Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 64


__ADS_3

Aldi sudah berada tepat di pintu utama, dengan dikawal oleh Riki dan Ayah nya. Ayah Riki mengarahkan Aldi untuk segera menuju ruang tengah untuk bertemu dengan pengacara kepercayaan Tuan Ardiantara, karena hal yang disampaikan akan menentukan masa depan Aldi untuk kedepannya.


Pengacara Tuan Ardiantara telah berada tepat di ruang tengah, untuk menunggu kedatangan Aldi si penerus tahta sang Papa. Ia akan segera menyampaikan hal yang sangat penting, yang sudah diucapkan terakhir kali sebelum kematian Tuan Ardiantara.


Saat kedatangan Aldi ia pun segera beranjak dari tempat nya duduk, karena suatu kehormatan yang ia berikan pada Aldi. Saat Aldi sudah duduk ia pun kembali duduk ditempatnya, menunggu kesiapan Tuan Muda untuk segera mendengarkan apa yang akan ia sampaikan.


" Baik, ada apa?". Ucap Aldi.


" Baik trima kasih Tuan, kedatangan saya kemari untuk segera menyampaikan wasiat yang diberikan Tuan Ardiantara pada keluarga tercinta nya. Sebelum beliau wafat, beliau sempat mengatakan bahwasanya beliau sangat mencintai keluarga nya melebihi dirinya sendiri, dan ia sempat membuat surat untuk keluarga yang ditinggalkan, mari tuan saya akan membacakan surat yang sudah ditulis langsung oleh Tuan Ardiantara".


Pengacara yang diutus untuk mengemban amanat dari sang Tuan Ardiantara pun akhirnya membacakan surat terakhir dari sang Jendral.


" Untuk keluarga ku dirumah, kalian pasti sedang menunggu kehadiran ku kan? Aku tak sabar karena sebentar lagi kita akan segera berkumpul. Tetapi itu pun jika aku berhasil menyelesaikan tugas ku disini, kalian tak perlu kuatir kan aku karena jika aku disini aku akan tetap berjuang untuk menyelamatkan segalanya.


Tetapi tolong maafkan aku, jika nanti aku harus gugur dalam perang ini, jika suatu hari nanti aku tidak bisa berkumpul bersama kalian kembali tolong jaga diri kalian baik-baik.


Dan Untuk Istriku dirumah, tolong jaga dirimu baik-baik selama aku tak berada disamping mu, jika aku kembali ke rumah tolong buatkan makanan kesukaan ku karena aku sangat merindukan masakan yang kau buat. Tetapi jika aku sudah dalam keadaan tidak bernyawa, aku mohon tolong maafkan aku dan ikhlaskan aku untuk pergi.


Dan untuk anak-anak ku, kalian adalah harta yang paling berharga untuk Papa dan Mama, kalian adalah anak yang kami harapkan. Terimakasih karena sudah menjadi anak yang mandiri dan tidak manja, Papa sangat bangga memiliki kalian, Papa akan kembali dengan keadaan Negara yang sudah kembali stabil. Tolong jaga dan lindungi Mama kalian yang sangat berharga. Terimakasih, Papa sayang kalian melibihi segalanya".


Mama menangis, surat yang baru saja dibacakan ternyata adalah surat terakhir yang diberikan Suaminya, ia sangat berharap jika waktu akan segera kembali pada masalalu nya. Tetapi sayang nya itu tak akan pernah bisa terjadi, karena masa depan akan segera dimulai, menjalankan hari tanpa suaminya.

__ADS_1


" Selanjutnya untuk Tuan Aldi, sebelum kematian Tuan Ardiantara beliau mengatakan bahwasanya Tuan Aldi lah yang berhak untuk meneruskan tahta dari nya, sebab anda adalah anak pertama dari Tuan Ardiantara, dan anda bertanggung jawab penuh atas apa pun yang akan terjadi, karena anda adalah penerus penuh pengganti Papa mu, ia berharap anda mau menjalankan semua amanat yang sudah diberikan oleh nya. Sebelum anda bisa memimpin, Papa mu memberi perintah agar anda berlatih terlebih dahulu untuk menjadi seorang pemimpin yang baik, besok lusa anda sudah harus pergi ke luar Negeri untuk pelatihan anda selama 6 tahun, dan juga anda bisa mengasah kemampuan anda selama disana, Papa anda yakin kelak anda akan menjadi seorang pemimpin yang sukses".


" Kenapa harus secepat itu?".


" Papa anda sudah memberi perintah sejak dulu Tuan".


" Lalu siapa yang akang mengurus kantor Papa selama aku pergi?".


" Anda tidak perlu kuatir, disini masih ada Tuan Pratama tangan kanan Papa mu yang akan selalu mengawasi kondisi kantor, beliau hanya mengawasi atas dasar perintah dari anda dan melaporkan seluruh suasana kantor pada anda, karena beliau lah yang sudah diberi kepercayaan oleh Papa anda, jadi selama disana anda bisa memantau seluruh kondisi kantor".


" Baik jika begitu, tetapi bagaimana dengan Ibu dan Adik saya?".


" Ibu dan Adik anda akan tetap terikat kuat pada militer, anak buah anda akan tetap melindungi Ibu dan Adik anda Tuan, mereka tidak akan membiarkan siapapun berani untuk menyentuh keluarga anda".


" Iya Tuan, apa ada yang bisa saya bantu?".


" Saya harap kantor akan selalu baik-baik saja Paman, tidak boleh ada satu pun penyusuk yang bisa masuk kedalam, jika Papa ku saja bisa mempercayaimu, begitu pun dengan ku Paman".


" Baik Tuan, anda tak perlu kuatir saya pasti akan menjaga selalu kantor anda dalam kondisi aman".


" Baik terimakasih Paman".

__ADS_1


Jika aku harus pergi selama 6 tahun, itu artinya aku harus pergi meninggalkan orang-orang yang ku cintai, apa aku sanggup tanpa mereka? Aku harus pergi meninggalkan Mama yang masi berduka, Fahri yang belum cukup dewasa, dan Alda yang sedang aku lindungi. Aldi.


Baik Pa apapun yang sudah kau perintah kan pada ku, Aldi akan dengan ikhlas melakukan yang terbaik, mungkin memang sangat berat untuk Aldi, tapi bukan kah ini keinginan mu kan? Baiklah Aldi akan melakukan apapun yang Aldi bisa, kau tidak perlu kuatirkan aku Pa. Aldi.


" Baik terima kasih Pak Pengacara, saya sudah mengerti dan saya akan melakukan semua yang Papa ku perintahkan dengan baik".


" Baik Tuan, sekarang beristirahat lah karena besok pagi akan ada pengumuman yang akan disampaikan dikantor, bahwa kau adalah penerus tahta Papa mu, mulai esok dan seterusnya".


" Hemm baik".


Aldi pun menatap Mama nya, merasakan kesedihan yang dirasakan oleh Mama, sebab dengan kehilangan Papa yang baru saja terjadi membuat nya sangat trauma, ditambah lagi dengan kepergian nya nanti selama 6 tahun ke luar Negeri.


" Ma jangan menangis, Aldi tahu ini pasti akan sangat berat untuk mu tetapi ini adalah keputusan yang sudah Papa berikan Ma, Aldi harus segera menjalankan seluruh wasiat dari Papa".


" Mama masih membutuhkan diri mu Nak, begitu pahit kenyataan yang sedang Mama alami saat ini. Tetapi Mama juga tahu jika Mama tak boleh egois kali ini, baik lah Mama akan berusaha ikhlas, Mama harap kau bisa menjaga diri mu disana".


" Iya Ma, terimakasih Aldi janji akam menjaga diri dengan baik disana". Lalu menatap adik nya Fahri, "selama Kaka tidak ada disini, tolong jaga Mama sesuai perintah Papa tolong bahagiakan Mama, Kaka sangat percaya pada mu kali ini".


" Baik Kak, Fahri akan menjaga Mama dan kau tak perlu kuatir".


" Terimakasih De".

__ADS_1


Aldi pun pergi ke kamar nya dengan perasaan hampa, suasana yang sangat sulit ini membuat nya sangat terpukul, tetapi mau tidak mau ia harus tetap menjalani tugas berat ini selamanya, biarkan waktu berjalan dengan cepat, karena ia akan mengikuti alur yang sudah menjadi takdirnya saat ini.


-Selesai😊


__ADS_2