
Hari lusa telah tiba, hari dimana Alda kembali ke Negara XX. Trauma nya sudah sedikit hilang. Tetapi Aldi tetap mengantar nya menggunakan helikopter pribadi, karena ia takut sesuatu yang tidak diinginkan kembali terjadi pada wanita dihadapannya.
Didalam helikopter, Alda memulai percakapan untuk mencairkan suasana. Karena didalam hanya ada mereka berdua serta pilot yang mengendarai, Dalvin dan Keysa berada didalam helikopter yang berbeda.
" Aldi kenapa kamu repot-repot seperti ini?".
" Aku hanya tidak ingin ada hal buruk yang terjadi padamu dan kawan-kawan ku".
" Baik lah Tuan Aldi, terimakasih banyak atas perhatian mu pada kami". Ucapnya seperti meledek lelaki dihadapannya.
" Kau kenapa. Apa kau tidak suka aku mengantar mu?".
" Tidak". Ucap nya sambil mengernyitkan dahi.
" Lalu, kenapa kamu meledek ku seperti itu?".
" Hemm aku tidak meledek mu Tuan. Aku hanya senang melihat mu yang sangat kuatir seperti ini. Hahaha".
" Pacar mana yang tidak khawatir, saat melihat kekasih nya akan pergi setelah kejadian yang akan merenggut nyawanya kemarin". Sambil memeluk erat gadis disampingnya.
" Aku tahu itu. Baik lah sekarang kamu tidak perlu mengkhawatirkan ku lagi, aku akan menjaga diriku baik-baik". Ucap nya sambil menggenggam lengan Aldi.
" Baik lah tolong jaga diri mu ya. Aku tidak akan bosan mengingat kan mu untuk hal ini. Tunggu aku kembali dan kamu harus lihat apa yang akan terjadi nanti".
" Memang apa yang akan terjadi?".
" Kenapa kamu ingin tahu?".
" Sebab kamu memberitahu ku sekarang".
" Sudah lah, sudah ku katakan lihat apa yang akan terjadi nanti. Bukan sekarang, kamu faham kan bocah kecil". Ucap nya sambil mengusap kepala Alda.
" Kenapa harus nanti, aku kan penasaran?".
" Karena itu rahasia, jika aku memberitahumu sekarang, itu sudah tidak menjadi rahasia lagi".
" Hemm yasudah terserah".
Aldi tertidur sambil memeluk Alda. Mungkin ia lelah karena setiap hari harus bekerja. Alda tak menyadari bahwa kekasihnya itu sedang tertidur dengan menyenderkan kepala dipundak nya.
" Aldi apa kamu tahu, jujur saja aku sangat senang karena bisa memiliki mu. Aku harap kita segera mempunyai ikatan pernikahan, Aldi aku mencintaimu. Bahkan aku sangat mencintaimu, hingga aku tak ingin kau pergi satu detik pun dari hadapan ku".
Tak ada jawaban darinya, suasana hening begitu saja. Hanya ada suara mesin yang dikendarai oleh sang pilot. Alda mencoba memanggil pria disampingnya.
" Aldi, Aldi apa kamu tidur?".
Ia melihat wajah nya untuk memastikan apakah Aldi tertidur atau mendengarkan perkataannya barusan.
" Ahh kamu tidur, baiklah selamat beristirahat. Aku tahu kamu lelah, tolong jaga dirimu baik-baik selama kamu tidak bersamaku. Aku harap kamu selalu merindukan ku juga, saat aku berada jauh dengan mu". Ucapnya sambil mencium lengan yang digenggamnya sedari tadi.
__ADS_1
Alda pun ikut tertidur, sebab ia merasa bosan jika harus duduk terdiam, dan rasa kantuk nya pun mulai membuatnya tertidur lelap, hingga tak menyadari suara gemerisik helikopter.
Selang beberapa jam, helikopter bersiap untuk turun dibandara terbesar milik keluarga Ardiantara. Tak disadari waktu begitu cepat, hingga mereka telah sampai di Negara XX.
" Al bangun, apa kamu tidak mau pulang ke rumah?".
" Apa? Memang kita sudah sampai?". Ucapnya sambil mengernyitkan mata, lalu terbangun dari pelukan Aldi.
" lihat saja, kamu tidak ingin pulang?".
" Kenapa cepat sekali, padahal aku masih ingin bersama mu". Ucapnya sedih.
" Padahal kamu tinggal menunggu aku 2 hari lagi, setelah itu aku akan menetap di Negara ku sendiri, dan kita bisa bersama. Kamu jangan sedih dong, lagi pula hari rabu adalah hasil akhir dari sidang skripsi mu kan, semoga kamu lulus ya".
" Dua hari bagi ku itu lama, lalu apa sekarang kamu akan segera kembali? Atau menemui Mama mu dulu?.
" Sabar yaa, aku pasti akan segera kembali kesini. Aku akan menemui Mama sekarang, aku sangat merindukan nya, apa kamu mau ikut?". Tanya nya.
" Hemm boleh, aku akan ikut dengan mu".
" Memang kamu ga cape?".
" Hemmm engga, asalkan bareng kamu pasti aku gaakan cape".
" Baiklah, supir yang akan membawa koper kamu kedalam mobil".
" Dasar, kamu tahu kan ini bandara Papa ku. Jadi setiap kendaraan yang aku butuhkan sudah disediakan pula disini".
" Hemm baiklah Tuan Aldi".
" Heii setelah kita menikah pun kamu akan menggunakan namaku nanti".
" Apa iya?". Ucapnya sambil mengernyitkan dahi.
" Iya, orang-orang akan memanggilmu sebagai Nyonya Aldi nanti saat kita sudah menikah".
" Apa aku harus bangga?". Sambil menahan tawa.
" Terserah kau!". Ucapnya kesal.
" Baiklah maafkan aku. Aku tidak mengharapkan itu semua, tapi yang aku harapkan kau akan selalu mencintaiku".
" Tidak perlu kamu minta pun, aku akan selalu mencintai mu".
Karena terlalu asik mengobrol, mereka tidak menyadari teman-teman nya menguping pembicaraan mereka.
" Apa kalian bisa menghargai perasaan kami yang jomblo ini wahai kaum bucin?". Sanggah Keysa menyela pembicaraan Aldi.
" Hahaha gue sampai lupa kalo kalian jomblo. Kenapa kalian gajadian aja biar sama-sama ga jomblo kan". Ujar nya bercanda.
__ADS_1
" Heh lo fikir apaan, seenaknya aja jodoh-jodohin orang".
" Kan lo sendiri yang bilang pengen punya pacar".
" Engga tuh, Lo aja yang salah paham".
" Gue ga peduli".
" Lo kayanya sengaja ya satuin gue sama Keysa di helikopter?". Tanya Dalvin.
" Engga tuh, emang kalian mau pisah helikopter apa?".
" Kenapa gue ga sama Alda aja barusan. Hahaha, biar lo cemburu". Ucapnya sambil tertawa.
" Mati aja lo sana vin".
" Hahaha gue becanda Di".
Alda melepaskan rangkulan Aldi, ia segera menuju mobil karena sudah tiba dihadapannya.
" Ayo kalian masuk mobil. Gue anter kalian kerumah masing-masing". Ujar Aldi
***
Aldi tiba di halaman rumah nya. Rumah yang selama bertahan-tahun sudah ia tinggalkan itu tidak berubah sama sekali. Dengan suasana yang ia rindukan.
Ia membayangkan saat bersama Papa dan Mama nya melangkah kedalam rumah bersamaan. Kali ini, Papa sudah tidak ada. Ia menatap saung, tempat yang sering ia habiskan waktu bersama Papanya. Sungguh ia sangat merindukan hal itu terjadi.
Ia membuka pintu rumah nya, menemui Bibi yang pertama kali dilihatnya didepan pintu. Bibi menangis melihat Aldi yang tiba bersama Alda. Ia memanggil Aldi dengan tangisan seperti seorang Ibu yang merindukan putranya.
" Tuan Aldi, bagaimana kabar anda? Apa anda baik-baik saja selama di Negara XXI?".
" Ya Bi, aku baik-baik saja, bagaimana kabar Bibi?". Tanya nya sambil tersenyum.
Bibi senang melihat Aldi tersenyum, senyuman yang telah lama hilang dari penerus keluarga Ardiantara akhirnya kembali bersinar dirumah besarnya itu.
" Aldi". Teriak Mama tiba-tiba mengejutkan nya.
" Mama, apakabar? Aldi rindu sama Mama". Ucapnya sambil memeluk Mama.
" Mama Baik Nak, Mama juga sangat merindukan mu. Bagaimana kabar mu disana?".
" Aldi baik Ma, tapi Aldi akan kembali kemari hari Rabu. Maaf mungkin Aldi hari ini hanya datang sebentar, setelah itu Aldi harus pergi, karena harus mengurus beberapa persiapan untuk kepulangan hari Rabu".
" Baiklah, Mama tunggu hari itu tiba. Akhirnya kita bisa kumpul bersama lagi Nak. Mama sangat merindukan itu".
" Aldi juga sangat merindukan itu Ma".
-Selesai😊
__ADS_1