Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 82


__ADS_3

Alda sedang tertidur di kamarnya tak mau keluar seharian, sebab ia malas jika bertemu dengan adik angkat dari kekasihnya. Begitu juga ia malas bertemu dengan Aldi karena kejadian tadi pagi sungguh membuatnya sangat membenci akan hal itu.


" Al ini gue Keysa, lo keluar dong udah seharian lo ga keluar kamar". Teriak Keysa sambil mengetuk pintu.


" Iya Key sebentar". Teriaknya sambil membuka pintu.


Keysa masuk dan menutup kembali pintu kamarnya.


" Lu kenapa sih Al, jangan kaya anak kecil gini deh".


" Aku kaya anak kecil?".


" Iya lah".


" Lu belum pernah kan ngerasain ada di posisi gue?".


" Tapi bisa ga sih Al lu jangan tunjukin sifat kekanakan kaya gini, biasanya Alda yang gue kenal selalu tegar kok".


" Gimana gue bisa tegar, sementara cowo gue deket sama cewe lain yang disebut adiknya?".


" Iya gue ngerti Al, tapi jangan terlalu menunjukan juga kalo lo ga suka sama Clarisa ya".


" Iya lo bener Key, tapi tetep aja gue masih belum bisa terima kalo Aldi sedekat itu dengan adik angkatnya. Lo tau kan kedekatan mereka seperti bukan Kaka beradik tadi".


" Iya Al, gue ngerti perasaan lo". Sambil memeluk Alda.


Tok, tok, tok.


Suara ketukan dari balik pintu.


" Al ini aku, apa aku boleh masuk?". Ucap Aldi dari balik pintu.


Tak ada jawaban dari Alda, sebab ia masi belum sanggup untuk menemui Aldi.


Tanpa jawaban dari Alda pun Key sudah membuka kan pintu kamar, sebab menurut nya masalah ini harus dibicarakan oleh mereka berdua, agar tidak terjadi kesalah pahaman akibat adik angkat nya.


" Lo jelasin dengan tenang ya, emosi Alda lagi ga stabil".


" Oke Thanks ya Key".


" Oke".


Aldi masuk dan menghampiri Alda yang sedang duduk di atas ranjang nya. Dengan menghadap ke arah jendela.


" Al".


" Hemm".


" Kamu marah?".


" Engga". Tetap tidak memalingkan wajahnya dari arah jendela.


" Sayang, tatap aku".


" Untuk apa?".


" Maafkan aku Al, tolong jelasin kenapa kamu bisa semarah ini sama aku".


" Gausah aku jelasin seharusnya kamu faham".

__ADS_1


" Maksud mu? Kamu cemburu pada adik ku?".


Alda tak menjawab, sebab mendengar kata Adik saja sudah sangat menyebalkan baginya.


" Ayo lah Al, kenapa kau harus cemburu dengan adik ku".


" Adik? tapi dia bukan adik kandung mu".


" Lalu kenapa Al, dari kecil aku sudah menganggap nya seperti adik kandung ku sendiri".


" Kau sangat menyayanginya?".


" Tentu aku sangat menyayanginya, dia adik ku dan aku harus melindunginya".


" Baik lah, apa kau juga menyayangi ku?".


" Tentu aku sangat menyayangi mu sayang, kenapa kau bertanya seperti itu?".


" Seberapa besar rasa sayang mu pada Clarisa dan juga padaku?".


" Aku menyayangi kalian berdua, dan aku harus melindungi kalian berdua. Begitu pun aku sangat menyayangi mu dan juga Clarisa".


" Apa kau mencintai Clarisa".


" Aku hanya menyayangi Clarisa, orang yang aku cinta di muka bumi ini hanya dua. Kau dan juga Mama ku".


" Apa kau sungguh sangat mencintai ku? Sebesar apa kau mencintaiku?".


" Aku mencintai mu melebihi diri ku sendiri Al. Aku sudah berjanji pada diri ku, untuk menjaga dan melindungi mu sampai kapan pun. Aku mencintai mu sayang".


" Aku juga mencintai mu, tapi aku takut jika ada seseorang yang ingin menghancurkan hubungan kita".


Entah mengapa saat berada dalam pelukan Aldi, dirinya sangat merasa nyaman. Kenyamanan yang diberikan Aldi lah yang membuatnya tenang, walaupun sedang dalam keadaan emosi sekalipun.


Baik lah, kurasa aku jangan bersikap seperti ini. Aku harus bisa menahan amarah ku sampai batas akhir. Yasudah mungkin ini adalah ujian untukku dan Aldi, semoga saja Clarisa tidak mengganggu hubungan kami. Alda.


" Sekarang giliran aku yang bertanya padamu".


" Apa?".


" Apa kamu mencintai ku, sama seperti aku mencintaimu?".


" Aku sangat mencintai mu, bahkan aku takut jika kau dekat dengan wanita lain selain aku".


" Jika kamu mencintai ku, apa kamu bisa menerima Clarisa adik ku?".


" Baik aku akan mencobanya".


" Dia adik ku, Ayah nya sudah meninggal saat dia masih kecil. Dia anak paman ku, dan aku ingin Papa mengadopsi Clarisa karena dia sangat manis, dan sangat penurut. Yang aku inginkan saat ini kau bisa akur dengannya, apa kau bisa?".


" Kalo kau menyayangi nya, aku akan berusaha berteman baik dengannya".


" Kamu memang baik sayang, maka tak salah jika aku memilih mu menjadi kekasih ku". Sambil mengecup kening Alda.


" Kau jangan mengurung diri dikamar. Setelah sarapan pagi kau belum makan sampai sekarang, bahkan makan mu tadi pagi saja hanya sedikit. aku akan menyuruh Bibi untuk membawakan makanan untuk mu".


" Tidak usah, aku akan kedapur nanti jika aku mau makan".


" Kamu harus makan sekarang. Aku akan menyuapi mu agar kau berselera makan".

__ADS_1


" Apa kamu yakin mau menyuapi aku?".


" Kenapa tidak sayang? Aku akan melakukan apapun untuk mu".


" Yasudah lakukan saja apa yang mau kamu lakukan".


Aldi memanggil Bibi agar segera menuju ke dalam kamar. Ia memerintahkan Bibi untuk membawakan makanan khusus untuk Alda.


Bibi mengangguk dan segera menuju kedapur untuk memasak makanan yang sudah diperintahkan oleh Tuan nya.


" Aldi apakah itu Bibi yang sudah kau anggap seperti Mama mu?".


" Iya, dia sangat baik bukan?".


" Iya tentu, dan aku sangat senang karena kau bisa mengahargainya".


" Kenapa?".


" Karena sekarang aku mengetahui sifat asli mu yang sangat menyayangi semua orang. Jika aku sudah menjadi istri mu, mungkin aku adalah wanita paling beruntung di dunia ini, karena memiliki pria baik seperti mu didalam kehidupan ku".


" Apa kamu yakin jika aku adalah pria yang baik?".


" Ya, aku sangat yakin. Walaupun dari luar kau adalah orang yang sangat dingin, tetapi dari dalam kau adalah orang yang sangat hangat".


" Jadi apakah kamu bisa memanggil ku Sayang sekarang?".


" Apa kamu mau jika aku memanggil seperti itu?".


" Tentu saja".


" Baik lah sayang, aku mencintai mu".


" Aku juga mencintai mu". Ucap nya sambil mengecup lengan Alda.


Entah berapakali kata itu di ucapkan. Betapa bahagia kedua pasangan yang sedang dimabuk cinta ini, mereka merasa dunia adalah miliknya, tak mau siapapun mengganggu ataupun merusak kebahagiaannya.


Tiba-tiba Bibi datang mengetuk pintu, ia mengantarkan makanan yang sudah di pesan Aldi beberapa menit lalu.


" Masuk Bi". Ucap Alda.


" Terimakasih Nona, ini makanan untuk anda. Silahkan dihabiskan". Ucapnya sambil tersenyum.


" Baik terimakasih Bi". Ucapnya balik tersenyum.


" Kalau begitu saya pamit ya". Ucap nya sambil berjalan keluar.


Didalam kamar, Aldi sudah memegangi sendok yang sedang berada di meja. Sekaligus membawa makanan yang telah dibawakan Bibi.


" Kau harus makan yang banyak sayang".


" Iya aku akan makan".


" Aaaaa". Sambil mengulurkan sendok kedalam mulut Alda.


" Hup". Memakan makanan yang diberikan Aldi.


Mereka menikmati makanan dengan satu piring berdua, menikmati masa-masa menyenangkan saat ini. Kerinduannya selama ini menjadi sangat indah dan terbayarkan.


-Selesai 😊

__ADS_1


__ADS_2