
Oh iya author baru inget nih kalo belum memperkenalkan pemeran-pemaran didalam cerita "Sahabat Rasa Rindu".
Di episode kali ini author akan memperkenalkan para tokoh yang terlibat saja ya. Silahkan menyimak.
1. Alda sebagai pemeran utama
2. Aldi sebagai Pemeran Utama
3. Riki sebagai sahabat aldi dari kecil, dan juga ayah riki telah mengabdi pada ayah aldi selama bertahun-tahun
4. Kesya sebagai sahabat alda
4. Dalvin sebagai ketua di ekskul 1,sekaligus sahabat alda
__ADS_1
***
Setelah selesai rapat OSIS untuk kegiatan esok, alda pergi menuju ekskul 1 karena ia memberi perintah pada teman-temannya untuk berkumpul sepulang sekolah.
Alda memberi perintah karena akan ada yang ia bahas untuk kegiatan esok, mau tidak mau ekskul 1 harus berkumpul.
Sebelumnya alda juga sudah berbicara kepada dalvin untuk membahas terlebih dahulu karena alda pasti akan datang terlambat.
Saat alda telah masuk kedalam kelas betapa terkejutnya ia, karena teman-temannya sedang tidak berada di dalam kelas dan hanya ada beberapa orang didalam kelas, padahal ia memerintahkan agar teman-temannya membahas terlebih dahulu sampai alda datang.
Tak lama alda menunggu teman-teman nya datang, saat mereka memasuki kelas semuanya terkejut melihat alda sudah datang dengan muka yang kesal. terutama dalvin sang ketua ekskul, ia sangat terkejut melihat alda.
" Abis darimana, udah bahas vin?! ". Tanya alda menahan marah, karena sebelumnya ia tahu dari beberapa orang yang berada di dalam ruangan belum ada pembahasan sama sekali.
" Belum al, maaf kita baru dari luar barusan ". Ucap dalvi merasa bersalah
" Kenapa. Bukannya kumpul dari tadi ya?! Sebelumnya aku bilang apa ke kamu vin?! ". Ucap alda tersenyum masam sambil menahan amarah nya, meskipun alda hanya seorang wakil ketua tetapi ia juga harus berani membenarkan dalvin jika ia salah.
" Maaf al, aku salah aku barusan gabisa ngondisiin semuanya sendiri". Ucap dalvin sambil menunduk
__ADS_1
Entah mengapa alda semakin kesal saat tiba-tiba ia melihat aldi bersama dengan ka delima sedang mengibrol begitu dekat didepan UKS. Ditambah lagi dengan jawaban dalvin yang membuatnya semakin kesal.
Saat itu pula kekesalan alda sudah tidak terbendung lagi hingga meluapkan emosi nya kepada teman-teman yang ada di dalam ruangan ekskul 1.
Alda menyuruh teman-temannya untuk duduk dibangkunya masing-masing, sementara ia berdiri didepan bersama dalvin.
" Kalian kenapa? aku kira saat aku gaada, kalian udah bahas untuk penampilan besok. Aku kira kalian semua udah latihan dan udah mempersiapkan baju-baju untuk besok, ini kesempatan buat kita kan?jangan sampe disia-sia in. Aku cuman pengen yang terbaik untuk ekskul kita, tapi kenapa kalian ga bisa diajak kerja sama, apa kalian fikir ini begitu mendadak untuk kalian? ya sama untuk akupun juga gitu, tapi untuk apa setiap hari kita kumpul kita ga petik pembelajaran di dalamnya, kita bisa ambil dari kegiatan sehari-hari kita bukan? ". Ujar alda tegas secara tidak langsung ia mulai mengeluarkan air matanya. "Apa setiap kumpul harus ada aku? agar kalian bisa mandiri. kita disini organisasi, jangan sampai hanya mengandalkan beberapa orang. Udah jam berapa sekarang? mau sampai kapan kalian kaya gini? aku cape daritadi udah mempersiapkan banyak hal. Aku udah berusaha buat ngeluangin waktu untuk kesini, tapi apa hasilnya? apa kalian menghargai usaha aku". Ucap alda tegas hingga air matanya sudah tak terbendung dan terus mengalir.
Secara tidak langsung alda meninggalkan ruangan menuju keluar, ia mengeluarkan air matanya karena ia merasa sangat kecewa pada teman-temannya. menurutnya acara ini sangat penting, bukan hanya untuk dirinya tetapi juga untuk teman-temannya, ditambah lagi ini adalah peluang besar bagi ekskul nya untuk mendapatkan beasiswa ke luar negeri.
Tidak lama setelah alda meninggalkan ruangan, teman-temannya beranjak dari kelas menghampiri alda, mereka terlihat sangat sedih melihat alda menangis. Mereka merasa bersalah pada alda, terutama dalvin ia merasa gagal menjadi seorang ketua, dalvin menghampiri alda terlebih dahulu lalu meminta maaf pada alda.
" Jangan nangis al maafin aku, seharusnya aku sebagai ketua bisa kondisiin apapun maafin aku al aku salah, aku emang ga pantes jadi ketua aku emang ga berguna al". Lirih dalvin sambil menjatuhkan dirinya di lantai menghadap alda, ia merasa sangat bersalah pada alda.
Alda menghentikan tangisannya lalu menatap dalvin dan teman-teman nya.
-
-
-Selesai😊
__ADS_1