Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 34


__ADS_3

Setelah sampai di dalam ruangan, Riki memanggil Alda yang baru saja masuk, karena khawatir dengan reaksi Aldi yang tiba-tiba pergi dari ruangan tanpa sebab.


" Alda, bukannya barusan lo kejar Aldi? Lalu dimana dia sekarang?". Lontar Riki sekaligus menanyakan beberapa pertanyaan.


" Aku ga tau Rik, kayanya ada yang aneh deh sama Aldi". Ucap Alda sambil berfikir. " Coba kamu cari dia Rik, aku khawatir terjadi apa-apa sama Aldi". Seru Alda.


" Oke Al, gue izin cari Aldi ya". Seru Riki.


" Iya Rik, makasih ya. Tolong cari Aldi sampai dia mau balik lagi kemari ya". Balas Alda.


Riki pun mencari Aldi di sekitar sekolah, tetapi sama sekali tidak menemukan batang hidung nya. Ia kuatir karena mood Aldi saat ini sedang tidak bagus.


Aldi lo dimana sih, selalu aja bikin repot. Riki.


Gemuruh Riki dalam hatinya, karena ia benar-benar kuatir jika Aldi sampai tidak ada disampingnya. Karena jika Aldi tidak ada disamping Riki, entah bagaimana Ia akan menjelaskan pada Ayah nya. Termasuk pada Papa Aldi.


Mungkin terdengar sangat aneh, seolah-olah Aldi seperti anak kecil yang perlu dijaga, tetapi ini memang sudah kewajiban Riki, untuk selalu ada disamping Aldi, sampai ia dewasa nanti.


Ahh iya, gue inget. Kalo gue pasang GPS di HP Aldi. Akhirnya Riki melacak keberadaan Aldi dengan ponselnya. Danau dekat sekolah? Ngapain dia kesana. Gumamnya bingung, karena tak biasanya seorang Aldi, pergi ke tempat yang bisa dibilang sangat cocok untuk menenangkan fikiran. Apa dia lagi ada masalah? Oke gue bakal tanya langsung. Riki.


POV Aldi~


Al, maafin gue. Ntah kenapa gue ganyaman saat lo deket sama laki-laki lain, selain gue. Mungkin gue lelaki yang egois, karena gue gamau lo bahagia dengan orang lain, tapi gue bingung perasaan apa ini?, Aaaaa bodoh, bodoh, bodoh banget sih. Mana mungkin gue suka sama sahabat gue sendiri, dia pantes bahagia kok. Lagian gue bukan orang spesial buat dia, gue tau dia hargain gue aja, karena gue sahabatnya kan? Gue bukan orang yang baik untuk dia, hiks.


Tak lama saat Aldi sedang menunduk pasrah, seseorang datang dari arah belakang.


" Alda, gue tau lo bakal nyusul gue!".


" Jadi lo kesini, karena Alda?".


Suara itu terdengar berbeda, Ia kira Alda datang untuk menyusul, tetapi nyatanya ia kecewa, karena yang datang bukan Alda, melainkan Riki.


" Ngapain lo disini Rik?".

__ADS_1


" Gue kuatir sama keadaan lo, ternyata lo disini lagi mikirin Alda, lo punya perasaan sama dia?".


" Bukan urusan lo!".


" Tentu ini urasan gue, karena kebahagiaan lo adalah kebahagiaan gue juga. Ini udah janji gue sama Ayah, dan Papa lo". Jelas Riki. " Alda, nyuruh gue untuk cari lo, karena dia kuatir dengan keadaan lo yang tiba-tiba pergi gitu aja".


" Sekuatir apa dia sama gue?".


" Sangat kuatir, bahkan dia rela ngejar lo, walaupun dia baru datang. Sekali lagi gue tanya sama lo, apa lo suka sama Alda?".


Aldi pun akhirnya mencaritakan semua hal pada Riki, termasuk saat Alda tertawa bersama Dalvin. Mungkin baginya ini adalah hal yang bodoh, karena harus memiliki rasa pada seorang gadis yang harus ia lindungi.


" Tapi, gue gatau rasa apa ini, tapi entah mengapa gue berfikir, jika gue punya rasa sama dia, mungkin persahabatan gue bakal hancur Rik".


" Ternyata bener, gue udah tebak itu dari awal. Kenapa lo ga coba untuk jalanin lebih dari sahabat? Gue yakin ko, Alda juga pasti suka sama lo".


" Gabisa Rik, gue gamau bikin persahabatan gue sama Alda malah canggung".


Setelah itu mereka tenggelam dalam fikiran masing-masing, Aldi memikirkan tentang perasaannya yang tak mungkin bisa bersatu. Sementara Riki memikirkan untuk kebahagiaan Aldi kedepannya.


" Yaudah, ayo Di, kita balik ke sekolah".


" Iya!".


Aldi pun berdiri, lalu beranjak dari tempatnya. Sambil menatap danau yang begitu memanjakan matanya.


Al, gue bakal sering dateng ke tempat ini, karena lo orang yang pertama kali bawa gue kesini. Maaf Al, kalo gue gamau sampai kehilangan lo, dari pandangan gue. Gue pastiin lo bakal selalu ada dalam pandangan gue, gue bakal simpen rasa ini, sampai nanti waktunya tiba.


Aldi pun pergi meninggalkan danau, otak nya masih diambang rasa sunyi. Fikirannya terus saja berputar memikirkan hal bodoh yang semestinya tidak pernah terjadi. Gue tau gue emamg bodoh, tolong gue Thor, gue harus berbuat apa sekarang, bikin Alda buat suka juga dong sama gue Thor!.


**


Di Sekolah, kini Aldi telah sampai di depan gerbang. Tetapi, kali ini ada hal yang membuat perasaannya nya mendidih dan ingin diledakan kapan saja, seperti bom atom, diwaktu yang bersamaan. Ia mengepalkan tangannya, saat melihat Alda keluar bersama dengan Dalvin, mereka terlihat sangat akrab, seperti tak ada jarak yang dapat memisahkan mereka.

__ADS_1


Aldi melihat Alda akan terjatuh karena menginjak tali sepatunya yang tak terikat, refleks ia berlari menghampiri Alda, karena ia tak mau jika Alda terjatuh mengenai aspal. Tetapi hal itu terlambat, karena Dalvin sudah menangkap Alda terlebih dahulu, Alda pun bertatapan cukup lama dengan Dalvin. Aldi yang sudah berada tepat di hadapan Alda, sedikit demi sedikit memundurkan langkahnya karena tak kuasa melihat kejadian yang terjadi dihadapannya.


Sebenarnya Alda sudah tahu, jika Aldi sebenarnya akan membantu dirinya, tetapi tidak jadi karena Dalvin dengan sigap menangkapnya. Ia menatap Aldi yang sedang memundurkan langkahnya, lalu berlari dan memberikan pelukan pada Aldi.


" Aldi, kamu kemana aja? Aku kangen, aku juga kuatir dengan keadaan kamu di". Lirih Alda sambil memeluk erat.


Yang dipeluk hanya diam, karena tercengang dengan perlakuan Alda padanya. Merasa senang, bahagia yang tak bisa diungkapkan oleh kata-kata.


" Kamu dari mana Di? Aku kangen". Tanyanya kembali.


" Gue masi dibumi, Gue ga hilang ko Al". Balasnya.


" Aldi, kita pulang bareng kan? Ada sesuatu yang mau aku bicarain sama kamu". Ucap Alda.


" Iya". Balas Aldi.


Alda pun melirik ke arah Dalvin, lalu mengucapkan terima kasih, karena sudah menolong dirinya.


" Makasih Vin karena udah nolongin aku". Ucap Alda.


" Ia Al, sama-sama". Balas Dalvin.


Mereka pun berpisah lalu menuju rumah masing-masing, hanya tersisa Alda, Aldi, dan Riki.


" Rik, lo duluan aja, gue mau anter Alda pulang". Seru Aldi.


" Yaudah, gue duluan Di, Al". Balas Riki. " Gue tunggu lo di rumah secepatnya Di, sebelum Papa lo pulang, lo harus udah ada di rumah". Ucap Riki


" Iya, gue tau!". Ucap Aldi.


Setelah itu, Riki pun pergi terlebih dahulu, karena ia tahu, Tuan nya sekaligus sahabatnya itu, harus menyelesaikan suatu kesalah pahaman, agar cepat diselesaikan.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2