
~POV Alda~
Lima tahun kemudian.
Tidak terasa 5 tahun sudah berlalu sejak kepergian mu Aldi. Walaupun tanpa adanya kabar sedikit pun entah mengapa rasanya aku sangat merindukan mu, karena hati ku masih sama seperti dulu. Bagaimana kabar mu disana? Lalu Apa mungkin kau sudah melupakan ku disana karena banyak sekali wanita yang lebih sempurna dari ku. Ku harap kau juga merindukan ku disana.
Aldi ternyata benar ya kata orang bahwa Jarak itu sebenarnya tak pernah ada. Walaupun Pertemuan dan perpisahan dilahirkan oleh perasaan karena jarak juga hanyalah sebuah letak geografis, bisa ditempuh oleh apapun demi membayar tuntas kerinduan ini.
Aku tak tau kapan kita bisa bertemu kembali, menunggumu sampai saat ini saja sudah membuat ku cukup menyimpan beban kerinduan, bukan kah aku hebat? Karena sampai sekarang pun aku masih tetap menunggu mu. Aldi tolong beri aku penghargaan saat kau datang kemari!.
Jika ku fikir kembali ternyata benar ya jika cinta itu memang aneh, dia tak selalu datang pada orang terdekat, tapi bisa padamu yang jauh disana. Jarak dan waktu ini, takkan pernah membuatku lelah menjalani cinta kita.
Kamu adalah orang yang tak tersentuh keberadaannya, seseorang yang tak pula terlihat. Namun kerinduan begitu melekat dihati. Sejauh kamu pergi, tetap saja bayangmu akan selalu ku bawa.
" Aldi, aku rindu bahkan aku sangat merindukan mu!!".
" Mengapa kau tidak pernah mengabari ku walaupun hanya sebentar, aku rindu dengan suara mu!!".
" Aku sempat membencimu karena kau tak pernah menghubungi ku, tetapi jujur saja itu membuat ku sakit untuk memaksa melupakan mu!!".
" Kenapa aku harus sebodoh ini menyimpan perasaan pada orang seperti mu, Aldi Ardiantara apa aku pantas merindukan mu!".
" Sementara kau, apa kau juga merindukan ku? Ingin sekali rasanya aku memeluk mu seperti dulu, andai saja waktu bisa diulang mungkin sampai saat ini aku masih bisa bersamamu".
" Apa kau ingat Danau ini, tempat dimana kita memecahkan masalah yang sempat terjadi, masalah yang membuat persahabatan kita akan berakhir. Tetapi ditempat ini kita bisa menyelesaikan nya bukan?".
Kau sudah cukup menjadi pelindungku, bahkan kau lebih dari seorang pelindung. Aku mencintai mu kata terakhir yang kau ucap kan saat kau pergi, aku ingin kau mengucap kan kata itu kembali pada ku, kelak akan ku jawab bahwa aku sangat mencintaimu juga.
Disini sedang sepi kan? Tak apa jika tadi aku berteriak. Semoga saja tidak ada orang yang mendengar teriakan ku barusan, karena itu sudah membuat ku cukup lega sekarang.
Maafkan aku danau, karena aku tidur mu jadi terganggu. Tetapi aku sangat berterimakasih karena kau sudah memberi ku tempat yang indah untuk mengeluarkan keluhan ku. Saat ini hatiku sudah tak terasa berat, sebab dengan cara ku seperti ini aku bisa dengan mudah melakukan aktivitas ku tanpa terus memikir kan Aldi.
" Hei teriakan mu ternyata sangat keras ya!". Sapa seorang pria tak dikenal yang tiba-tiba datang lalu duduk bersebelahan dengan ku.
" Maksud mu?".
" Kau mengganggu tidur ku barusan". Sambil memotret matahari terbenam oleh kamera nya.
" Apa kau mendengar semua perkataan ku barusan?".
" Hemm iya aku mendengarnya".
" Apa saja yang kau dengar?".
" Aku mendengar semuanya haha, oh iya kita belum sempat kenalan loh". Hendak berjabat tangan.
" Apa dari awal kau mendengarnya?, hemm aku Alda".
" Ya tentu saja. Aku Reno senang bisa berkenalan dengan mu gadis cantik".
" Jika kau sudah mendengar semua perkataan ku barusan tolong jangan sampai siapapun tahu tentang hal ini".
__ADS_1
" Kau tidak perlu kuatir, aku akan menjaganya".
" Bagus lah". Sambil beranjak dari tempatnya duduk tadi.
" Kau mau kemana?".
" Pulang".
" Baru saja aku duduk disini kau sudah akan pulang".
" Itu urusan mu, bukan urusan ku".
Ternyata gadis ini menarik juga. Gumam Reno dalam hati sambil tersenyum.
" Hei gadis cantik apa kita bisa bertukar nomor ponsel?".
" Tidak".
" Kenapa? ".
" Aku tidak bisa memberikannya kepada sembarang orang".
" Hemm kalo begitu baik lah, tidak apa-apa jika kau tidak ingin memberikannya. Tapi jangan salahkan aku jika ada orang yang tahu suara mu, aku sudah merekam suara mu barusan loh".
" Maksud mu?".
" Saat kau berteriak aku sudah merekam suara mu, lalu jika orang-orang tahu bahwa kau kekasih Aldi bagaimana?".
" Hemm itu tergantung pada mu, apa kamu mau jika kita bertukar nomor handphone? Jika kau mau, aku tidak akan menyebarkannya".
" Jangan membuat sulit, mana handphone mu!".
Saat Reno memberikan handphone nya, Alda pun mengetikan beberapa angka dilayar kecil itu.
" Nih, puas!".
" Oke, terimakasih gadis cantik".
Alda tak menjawab, lalu pergi meninggalkan pria itu sendirian tanpa sedikit pun kata terucap dari mulut nya.
Aku ingin menemui Mama, aku ingin menceritakan semua kerinduan ku pada Aldi saat ini. Entah mengapa setiap melihat Mama, aku seperti melihat sosok Aldi pada dirinya, itu membuat kerinduan ku pada Aldi sedikit berkurang.
***
Di rumah utama yang megah ini saat pertama kalinya aku menginjakan kaki bersama Aldi sang pemilik rumah, dan sekarang aku harus menginjakan kaki ku disini sendirian.
Kenapa banyak sekali kenangan yang sudah kita lalui, setiap jalan yang aku lalui bersama mu sungguh membuat ku rindu atas diri mu.
Aku berjalan menuju pintu depan sendiri untuk menemui Mama, aku pun sangat merindukan Mama kali ini. Sebab jika aku melihat mama rasa rinduku bisa sedikit terobati.
" Bu elly apa kabar?". Sapa Alda ramah.
__ADS_1
" Saya baik Nona Alda, sudah lama ya anda tidak kemari, dan sekarang kau semakin cantik, nyonya besar pasti sangat merindukan mu saat ini".
" Iya Bu Alda juga sangat merindukannya".
" Mari Nona biar saya antar ke dalam".
" Baik terimakasih Bu".
Di dalam ruang utama aku melihat seorang Ibu yang begitu merasa sangat kesepian, sungguh aku tahu ia pasti sangat merindukan anak nya karena sudah lama Aldi tak pulang menginjak rumah ini.
Maafkan aku Ma, karena baru sekarang aku bisa menjumpai mu, karena kesibukan ku membuat ku lupa untuk menemui mu, tetapi mulai sekarang aku akan lebih sering menemui diri mu.
" Mama, apa kabar?".
" Alda, Mama baik dan Mama sangat merindukan mu".
" Alda juga merindukan mu, maaf karena Alda baru bisa kembali saat ini".
" Tak apa, Mama mengerti kau pasti sangat sibuk dengan kuliah mu, dan Mama dengar saat ini kau sedang mengambil S2 mu kan?".
" Iya Ma, doakan Alda ya".
" Iya nak Mama mendoakan semoga kau berhasil dengan perjuangan mu ini".
" Aamiin, oh iya Ma kapan Aldi akan pulang? Aku sangat merindukannya".
" Akan ada waktunya untuk Aldi pulang Nak, tahun depan Aldi pasti kembali".
" Berarti Alda harus menunggu Aldi selama satu tahun lagi ya Ma?".
" Iya Nak, kau harus bersabar ya, terimakasih karena kau sudah mau menunggu Aldi sampai saat ini".
" Iya Ma, karena Alda tidak akan mudah untuk merubah perasaan Alda". Ucapnya sambil tersenyum tulus.
" Terimakasih, Aldi pasti akan sangat beruntung jika memiliki mu".
Alda tersenyum, perkataan Mama Aldi membuatnya merasa lebih percaya diri untuk terus bersama Aldi sampai titik terakhir sekalipun.
" Oh iya Nak Mama baru ingat, sebentar lagi Aldi ulang tahun loh. Kau bisa berkunjung kesana jika kau mau, kau bisa memberikannya kejutan, itu pasti akan membuat nya senang karena kehadiran mu".
" Ah iya Mama benar, tapi memang tak apa jika Alda berkunjung kesana?".
" Tidak apa-apa ko Nak, kau bisa mengunjunginya kapan saja, tetapi kau harus tanyakan dulu kapan Aldi libur, karena takutnya jika kau datang kesana Aldi sedang melakukan pelatihannya".
" Baik Ma, Alda pasti akan bertanya pada Aldi dahulu, dan akhir semester nanti Alda pastikan akan bertemu Aldi".
" Baik lah, jika kamu akan berangkat kau bisa menghubungi Mama, agar kau ada yang mengawal disana".
" Baik Ma, terimakasih banyak atas semua perhatian mu".
Aldi tunggu aku datang menemui mu, aku akan memberikan hadiah terbaik yang tak akan pernah kau lupakan.
__ADS_1
-Selesai😊