
Setelah jauhnya perjalanan, akhirnya bus sampai di tempat tujuan dengan aman. Bu Tasni memberi perintah kepada penghuni bus untuk turun, dan berkumpul didepan bus karena akan ada beberapa informasi yang akan disampai kan kembali.
Seluruh siswa telah berkumpul sesuai kelompok nya masing-masing, setiap kelompok terdiri atas 7-8 orang, terdiri dari pria dan wanita.
Bu Tasni dan Pak Rudi datang untuk memberikan informasi mengenai kegiatan yang akan dilakukan tiga hari kedepan. Setelah selesai memberi informasi, Pak Rudi meminta seluruh siswa agar tidak berpisah dengan kelompok nya masing-masing.
Pak Rudi dan Bu Tasni memimpin perjalanan, hingga naik ke tempat dimana camping akan berlangsung, mungkin aga sedikit melelahkan, karena perjalanan menanjak membuat siswa harus beristirahat sebentar.
Selain itu, Alda sedang berjalan bersama dengan Keysa, disepanjang perjalanan mereka mengobrol, menceritakan mengenai banyak hal, walaupun hanya remeh temeh biasa, tetapi itu membuat mereka bahagia. Saat asik mengobrol, seseorang datang untuk menawarkan bantuan pada Alda. Yah seperti biasa, orang itu adalah Aldi.
" Al, tas lo berat kan, sini biar gue bawain". Tawar nya.
" Gausah Di, nanti aku repotin kamu lagi".
" Gue ga ngerasa direpotin Al".
" Gausah Di serius deh, lagi pula bentar lagi juga sampaikan". Ucapnya merasa tak enak.
Selang beberapa detik, seseorang datang untuk menawarkan bantuan kembali, bantuan sama seperti pria dihadapannya, orang itu adalah Dalvin.
" Al, aku bawain ya tas nya?".
" Waduh gausah deh vin".
Kenapa sih dengan dua orang ini, aku kan bisa bawa sendiri, kenapa sampai mau bawain tas aku coba?. Alda
" Hei, lo ga denger barusan Alda bilang apa? gue duluan yang datang, berarti gue yang bawain tas dia". Teriak Aldi, tetapi suaranya sedikit pelan.
" Yah ga bisa lah, Alda kan kelompok gue, jadi biar gue yang bawain tas dia, lo kan beda kelompok sama dia, mending sekarang lo balik aja ke kelompok lo sana".
" Hei, walaupun gue beda kelompok sama dia, tapi kan gue sahabat dia". Ucap nya menyolot.
" Gue juga sahabat dia kok".
Alda yang mendengar perdebatan dua pria dihadapannya, segera menghentikannya karena sungguh mereka seperti anak kecil yang sedang memperebutkan satu mainan.
" Udah dong! kalian kenapa sih kaya anak kecil banget, pusing aku dengernya". Teriaknya ditengah perdebatan dua pria dihadapannya. " Dan satu lagi, aku bisa bawa tas ku sendiri". Berjalan pergi meninggalkan dua pria itu.
Saat Alda berjalan pergi, Aldi dan Dalvin berlari mengejar Alda, karena sungguh mereka ingin membantu Alda, tetapi mungkin menurut Alda ini salah, karena mereka seperti bukan dirinya masing-masing, mereka seperti bocah kali ini.
" Al, kita kan satu kelompok, jadi biar aku bantu aja ya".
__ADS_1
Yang ditanya diam, yang menjawab malah keysa yang berada disamping Alda.
" Dari pada Alda nya gamau, mending lo bawain tas gua aja Vin, haha". Ujar nya sambil tertawa.
" Tuh bener Vin, lebih baik lo bawain tas dia tuh, sama aja kan haha". Tawa Aldi, seperti mendapatkan angin segar. " Jadi gue bisa kan bawain tas Alda".
Tawa Aldi seketika pudar, saat ada seorang gadis yang sedari tadi memperhatikannya, datang menghampiri, dan meminta Aldi untuk membantunya membawakan tas. Orang itu adalah sista.
" Aldi, gimana kalo kamu bawain tas aku aja, sayang juga kan kalo Alda nya gamau".
Aldi tak menjawab, ia melengos pergi, karena ia memang malas untuk meladeni wanita, selain Alda dan Mama nya. Jujur saja memang ia juga tak sudi meladeni sista, karena ia masih ingat saat sista menyakiti gadis yang seharusnya ia lindungi.
" Aldi, kok pergi sih, kan aku minta bantuan".
" Rik!". Ia memanggil Riki yang berada disampingnya, Riki pun paham dengan sorot mata Aldi, bahwa ia tak suka pada wanita yang ada dihadapannya ini, seperti mengatakan usir dia dari hadapan gue Rik.
" Lebih baik lo pergi, dari pada gue harus kasar sama lo". Ujar Riki dengan senyuman sinis nya .
" Tapi kan kita satu kelompok, kenapa kita ga barengan aja?".
" Dari pada lo ganggu kita, lebih baik lo pergi sekarang". Tegas Riki sudah mulai kesal.
" Tapi".
Emang apa cantiknya Alda coba, sampai dua cowo ganteng mau bawain tasnya, yah dipandang dari sudut mana pun sih jelas masih cantik gue kali. Sista.
***
Setelah menelusuri jalan yang penuh dengan tanjakan, akhirnya mereka sampai ditempat tujuan, lahan kosong yang luas yang nantinya akan dipakai untuk seluruh siswa membangun tempat nya masing-masing, sesuai dengan kelompoknya, tentu saja laki-laki dan wanita dipisah.
" Key, kamu liat Aldi ga?". Tanya nya pada sahabatnya.
" Engga tuh, semenjak dia pergi duluan, aku ga liat Al".
" Dia dimana ya, ko belum keliatan sih".
" Nanti juga dia datang kok, kenapa kamu kuatir gitu sih Al?".
" Hemm ga apa-apa Key, cuman rasanya hati aku belum tenang kalo belum liat dia".
" Ahh itu dia Al, yang lagi bareng Riki".
__ADS_1
" Mana Key". Sambil mencari dengan sorot matanya.
" Itu Al, masa ga keliatan sih". Sambil menunjuk "eh tapi Al, kayanya mereka kesini deh".
" Ah iya aku liat, syukur lah kalo mereka udah sampai".
" Ciee, kayanya kamu udah mulai jatuh cinta nih sama Aldi". Goda keysa.
" Ih apaan sih Key".
" Ahh, muka mu merah loh Al, udah deh hati itu gabisa diboongin, Aldi juga kayanya suka deh sama kamu, haha".
" Shutt Key, mana mungkin Aldi suka sama aku".
" Mungkin aja, tadi aja dia sampai rebutan bawain tas kamu".
" Hemm udah Key jangan bahas ini dulu, aku malu".
" Hahaha, oke deh, kalo kamu udh mulai jatuh cinta sama Aldi, nanti jangan lupa cerita ya".
Alda tak merespon, karena ia sudah tak mau membahas perasaannya yang belum pasti, ia sendiri juga masing bingung dengan perasaannya saat ini.
Seseorang melambaikan tangan nya pada Alda, lalu menghampiri dan memberikan sebotol air minum pada nya.
" Al, lo kenapa ga bawa air minum, ini itu penting banget tau". Ujar Aldi.
" Hah, kata siapa? Aku bawa kok".
" Hemm, mana coba keluarin".
" Ah iya, botol minum ku ketinggalan Di".
" Hemm, gue bilang juga apa, barusan sebelum gue berangkat, Ibu lo telpon gue, katanya lo gabawa minum".
" Ahh, baik banget sih Ibu, terus kamu kerumah ku gitu?".
" Iyalah, kurang baik apa coba gue sama lo".
" Eumm kamu baik banget, makasih ya udah bawain minuman ku". Sambil menggenggam lengan Aldi.
" Euhemm, kalian menodai mata suci ku ini, aku tau aku jomblo, tapi jangan pegangan tangan didepan jomblo juga kali".
__ADS_1
Jiwa jomblo nya keluar, padahal Alda sendiri pun sudah lama menjomblo, ia tak tahu jika mereka sudah seperti layak nya Sahabat rasa pacar, wkwkwk, sabar ya Key ini ujian.
-Selesai😊