
Dengan menghitung waktu, pernikahan akan segera dilakukan. Kedua mempelai sedang mencoba gaun pengantin yang akan digunakan di hari spesial mereka malam ini.
Kedua keluarga pula ikut mencoba pakaian yang akan dikenakan nanti, pakaian yang indah dengan hiasan permata yang mencolok.
Semua orang begitu sibuk mempersiapkan segalanya, mulai dari dekorasi pernikahan hingga semua sudut yang ditata dengan sangat sempurna. Tidak luput dengan beberapa acara TV yang ikut bersiap meletakan kamera dibeberapa sudut, mencari tempat terbaik yang bisa terekspos kamera.
Riki mengatur semua dengan sangat baik, mulai mempersiapkan semua hadiah, hingga tempat mewah yang strategis untuk keberlangsungan acara pernikahan malam nanti. Ia menyiapkan para anggota militer profesional untuk acara Adat ditengah pernikan, semua persiapan berjalan sangat sempurna. Ia berharap pernikahan Aldi akan sangat berkesan untuk semua orang.
Diruang ganti, Alda menghampiri kedua orang tuanya. sembari memeluk keduanya, tak terasa waktu begitu cepat berlalu hingga ia akan hidup dengan pria yang dicintainya. Ayah yang melihat putri perempuannya selalu menjadi putri kecilnya. Kesedihan itu nampak jelas di wajah Ayah yang harus melepas putrinya, memberikan tanggung jawab besar kepada pria yang menggantikannya kelak.
Ibu yang memancarkan cinta dengan tangis bahagia, tangisan Ibu yang tulus akan kasih tanpa pilih kasih. Menatap putri yang sudah lama ia jaga akan segera pergi meninggalkannya, memenuhi tanggung jawab sebagai Istri dengan menjalakan ibadah yang sudah ditentukan agama.
" Ayah, Ibu. jangan menangis." Mengusap Air mata dengan kedua tangannya.
" Kamu sudah dewasa, sebentar lagi kamu akan menjadi seorang Istri. Tapi kamu akan selalu menjadi putri kecil kami." Ucap Ayah menahan tangis. Mulutnya bergetar, seolah tak ingin putri kecilnya pergi.
" Ayah, terima kasih. Kalian sudah merawat aku sebaik mungkin, Ayah tak perlu khawatir, Aldi akan menjaga Alda sesuai janjinya bukan?." Ucapnya tegar, percaya sepenuhnya kepada calon Suaminya.
" Iya Nak, Tuan Aldi pasti akan menjaga mu. Dia orang yang tepat untuk mu, Ayah yakin kamu akan bahagia dengannya." Ucap Ayah dengan mengelus kepala putrinya.
" Iya Ayah. Aku mencintai kalian, sehat selalu Ayah, Ibu. Doakan semoga hari pernikahan ku berjalan sempurna." Memeluk keduanya, tangisan yang menyatu terdengar disetiap sudut ruangan. Gemerlap lampu menjadi saksi bisu tangis bahagia orang tua demi kebahagiaan putrinya.
Kesya masuk kedalam ruangan, melihat semua orang sudah menangis. Rasa ingin menenangkan sahabatnya muncul dibenaknya, Ayah dan Ibu sudah dianggapnya sebagai keluarga. Ia berjanji pada Alda, akan menjaga Ayah dan Ibu jika ia pergi.
" Alda, kamu udah liat dekorasi pernikan mu buat nanti malam?." Tanya Keysa.
" Belum, Aldi cuman suruh aku buat coba gaun pengantin disini. Tapi aku gatau dimana Aldi sekarang." Jawabnya, padahal Keysa tidak menanyakan keberadaan Aldi.
" Aku gatanya calon suami mu, tapi aku mau ajak kamu untuk liat dekorasi pernikahan mu Alda." Ujar Keysa kembali.
__ADS_1
" Hehe, boleh, aku juga ingin lihat. Tapi Aldi izinin aku keluar kan?." Tanyanya memastikan.
" Aku yang tanggung jawab deh, Aldi pasti izinin ko. Lagian kan dia juga curang ga kasih tau kamu buat dekorasi pernikahan." Jawab Keysa kesal. Seharusnya ini direncanakan oleh kedua mempelai.
" Hemmm, ayo." Ajaknya penasaran dengan dekorasi yang disiapkan.
Sudah diluar ruang ganti, Alda ternganga melihat dekorasi yang begitu mewah. Semua terlihat begitu indah, dekorasi yang ditata, dibuat dengan estetika gemerlap lampu yang disimpan disetiap sudut.
Alda begitu terpukau melihatnya, tak menyangka pernikahannya akan dibuat seindah ini. Menikah dengan Aldi tak pernah ia bayangkan sebelumnya,terpukul akan rasa kerinduan selama bertahun-tahun, kini terbalas dengan berjuta kebahagian.
" Al, aku berharap kamu akan selalu bahagia. Tapi aku gamau ketika kamu bahagia, kamu lupa sama sahabat mu ini." Ucap Keysa serius.
" Kamu tetep sahabat terbaik ku. Jadi mana mungkin aku bisa lupa". Jawab Alda sambil mencubit kedua pipi Keysa.
" Ishhh, sakit tau! Tapi kalo Aldi sampai berani sakitin kamu, awas aja aku bakal maju paling depan."
" Hahaha, kamu kayanya sama deh sama Dalvin. Sama-sama pengen maju paling depan." Tawanya sambil menepuk bahu Keysa " Tapi kamu ga perlu khawatir, Aldi gaakan pernah sakitin aku. Aku tau Aldi, mungkin orang melihat dia adalah pria dingin, tapi sebetulnya dia berhati hangat ko."
" Makasih Key, kamu memang sahabat terbaik aku. Aku berdoa semoga kelak, kamu juga akan mendapatkan seseorang yang sayang sama kamu. Sama seperti Aldi yang sayang sama aku."
" Itu pasti, hahaha. Udah sana kamu harus siap-siap sekarang." Serunya mendorong bahu Alda agar segera bersiap.
" Haha oke, Dahhh aku pergi yaa." Ucapnya dengan lambaian tangan.
Ditempat lain, dua orang pria sedang berbincang. Riki yang sudah siap menjadi pendamping mempelai Pria, ikut mencoba pakaian yang sudah disiapkan untuknya. Bertahun-tahun sudah ia lalui untuk menjadi asisten pribadi Tuan Aldi, janji setia kepada Ayah dan Pamannya untuk tetap disamping Tuan Muda, Aldi sudah tumbuh menjadi orang yang tangguh, dewasa membuatnya kuat, walau kehidupannya tak mudah.
" Anda sudah dewasa sekarang. Berbahagialah Tuan Aldi." Ucap Riki, mulutnya bergetar.
" Lu juga Rik, semoga suatu saat lo ga jomblo dan bisa nikah kaya gue."
__ADS_1
" Iya. Tapi sayang nya saya masih mempunya bayi besar yang mesti dijaga, walau sebentar lagi dia mau menikah." Balas Riki.
" Hei, gue udah lepasin lo. Kalo lo mau nikah, gue ga keberatan, asal lo masih tetep jadi asisten gue." Sanggah Aldi tak terima dikatakan "Bayi" oleh Riki.
" Setelah melihat Anda benar-benar bahagia, saya pasti menikah suatu saat nanti."
" Gue udah bahagia Rik, Alda selalu bikin gue bahagia. Lo juga berhak nemuin kebahagiaan lo." Ucapnya dengan memeluk Riki.
" Mungkin nanti, tapi anda jangan khawatir, saya akan selalu ada disamping Anda. Sama seperti dulu, Anda tidak perlu mengkhawatirkan saya. Saya akan tetap menjadi orang yang selalu ada disamping Anda."
" Gue tau, tapi lo juga harus mikirin untuk masa depan lo Rik."
" Apa Anda mengizinkan saya untuk bicara sebagai sahabat Anda?."
" Hemm."
" Mungkin buat saat ini gue gaakan mikirin tentang perasaan gue, ngeliat lo bahagia, udah cukup buat gue. Mungkin suatu saat gue juga bakal temuin wanita yang bisa bikin gue jatuh cinta. Lo ga perlu khawatir, janji setia gue terhadap Tuan Ardiantara, akan selalu melekat selamanya."
" Makasih Rik, gue berterimakasih sama Papah, karena mempercayakan tanggung jawab nya sama lo."
" Gue yang berterimakasih. Ada disamping lo saat ini, adalah penghargaan terbesar yang dikasih oleh Tuan Ardiantara." Melepas pelukan, lalu menepuk kedua bahu Aldi. "Kita jalanin semuanya, kita perlihatkan pada dunia, tanpa Tuan Ardiantara pun kita bisa memajukan Kantor Militer dan beberapa perusahaan, lu tenang aja, gue bakal selalu ada disamping lu, gaakan ada yang berani menjatuhkan lu selama gue ada disamping lu." Tambah Riki.
" Gue percaya sepenuhnya Rik." Ucapa Aldi sambil menepuk bahu pria dihadapannya.
Aldi tak sabar menantikan malam, mengikat gadis yang dicintai selamanya, pernikahan yang diharapkan semua orang. Menikmati indahnya pernikahan dengan janji suci yang terikan antara keduanya.
-Selesai-
Noted :
__ADS_1
-Maafkan Author karena baru udate setelah sekian lama, maaf harus gantungin pernikahan Alda sama Aldi. Tapi sekarang akan Author selesaikan pernikan Alda dan Aldi❤️❤️
-Semoga kalian suka, dan semoga kalian terhibur yaa❤️😊