Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 68


__ADS_3

Pagi pun telah tiba, tetapi Alda masih terbaring di tempat tidur dengan selimut yang menutupi seluruh badannya. Sebenar nya ia ingat bahwa hari ini ia harus mengantar Aldi ke bandara, tetapi hati dan anggota badannya belum siap untuk mengantarkan kepergian sahabat nya, karena masih belum siap jika harus melihat kepergian Aldi nanti.


Alda ingin memperlihatkan betapa marah nya ia ketika Aldi harus pergi, tetapi itu hanya hal bodoh jika dilakukan, bahkan tak berguna sama sekali. Dan itu pasti membuat nya sangat terpukul.


Keysa dan Nina sudah bersiap-siap untuk pergi menemani Alda, tetapi justru ia masih belum beranjak dari tempat nya tidur, mereka berusaha membangunkan Alda dan menariknya agar cepat bersiap-siap karena sebentar lagi Aldi sudah akan pergi ke bandara.


" Ayo Al bangun, kamu sendiri kan yang semalem bilang harus bangun pagi, biar kita ga terlambat untuk nganterin Aldi".


" Tapi sepertinya aku berubah fikiran, aku gaakan anter Aldi, aku ga sanggup untuk lihat dia pergi nanti".


" Kamu ga boleh seperti ini Al, Aldi berhak ko untuk menentukan kehidupannya, mungkin ini adalah keputusan terbaik yang udah Aldi ambil".


" Tapi apa kalian ngerti perasaan ku?".


" Kamu yang seharusnya ngerti perasaan Aldi Al, dia pasti sangat mengharapkan kedatangan kamu sekarang".


" Tapi". Belum selesai kata-katanya ia sudah di tarik untuk segera pergi ke kamar mandi.


" Udah cepet ga usah banyak mikir deh".


Alda pun akhirnya sudah beranjak, pertemuannya dengan Aldi kali ini sungguh membuatnya merasa sakit, karena ia harus menunggu Aldi hingga ia kembali ke Negaranya.


***


Aldi sudah bersiap-siap, ia hendak untuk pergi ke bandara dengan menaiki mobil pribadi yang telah disiapkan supir pribadinya.


Ia sedang menunggu kedatangan seseorang, tetapi orang yang ia tunggu justru tidak terlihat batang hidung nya, sungguh ia sangat mengharapkan Alda untuk hadir menemaninya saat ini.


Mobil pun telah melaju menuju bandara, dibelakang sudah banyak anak buah nya yang setia mengawal perjalanan Aldi hingga bandara.


Akhir nya setelah perjalanan panjang Aldi pun sampai di bandara, tetapi entah mengapa hati nya sangat resah karena sampai saat ini, ia belum melihat kedatangan Alda.


Lama ia menunggu, tetapi Alda masih tak kunjung datang menemuinya, sungguh ini membuatnya amat sedih karena orang yang ia cinta tak mau menemuinya sekarang.


Al kamu dimana? Apa kamu marah sampai kamu gamau datang untuk temui aku, sungguh aku menginginkan kamu untuk berada disini. Aldi.


" Mari Tuan sebentar lagi jadwal keberangkatan kita akan segera tiba". Ajak Riki.

__ADS_1


" Tapi Rik Alda masih belum datang".


" Maaf Tuan, tapi kita tidak bisa menunggunya lebih lama, karena sebentar lagi kita akan segera berangkat".


" Baik lah". Ucapnya lalu beralih pada Mama nya. "Ma tolong jaga dirimu baik-baik disini, aku akan segera kembali nanti setelah urusanku sudah dapat terselesaikan".


" Baik, kau juga harus menjaga dirimu dengan baik nak, kau harus makan tepat waktu, kau harus tetap menjaga kesehatan mu nak, sungguh Mama mu ini akan selalu merindukan mu".


Mama memberi pelukan pada Aldi, merasakan apa yang pernah ia alami saat ditinggal pergi oleh suaminya, dan hari ini kejadian itu terulang kembali, ia harus ditinggalkan jauh oleh salah satu putra nya.



" Mama jangan menangis, Aldi pasti akan kembali dan Mama tak perlu kuatir, Aldi disana pasti akan selalu merindukan Mama". Ucap nya tegar. "Oh iya Ma jika Alda tak datang menemui Aldi hari ini, tolong sampaikan permintaan maaf Aldi padanya, dan katakan padanya tolong maafkan Aldi karena tak bisa melindunginya untuk sementara waktu".


" Baik Nak Mama akan sampaikan padanya, kau tak perlu kuatir".


" Terimakasih Ma, Aldi pergi ya tolong doakan Aldi".


Aldi berjalan, ia hendak masuk kedalam ruang tunggu sebelum naik kedalam pesawat, tiba-tiba seseorang dari belakang berlari menghampirinya dengan nafas yang tidak beraturan karena lelah berlari.


Aldi menghentikan jalannya, lalu menghampiri gadis yang baru saja memanggil dirinya.


" Alda akhirnya kamu datang juga, aku kira kamu marah dan gaakan temuin aku, karena aku menunggu kamu dari tadi".


" Tadinya aku memang marah, bahkan sangat marah, hingga aku berniat untuk tidak datang kemari, tetapi ada urusan yang memang harus aju seleseikan padamu".


" Apa?".


Alda membuka tas nya lalu mengambil sebuah kotak yang berada didalam.


" Tolong ambil ini, dan aku mohon tolong jaga dan lindungi kotak ini, seperti kau menjaga diriku".


" Apa ini?".


" Kau bisa membuka isi nya nanti, tolong jaga diri mu baik-baik, dan aku akan selalu merindukan mu disini".


" Terimakasih Al, aku akan menjaga ini dengan separuh nyawaku, akupun akan selalu merindukan mu disana". Sambil menggenggam lengan gadis digadapannya.

__ADS_1


" Tolong jangan lupakan aku, dan ingatlah untuk tetap kembali".


" Satu detik pun aku tak akan sanggup untuk melupakan mu Al, bahkan fikiran ku menolak keras untuk tidak memikirkan dirimu walaupun hanya sebentar. Jika alam semesta ini tak tau dirimu, itu tak apa Al, karena aku yang akan selalu mengingat mu didalam kehidupan ku, karena kau adalah satu-satunya orang yang paling berharga dalam kehidupan ku Al".


Alda menangis, entah mengapa perkataan Aldi membuatnya begitu sangat berarti, ia merasa dirinya sangat lah spesial didalam kehidupan Aldi, ia berharap Aldi bisa terus menjaga perasaannya selama ia tak berada disampinya.


" Jangan nangis Al". Ucapnya sambil menghapus air mata yang berada tepat dipipi Alda.


" Apa kamu bisa berjanji untuk terus menjaga perasaan ku disana?".


" Aku berjanji Al, karena kamu adalah orang pertama yang bisa buat aku berubah dan kau orang pertama dan terakhir yang bisa membuat ku jatuh hati, setelah aku tak percaya dengan kata cinta". Sambil memberikan pelukan hangat, lalu menciumi kening Alda.


" Aku juga mencintamu melebih apapun Di, tolong segera kembali dan temui aku nanti jika kau memiliki waktu".


" Aku pasti akan segera menemui mu Al, jaga dirimu baik-baik disini, kau adalah kehidupan ku, tunggu aku untuk menjemputmu dan menjadikan mu istriku nanti saat waktu nya telah tiba". Ucapnya sambil mencium kedua lengan Alda.


" Mungkin saat ini kita ditakdirkan untuk berpisah sementara waktu, anggap saja kisah persahabatan kita kali ini adalah sahabat rasa rindu Al, karena kita adalah sahabat yang saling merindukan, sebab terpisah antara jarak dan waktu, dan kau harus tetap menunggu ku Al, aku yakin kita pasti akan segera kembali untuk bersama".


" Jika kau yakin, maka aku akan lebih yakin untuk selalu menunggu mu disini".


" Terimakasih Al, aku pamit, dan sekali lagi tolong jaga dirimu baik-baik, kau jangan lupa untuk makan dan selalu bernafas".


" Disaat seperti ini kau masih bisa becanda?".


" Aku tidak bercanda Al, aku hanya mengingatkan mu".


" Haha terimakasih Tuan Aldi yang terhormat karena sudah mengingatkan saya". Ucapnya sambil tertawa.


" Dasar kau, masih saja bisa tertawa". Sambil menyubit kedua pipi Alda, lalu memberi pelukan kembali pada Alda, kali ini pelukan yang ia berikan agak lama, karena ia tak sanggup untuk berpisah dengan Alda.


" Terimakasih sudah mau menemui ku, aku akan simpan dan jaga kotak ini karena apapun yang kau beri padaku adalah hal yang harus aku jaga. Selamat tinggal aku harus pergi Al, jaga dirimu baik-baik". Ucapnya sambil mengecup kening Alda.


" Jaga diri mu juga Di, semoga kau sampai dengan keadaan selamat". Sedikit demi sedikit genggaman Aldi pun terlepas dari genggamannya, karena ia sudah melangkah pergi.


Aldi semoga kau selalu bahagia dan sukses disana, aku tahu ini memang takdir yang sudah di tulis kan oleh sang maha kuasa, aku tak akan pernah melupakan mu, dan aku akan selalu menunggu mu walaupun harus menanti 6 tahun lamanya. Alda.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2