Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 56


__ADS_3

Malam telah larut, rembulan semakin menampakan sinar nya. Termasuk dua insan yang masih asik dengan permainan malam ini, hingga melupakan waktu yang semakin larut.


Mereka mengelilingi pasar malam untuk membeli beberapa makanan, karena setelah bermain membuat perut mereka merasa lapar.


" Aldi ayo kita beli makanan, aku laper". Sambil memegangi perutnya.


" Yaudah, ayo ke mobil, kita cari tempat makan ya".


" Disini aja, kan banyak yang jualana".


" Beli makanan di tempat kaya gini, memang terjamin kehegienisannya?".


" Aldi, kita itu harus menghargai para penjual disini, dan aku yakin ko, kalo yang berjualan disini bersih dan makanan nya juga enak".


" Aku gabisa Al, kamu aja deh nanti yang makan, aku temenin kamu aja gimana?".


" Kalo kamu gamau, yaudah kita pulang aja!". Mendengus kesal.


" Eh, kok marah sih".


" Kamu itu harus belajar makan makanan lokal juga Di, kamu juga harus bisa menghargai produk lokal, ga semuanya makanan lokal itu ga hegienis Di, malah menurut ku makanan lokal itu lebih baik loh".


" Hemm iya deh aku coba".


" Nah gitu dong".


Mereka berjalan, membeli beberapa makanan, hingga tas jinjing yang mereka bawa ditangan sudah tak cukup lagi.


" Emang makanan sebanyak ini bakalan abis?".


" Abis ko, kan kamu juga bantuin".


" Tapi aku makan sedikit loh".


" Yaudah ga apa-apa, nanti biar aku yang abisin".


" Kamu itu badan kecil, ternyata makan mu banyak ya, hahaha".


" Ih Aldi, kan kamu udah tau".


Aldi tertawa sambil mengusap rambut Alda, lalu melanjutkan langkah nya untuk mencari tempat duduk yang kosong. Tetapi seseorang melambaikan tangan dari arah depan, memang tak terlihat jelas, tetapi orang itu melangkah semakin dekat.


" Hei, kalian disini juga?".


" Dalvin, ia kita lagi jalan-jalan Vin, hehe".


" Kalo aku ikut gabung, boleh?".


" Hemm, boleh aja sih". Sambil meliat Aldi.


" Oh iya Al, kamu mau beli apa, biar aku traktir ya?".


Sementara Aldi yang yang berada disebelah Alda ikut menjawab, dengan air muka yang datar.


" Lo ga liat, dia udah banyak beli makanan, gausah lo tambahin lagi". Sambil mengangkat belanjaan yang dibawanya.


" Gue tanya Alda, bukan tanya lo".

__ADS_1


" Tapi disini gue yang dari tadi bareng dia, dan ini makanan dia semua".


" Tapi kan Alda belum jawab pertanyaan gue, jadi lo ga berhak dong buat larang gue".


" Udah dong, kenapa sih kalian jadi kaya anak kecil gini?". Menghentikan perdebatan dua pria dihadapannya. "Aku udah banyak beli makanan Vin, makasih tawarannya". Berjalan cepat melewati dua pria dibelakangnya.


Sementara itu yang berada dibelakang, masih saja berdebat seperti bocah yang tak mau mengalah.


Mereka berlari mengejar Alda, lalu men sejajarkan langkah nya dengan Alda, berada dikanan dan kiri gadis itu.


" Ada apa?, udah selesai kan debat nya?".


" Maaf Al". Ucap keduanya.


" Kalian tau ga, dengan kalian seperti ini, kalian seperti anak kecil, padahal kalian sudah sama sama dewasa". Ucap nya tegas. "Kalo kalian masih ribut, jangan ikutin aku lagi". Berjalan lagi.


" Al, maaf kita gaakan ribut lagi ko". Ucap Dalvin.


" Oke".


Sementara air muka Aldi, sudah sangat terlihat tidak nyaman. Alda yang melihat nya sudah menyadari itu, karena memang niat nya datang kemari hanya untuk bersama Aldi, bukan dengan Dalvin.


" Tapi Vin aku minta maaf, ini udah larut dan aku harus pulang".


" Kalo gitu aku anter kamu ya Al".


" Hemm aku pulang sama Aldi aja Vin, karena kan aku kemari dengan Aldi, maaf ya".


" Oh oke, hati-hati dijalan ya".


Alda menarik lengan Aldi agar cepat melangkah, karena ia ingin cepat sampai mobil dan makan bersama Aldi.


" Aldi ayo, aku laper".


" Mau langsung pulang Al?".


" Iya Di, kita makannya di dalam mobil kamu aja ya".


" Iya". Balas nya singkat.


***


Sesampainya didalam mobil, Alda memulai pembicaraan karena sedaritadi Aldi hanya diam, tidak seceria sebelum bertemu dengan Dalvin. Entah apa yang ada difikirannya saat ini.


" Kamu kenapa sih?".


" Memang aku kenapa?".


" Kebiasaan deh, kalo ditanya pasti nanya balik".


" Aku ga apa-apa ko Al".


" Karena Dalvin?, seharusnya kamu itu beruntung tau, karena aku lebih pilih kamu barusan".


" Kenapa?".


" Karena perdebatan kalian, dan aku harus memilih diantara kalian, aku lebih pilih kamu dibanding Dalvin, karena menurut ku kamu berharga".

__ADS_1


" Kenapa ga pilih Dalvin?".


" Kamu mau aku pilih Dalvin, bukan kamu?".


" Engga".


" Ihh udah deh nyebelin, sebel aku sama kamu!". Ucapnya sambil membanting makanan yang ia pegang ke hadapan Aldi dengan kasar.


" Sekarang si kecil unyu aku udah berani marah-marah nih".


" Terserah lah!".


Aldi membuka box makanan yang ada dihadapannya, lalu menggoda Alda dengan makanan yang ia buka barusan.


" Ah sayang banget ya orang nya lagi marah, kesian banget sih kalian wahai makanan yang ada dimobil ku, kayanya nona yang mau makan kalian lagi ngambek dan gamau makan kalian, yaudah gausah kuatir, nanti biar aku aja deh yang abisin kalian".


Alda masih menjalankan aksinya, ia berusaha tidak tergoda dengan makanan yang Aldi buka, padahal perutnya sangat lapar.


" Bener nih gamau, padahal kamu sendiri yang bilang ini enak". Sambil menggoda nya tepat didepanya.


" Engga, aku gamau".


" Yaudah deh, aku abisin ya".


Terdengar suara dari perut Alda, ia tak bisa membohongi dirinya jika sedang merasakan lapar, dan tidak bisa membohongi orang lain juga, itu membuat Aldi tertawa.


" Lu itu lapar Al, udah makan aja".


" Yaudah kalo kamu maksa, aku makan ya".


" Iya, makan aja Al ga apa-apa, habisin aja ya yang banyak".


" Udah diem, aku lagi marah sama kamu".


" Ihh gemes banget sih kamu, lagi marah ko bilang-bilang sih". Sambil mencubit kedua pipi Alda dengann lengannya.


" Ih sakit tau!". Sambil mengusap pipinya.


Alda menghabiskannya dengan lahap, karena ia sedang sangat lapar. Setelah banyak permainan yang mereka coba dan sangat bersenang-senang hari ini.


" Kamu mau coba makanan aku ga, ini enak banget loh". Ucap Alda.


" Boleh".


" Nih aku suapin ya, aaaa".


" Hupp, eumm enak banget, ditambah lagi kamu yang nyuapinnya".


" Bisa aja ih Aldi, kalo kaya gini aku gajadi julukin kamu si pria dingin".


Aldi mengernyitkan dahinya bingung dengan penjelasna alda padanya "dingin?, aku ga dingin ko, tapi aku itu cool, hahaha".


" Ih kenapa kegeeran kamu semakin kesini, semakin memuncak Di?".


Aldi hanya tertawa dengan apa yang dikatakan Alda, ia menghentikan makannya, lalu melajukan mobil nya agar cepat sampai, karena malam sudah semakin larut, ia merasa hari ini ia sudah cukup bersenang-senang, ditambah lagi dengan ditemani oleh sang sahabat yang setia menemaninya.


-Selesai😊

__ADS_1


__ADS_2