
Aldi tertidur disamping Alda, karena ia merasa mengantuk telah menjaga Alda seharian di rumah sakit. Alda yang berada diatas tempat tidur terus menatap pria yang sedang tertidur pulas disampingnya dan tak mau mengganggu.
Kamu pasti lelah ya, aku gamau ganggu kamu istirahat. Alda. Sambil menyibakkan selimut ke atas punggung Aldi.
"Aldi kenapa sih walaupun tertidur pulas pun kamu masih tetep terlihat tampan". Sambil mengacak rambut Aldi yang sedang tertidur.
Iya, kamu kan ALDI ARDIANTARA, jadi gasalah semua wanita memperebutkan mu, karena kamu anak dari seorang Ayah yang hebat kan. Kamu juga tampan dan memiliki hati yang tulus, tapi kekurangan mu itu memang dingin Di, mungkin gaada salah nya jika banyak wanita saling bunuh untuk memperebutkan mu, hiks. Heiii aku ga termasuk ya, karena aku hanya remehan kecil dibanding wanita-wanita yang memperebutkan Aldi. Yah aku sadar diri kok, mana mau Aldi sama aku. Alda.
Alda terus bergumam dalam hatinya, sambil, masih memainkan rambut pria disebelah nya. Saat sedang asyik memainkan rambut Aldi, ternyata Aldi tebangun dan mengenggam lengan nya yang masih berada diatas kepala Aldi. Sebenarnya Aldi sudah menyadari dari tadi, tetapi ia membiarkan Alda memainkan rambutnya.
" Kamu ngapain sih?". Masih dalam posisi tidurnya tadi.
" A, Aldi ko kamu bangun sih". Ucap nya gelagapan karena terkejut.
" Aku juga denger loh, yang kamu ucapin barusan". Sambil menciumi lengan Alda.
" Aku ga bilang apa-apa kok".
" Hemm".
Tak lama Dokter pun masuk kedalam ruangan, untuk mengecek kondisi Alda sekarang.
" Selamat siang Tuan Aldi". Menyapa Aldi sambil membungkukan sedikit badannya.
" Hemm". Aldi hanya membalas sekenanya.
" Bagaimana kondisi anda sekarang Nona?". Berbalik ketujuan awal pada Alda.
" Saya sudah mulai membaik Dok, apa hari ini saya boleh pulang?".
" Syukur lah jika anda sudah mulai membaik Nona, kita lihat perkembangannya dulu Nona, jika anda memang sudah benar-benar pulih, baru anda dinyatakan boleh pulang Nona".
" Tapi, saya benar-benar sudah sehat Dok".
" Shuttt, dengerin aja kata Dokter, jangan membantah". Sambil menempelkan jari telunjuk nya dimulut Alda.
" Ihh Aldi, emang kamu gamau liat aku pulang gitu". Kesal.
" Engga, karna disini aku bisa jagain kamu terus haha".
" Ihhh kan aku ingin pulang ke rumah, lebih nyaman dirumah tau". Logat nya seperti anak kecil.
" Hemm".
" Bagaimana Dok, kapan saya boleh pulang?".
" Jika keadaan anda memang sudah membaik, nanti sore, anda sudah bisa pulang Nona".
__ADS_1
" Yess, makasih Dok".
" Baik Tuan, Nona, mari". Ucap nya sambil permisi.
***
Ibu sudah berada di ruangan, membawa makanan yang telah ia masak saat dirumah. Karena ia tak enak jika Aldi yang sedari tadi menjaga tak makan seharian, padahal jika Aldi mau makan pun Riki pasti sudah membelikan makanan untuk nya.
" Nak Aldi, Nak Riki ayo makan dulu".
" Gausah repot-repot Bu, kami sudah makan barusan".
" Oh gitu, padahal Ibu sudah masak banyak dirumah".
" Kalo gitu Aldi mau makan deh, asalkan Ibu yang suapi Aldi gimana?".
Tuan muda, mengapa anda menjadi aneh seperti ini?. Riki.
" Boleh Nak, Ibu suapin ya".
Tak lama Alda pun kembali protes, karena tak terima jika Ibu nya menyuapi Aldi.
" Lah, kok malah Aldi yang mau Ibu suapin sih. Kan harusnya Ibu suapin Alda, kan disini yang lagi sakit itu Alda Bu".
" Iya Nak boleh, nanti ibu suapi kalian berdua aja ya".
" Terimakasih Bu". Aldi.
" Wah syukur deh kalo gitu, Ibu seneng denger nya".
" Kalo Ibu seneng, Aldi juga ikut seneng deh, eh iya Al orang tua ku nitipin salam buat kamu, kata nya maaf mereka belum bisa jengukin kamu lagi".
" Oh gitu, ga apa-apa kok. Eh iya bilangin makasih juga ya untuk Mama dan Papa mu".
" Siap!".
Seseorang datang dari balik pintu, dan menyapa Alda dengan penuh senyuman hangat dipipinya, yang disapapun ikut bahagia, dan berteriak senang.
" Kak Riko". Teriak Alda.
Aldi yang disamping Alda merasa bingung, sebab ia tak tau siapa Kak Riko seperti mengatakan siap dia, kenapa dia bisa datang kemari.
Kak Riko memberi pelukan hangat pada Alda, lalu mencium kening adik nya dengan penuh cinta seorang kaka terhadap adik nya.
" Kaka, kenapa kemarin ga kemari?". Ucap Alda sambil memanyunkan bibirnya.
" Mamafin Kaka ya, kaka kemarin sibuk sekali jadi ga bisa mampir dulu deh ke rumah sakit". Sambil mengacak rambut Alda.
__ADS_1
" Yaudah deh ga apa-apa, tapi jangan acak rambut Alda juga dong". Ucapnya protes. "Ahh iya Ka, kenalin ini Aldi teman ku".
" Ah iya, ini Aldi Ardiantara kan?".
" Kok, kaka bisa tau?".
" Selamat siang Tuan, saya Riko kaka nya Alda".
" Hemm".
" Kaka jawab dong, kenapa Kaka jadi sopan gitu sih ke Aldi".
" Nanti di rumah Kaka ceritakan ya". Sambil menatap wajah Aldi.
" Oke deh".
Alda pun makan siang terlebih dahulu, lalu bersiap-siap untuk pulang, karena dokter sudah memperboleh kan Alda untuk pulang hari ini.
Semuanya telah selesai dibereskan. karena Alda ingin cepat pulang, jadi sangat terpaksa Dokter memperboleh kan nya pulang cepat, karena apapun yang diminta pasien nya sekarang, adalah perintah juga dari seorang Tuan Ardiantara.
Mereka juga tak ingin membuat kesalahan yang nanti nya akan berurusan langsung dengan Tuan Ardiantara, termasuk pada anak nya. Karena dengan sorotan mata saja ia sudah tak kuasa menahan rasa takut nya.
" Bagaimana Tuan Aldi, apakah Nona sudah bisa pulang sekarang, apakah keputusan saya sudah benar Tuan?". Meminta izin dulu begitu fikirnya.
" Hemm". Balasnya singkat.
Hemm apa sih sebenernya, memang ya Papah dan Anak nya sama saja. Dokter.
" iya Dok, maksud nya Aldi setuju". Sambil merangkul lengan Aldi sebelah kiri.
" Baik jika begitu akan saya urus semuanya". Sambil menatap Aldi. "Permisi Tuan".
Aldi tak menjawab, matanya masih tertuju pada Alda. Yang di tatap balik menatap kembali.
" Kok aneh sih, Dokter dan Suster disini pada takut liat kamu, termasuk Kak Riko, sebenernya ada apa sih Di?". Tanya nya heran.
" Entahlah". Jawabnya singkat.
" Gitu banget sih sekarang". Sambil melepaskan rangkulan tangannya dengan kasar.
" Gitu gimana Al, perasaan gaada apa-apa kok". Sambil mengusap rambut Alda.
Apa, jadi orang yang Tuan Aldi sayang itu ternyata Adik ku sendiri Alda. Riko.
" Kak ayo kita pulang, Alda udah siap nih".
" Kita tunggu Dokter dulu sebentar ya".
__ADS_1
Dokter pun datang lalu menghampiri pasien untuk memberikan obat yang harus diminum, dan menjelaskannya secara detail mengenai fungsi obat yang diberikan. Setelah menjelaskan akhirnya mereka pun dipersilahkan pulang. Tetapi sepanjang perjalanan, Alda masih tetap aneh dengan tingkah orang-orang pada Aldi, seperti sangat menghormati Aldi. Mungkin karena Aldi adalah anak dari orang nomor satu Tuan Ardiantara. Begitu yang difikirkan Alda sepanjang perjalanan.
-Selesai😊