian.


" Karena kondisi disana sedang buruk Nak, Papa tidak bisa tinggal diam saja sekarang". Ucap nya lirih. "Nak, tolong jaga Mama dengan baik, Mama adalah orang yang sangat berarti bagi kita, tolong jaga dan lindungi Mama kalian, Buat hatinya senang, jangan sampai Mama menetes kan air mata karena sedih. Jika Mama kalian sampai menangis, Papa akan sangat kecewa pada kalian".


" Baik Pa, kami pasti akan jaga Mama dengan baik ko, Papa tidak perlu kuatir".


" Baik Papa percaya dengan anak-anak Papa. Satu lagi untuk mu Aldi, setelah lulus sekolah, kamu harus pergi keluar negeri, karena kamu perlu melakukan pelatihan menjadi seorang Jendral. Siap tiak siap kamu harus tetap pergi, Riki akan setia menemani mu sampai kapan pun".


" Tapi Pa". Kata-kata nya belum selesai tetapi Papa sudah memotong perkataan Aldi.


Aldi bingung tak mengerti dengan apa yang dimaksud oleh Papa nya.


" Papa pernah mengatakan pada mu untuk menggantikan posisi Papa selama Papa pergi, dan mulai sekarang Papa sudah mempercayakan tanggung jawab ini pada mu Nak, tunjukan bahwa kamu bisa dan dapat membanggakan Papa".


" Hemm baik Pa, Aldi akan berusaha melakukan semuanya dengan baik". Sambil memberi hormat pada Papa nya.


Papa tersenyum, lalu memberi perintah pada Asisten pribadinya untuk memanggil seluruh anak buah nya. Karena ia akan mengumumkan bahwa Aldi lah yang akan menjadi penerus tahta dari seorang Tuan Ardiantara.


Semuanya telah berkumpul, berbaris sesuai posisinya. Keluarga besar Ardiantara telah berdiri di depan, karena mereka harus mendampingi Tuan Ardiantara.


" Selamat siang semuanya, disini saya sendiri yang akan mengumumkan hasil final kepada kalian semua. Mulai besok saya dan beberapa tim dari angkatan udara, angkatan darat, dan angkatan laut akan pergi ke negara XX, saya harap kita semua bisa bekerja sama dengan baik. Dan untuk pemimpin kantor, saya serahkan kepada anak saya Aldi Ardiantara, untuk menggantikan posisi saya sementara, sampai saya kembali kesini. Karena saya percaya bahwa anak saya bisa bertanggung jawab dengan baik disini".

__ADS_1


Semuanya diam tak menjawab, tak ada sedikit pun suara, karena jika Tuan Ardiantara berbicara, tidak boleh ada yang menyanggah sedikitpun, karena mereka memang harus menerima segala keputusan sang Jendral. Sementara Tuan Ardiantara memberikan suatu miliknya yang berharga kepada Aldi.


" Nak jaga ini dengan baik, jika kamu bisa menjaga kantor, berarti kamu juga harus bisa menjaga pin kecil ini dengan baik, ini adalah sebuah tanda jika kamu adalah seorang penerus tahta sekarang".


" Baik Pa, Aldi akan melakukan segalanya yang Papa perintahkan Pada Aldi". Sambil memberi hormat.


Papa menepuk pundak Aldi, lalu memberi pelukan hangat padanya. Karena ini adalah hari terakhir Tuan Ardiantara disini.


Sementara itu Mama yang berada dipinggir Papa, ia sedang menahan tangis nya agar tak mengeluarkan air matanya. Mama memang terlihat tegar sekuat baja, tetapi tak bisa dipungkiri sebetulnya ia sangat tak rela jika suami tercintanya harus pergi.


Papa mendekat menuju Mama, lalu memberi pelukan pada Istrinya dengan hangat, Mama pun akhirnya tak kuasa menahan tangis saat suaminya memberi pelukan.


" Jangan menangis Istriku, kamu adalah orang yang kuat. Aku sangat mencintai mu istriku".


" Kembali lah kemari dengan keadaan baik-baik saja suamiku".


" Akan aku usahakan untuk datang kemari dengan keadaan yang kau inginkan, tetapi kamu jangan kecewa jika nanti akhirnya aku akan gugur".


" Kau jangan berbicara seperti itu Suamiku". Mama masih menangis dalam pelukan Papa.


" Doakan saja aku Istri ku".


Papa pun melepaskan pelukannya, lalu mengusap kepala Mama dan mencium kening nya. Semua orang yang berada disana merasa iba, mereka ikut merasakan apa yang sedang dirasakan oleh Nyonya Ardiantara. Begitu berat rasanya ditinggalkan oleh seseorang yang begitu berarti dalam kehidupannya.


Papa pun berbalik pada Fahri, lalu meminta Fahri agar menjaga selalu hati Mama nya, karena mungkin, nanti Aldi akan lebih sibuk dikantor setelah pulang sekolah.


" Nak jangan lupa untuk selalu menjaga Mama. Papa percaya kamu adalah orang yang lembut, dan kamu tak akan membiarkan Mama mu menangis kan. Dan tolong jaga diri mu baik-baik, kau adalah anak yang ceria dan cerdas, Papa percaya dengan mu".


Setelah itu Papa pun berusaha menjadi orang kuat, karena ia tak mau terlihat lemah didepan keluarga nya. Sebenarnya hatinya sungguh sakit dan tak rela jika harus meninggalkan keluarga yang sangat ia cintai. Tetapi demi baktinya pada negara ia harus pergi.

__ADS_1


Pa, Aldi janji akan menjaga Mama dan kantor Papa agar tetap aman ditangan Aldi, karena Aldi akan melakukan apapun agar Papa tetap bangga pada Aldi. Aldi.


-Selesai😊


__ADS_2