
Jenazah kini telah siap untuk diantarkan kepemakaman, amat mendalam luka yang diberikan Tuan Ardiantara pada keluarga. Hanya ikhlas dan doa lah yang perlu dipanjatkan walaupun hati begitu berat untuk meng ikhlaskan kepergian dari seorang pahlawan yang sangat berjasa.
Pengabdian nya kepada Negara kini sangat berarti saat kepergiannya. Tak mudah untuk menghapus ingatan tentang sosok pahlwan yang kini telah direnggut nyawa nya hanya untuk pengabdian dan kedamaian Negara.
Impiannya menjadikan Negara yang damai kini telah ia lakukan sampai titik darah penghabisannya. Sekarang berkat perjuangannya lah negara bisa kembali seperti sediakala. Trimakasih Tuan Ardiantara berkat kebaikan hati mu dan berkat perjuangan mu Negara ini bisa kembali aman. Begitulah orang-orang mengatakan.
Sang keluarga mengantarkan ke tempat peristirahatan terakhir Tuan Ardiantara, dengan tangisan yang tak bisa berhenti. Semua orang yang ikut mengantar pun larut dalam kesedihan merasakan apa yang dirasakan keluarga yang ditinggalkan.
Tembakan di atas udara telah diluncurkan, upacara pelepasan sang Jendral akan segera dimulai, pujian pujian yang diberikan untuk terakhir kalinya pun telah disampaikan. Kini keluarga besar telah dipersilah kan berdiri dari tempatnya duduk, untuk melihat sang pemimpin keluarga untuk yang terakhir kalinya.
" Suamiku kuharap kau tenang disana, aku akan selalu mendoakan dirimu". Ucap Mama dengan air mata yang terus menetes.
" Pa, Aldi dan Fahri sudah Ikhlas semoga kau tenang di alam sana, kau tak perlu kuatir karena kami akan menjaga pesan trakhir yang telah kau ucapkan pada kami, selamat jalan Pa kami sangat mencintai mu". Ucap Aldi tegar, sebenar nya hati nya begitu sakit untuk melepaskan kepergian Papa nya.
Ini lah akhir dari segalanya, setelah sang keluarga sudah melihat kini giliran Tuan Ardiantara untuk dimakamkan. Tangisan pun pecah saat liang lahar sudah tertutup. Kesedihan mendalam membayangkan bagaimana kehidupan tanpa sang Papa yang akan mereka hadapi untuk kedepannya.
Berakhir sudah kenangan bersama sang Papa, waktu begitu singkat untuk nya menikmati setiap detik yang mereka habiskan bersama. Keluarga yang selalu dipenuhi dengan canda tawa kini telah berakhir menjadi air mata, karena kepergian sang Papa membuat mereka harus terpuruk dalam rasa sedih nya.
" Aldi sabar ya, kamu harus kuat kehidupan masi panjang kok, jangan menyerah dan buat Papa mu bangga dengan keberhasilan mu nanti". Ucap Alda sambil merangkul Aldi.
" Ia Al terimakasih banyak". Sambil tersenyum.
" Ayo kita pulang".
" Aku masih ingin disini bersama Papa Al".
" Tapi Di".
" Lebih baik kamu pulang duluan bersama rombongan yang lain, aku masih ingin menghabiskan waktu ku bersama Papa".
__ADS_1
" Kalo kamu disini, aku akan ikut menemani kamu disini Di, aku gaakan biarin kamu sendirian disini".
" Tapi Al, lebih baik kamu pulang dan istirahat, kamu belum istirahat kan dari kamarin".
" Kamu juga sama, aku gaakan biarin kamu sendiri Di, aku akan tunggu kamu disini".
" Yaudah terserah kamu Al".
Pa kau tahu kan Alda anak yang baik, dan kau sangat setuju jika aku terus bersama Alda, jadi kumohon doakan aku dan restui kami agar kami selalu bersama, walaupun aku tak tau bagaimana persahabatan kami jika Alda sampai mengetahui perasaan ku Pa. Dan sekarang hidup yang tenang lah disana Pa aku akan selalu mendoakan dirimu, trimakasih atas semua pengorbanan dan kebaikan hati mu Pa, aku mencintai mu melebihi segalanya. Aldi.
" Ayo Al kita pulang".
" Sudah selesai?".
" Sudah".
" Nak Aldi".
" Ya?". Balasnya singkat.
" Kematian Papa mu membuat kita semua menjadi sangat terluka, tetapi Papa mu telah sangat berjasa, saat itu ia rela mempertaruhkan nyawa nya demi anak buah nya yang sudah akan tertembak oleh peluru yang sudah mengarah padanya, karena ia tahu anak buah nya itu masih memiliki keluarga kecil yang masih membutuhkan dirinya, itu sebab nya ia melindungi nya".
" Kenapa Papa melindungi dia, apa Papa tidak ingat bahwa keluarga yang berada dirumah juga sangat membutuhkan dirinya, bahkan seluruh Negara pun membutuhkan dirinya".
" Papa mu memiliki hati yang besar Nak, ia tak akan rela melihat orang lain merasakan kesengsaraan, itu adalah prinsipnya dari dulu, ia pernah mengatakan bahwasanya lebih baik dirinya yang menderita dari pada orang lain harus menderita".
" Mengapa Papa bisa sebaik itu paman?".
" Papa mu memang sangat baik Nak, sampai-sampai ia rela mempertaruhkan hidup dan matinya demi orang lain". Jelas nya, "kamu juga tak perlu kuatir, jika kau membutuhkan sosok Ayah, kau boleh menganggap Paman sebagai Ayah mu, dan Paman akan membantu kau dan Riki untuk membangkitkan Kantor militer Papa mu. Dan ingat satu prinsip ini Nak, kamu sekarang adalah pemimpin, jadi jangan sampai orang lain melihat mu sebagai anak dari seorang Tuan Ardiantara, tetapi orang lain harus melihat mu sebagai dirimu sendiri".
__ADS_1
" Baik Paman terimakasih karena kau selalu berada disamping Papa ku, trimakasih juga atas semua kebaikan mu Paman karena sampai Papa meninggal pun kau masih tetap berada disamping Papa".
" Ia Nak sama-sama, buat lah Papa mu bangga karena masih banyak orang yang sampai saat ini meminta mu meneruskan perjuangan Papa mu".
" Ia Paman Aldi akan melakukan segalanya dengan baik, Aldi berjanji, mohon bantuannya ya Paman".
" Pasti akan Paman bantu, kau tak perlu kuatir".
" Trimakasih juga Paman karena kau telah memberikan Riki untuk terus menemani ku Paman".
" Itu memang sudah tugas Riki untuk menjaga mu Nak, Tuan Ardiantara lah yang telah meminta Riki untuk melanjutkan Tugas Paman untuk menjaga mu".
Aldi hanya tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya kebelakang dengan menyilangkan lengan nya untuk bersandar, mengingat masa-masa indah bersama Papa nya, itu membuat nya larut dalam tidurnya, hingga ia lupa jika kehidupan yang pahit akan segera menanti nya.
Mobil telah terparkir didepan rumah Alda, sementara Aldi masih tertidur pulas, itu membuat Alda tak tega untuk membangunkan sahabatnya.
" Aku akan segera pulang, tolong sampaikan pada Aldi istirahat lah dengan cukup dan maaf jika aku tidak bisa menemani Aldi hari ini".
" Baik Nona tidak apa-apa, kau sudah bekerja sangat keras untuk kebahagian Tuan Aldi, terimakasih telah menjaga nya Nona".
" Sama-sama Paman, itu memang sudah menjadi kewajiban ku".
" Baik Nona beristirahat lah, kau sudah sangat lelah hari ini".
" Baik Paman, Riki saya permisi". Ucapnya keluar dari mobil, sambil menatap Aldi yang masih tertidur.
Aldi jaga dirimu baik-baik, kepergian Papa mu membuat mu terpuruk dan kau harus tetap menjalani semua nya dengan ikhlas, istirahat lah, masih banyak hal yang harus kau lakukan untuk kedepannya, dan aku yakin kau bisa melewati ini semua dengan baik. Alda.
-Selesai😊
__ADS_1