
Langkah pertama yang mereka lakukan adalah menuju rumah hantu yang berada di pasar malam, karena Aldi ingin lihat seberapa terkejut nya Alda saat memasuki rumah hantu nanti.
" Aldi, kenapa harus ke rumah hantu, aku kan eummm".
" Apa, kamu takut?".
" Hemm e, engga ko, aku berani".
" Yaudah ayo, kenapa masih diem disini".
" Eh iya, kenapa kita ga coba main wahana aja?". Ucap nya mencari alasan. "Ayo kita main wahana, udah lama juga kan kita ga kesana". Sambil menarik lengan Aldi.
" Hei, kenapa kamu cari alasan seperti ini hah?, kita balik ke tujuan awal ku tadi". Sambil menarik tubuh Alda lalu merangkul nya.
" Yaudah deh gimana kamu". Ucap nya pasrah.
" Nah gitu dong, itu baru namanya anak baik".
Aldi memesan tiket untuk dua orang, sementara Alda, ia berdiri tidak jauh dari Aldi.
" Ayo Al, kita masuk". Sambil mengulurkan tangannya.
" iya".
" Al, kamu ga perlu takut, kan ada aku yang bakal jaga kamu disana".
" Iya aku tau itu, makannya aku ga takut". Sambil tersenyum.
Mereka sudah berada didalam, suara-suara menyeramkan yang ada sudah mulai terdengar sangat jelas. Hantu-hantu sudah mulai berdatangan, itu membuat orang-orang yang berada didalam ketakutan.
Rafleks Alda menarik lengan Alda yang masih digenggam nya. Aldi sudah bisa melihat bahwa Alda sudah mulai ketakutan, karena semakin masuk kedalam suasana semakin menakutkan.
Aldi merangkul Alda yang berada disebelah nya, Alda pun memberi pelukan sambil menutup matanya kepada Aldi karena takut. Yang dipeluk malah tersenyum menyeringai.
" Aaaaaaaa, Aldi aku takut".
" Peluk aja lebih erat Al, masih banyak hantu yang masih berkeliaran disini".
Alda semakin meng erat kan pelukannya karena ia bener-bener ketakutan kali ini. Tetapi yang dipeluk malah menjadikan ini kesempatan untuk nya menakuti Alda, agar ia semakin ketakutan, bisa dibilang ia sedang modus kali ini.
Saat mereka sudah sampai diujung rumah hantu, seseorang yang memakai kostum hantu mendekat, dan tiba-tiba menyentuh lengan Alda. Sementara tertera dalam peraturan rumah hantu ini, bahwa setiap hantu tidak boleh sampai menyentuh, karena itu adalah pelanggaran.
" Aaaa Aldi apa ini, aku takut". Sambil memeluk nya erat.
" Woy, lu kenapa sentuh tangan dia". Sambil mendorongnya dengan kasar.
" Ma, maaf Tuan saya tidak sengaja". Ucap orang yang memakai kostum hantu yang tadi menyentuh lengan Alda.
__ADS_1
" Udah Di, udah ga apa-apa, malu diliatin". Membantu menenangkan sahabat nya.
" Kalo gue liat lu kaya gini lagi, mati lu!". Ucapnya tegas.
" Maaf kan saya Tuan, Maaf kan saya Nona. Tolong ampuni saya".
Aldi menarik lengan Alda keluar, emosi nya masih belum mereda, sebab ia ingin sekali memukuli orang yang berani menyentuh tangan orang yang ia cintai.
" Aldi tenang ya, udah dong gausah marah". Mengusap dada Aldi agar ia tenang.
" Siapa yang ga marah coba Al, ngeliat kejadian barusan".
" Iya aku tau ko tujuan mu itu cmn mau lindungin aku kan".
Bukan cuman itu Al, aku gamau sampai kamu disentuh orang lain kecuali aku, dan aku gamau kamu dekat dengan orang lain selain aku. Aldi.
" Hemm".
" Hemm Aldi aku ingin main bianglala, ayo dong kita kesana, aku ingin kesana tau". Merengek seperti anak kecil.
" Yaudah ayo".
Aldi memesan dua tiket untuk bermain permainan yang Alda inginkan, sebenarnya bukan cuman satu yang bisa mereka mainkan, tetapi, mereka bebas bermain apa saja semau mereka. Karena Aldi memiliki kartu tiket tanpa batas.
Mereka bermain sepuasnya bermain beberapa wahana yang berada disini, sampai akhirnya mereka kelelahan kerena saking seru nya bermain dan bermain.
Sampai akhirnya mereka duduk dikursi kosong untuk beristirahat.
" Iya Al, aku sangat sangat bahagia".
" Aku seneng liat ketawa kamu barusan, akhirnya aku bisa liat kamu ketawa kaya gini lagi Di".
" Maaf ya Al, karena kerinduan ku sama Papa, aku seperti bukan diri ku sendiri kemaren".
" Iya Di aku tau ko, ditambah lagi tugas mu sekarang sangat berat kan?".
" Iya, sampai aku ga ada waktu untuk meng istirahat kan fikiran ku sendiri Al".
" Kamu sudah bekerja keras Di, saat Papa mu pulang, beliau pasti akan sangat bangga sama kamu".
" Iya Al aku berharap seperti itu, kantor Papa akan selalu baik-baik saja ditangan ku".
" Itu pasti Di, aku yakin kamu bisa ko, semangat ya".
" Makasih Al, karena kamu selalu suport aku dan keluarga ku".
" Itu memang harus Di". Ucap nya sambil tersenyum. "Ah iya, kamu tunggu disini sebentar ya".
__ADS_1
" Kamu mau kemana?".
" Sebentar ko, tunggu ya jangan kemana-mana".
" Hemm jangan lama ya".
" Oke".
Alda menyusun rencana nya untuk menghibur Aldi, ia sudah memesan kostum badut yang akan ia pakai nantinya.
Alda sudah memakai kostum nya, ia sudah berada tepat dihadapan Aldi, tetapi Aldi bingung, mengapa badut ini ada dihadapannya. Dan ia berfikir badut yang ada didepannya seperti sedang menghibur dirinya.
" Lo siapa sih, minggir sana gue ga perlu lo hibur".
Badut itu memberi kan satu kertas yang bertanda sedih, lalu ia memanggil teman-temannya untuk menghibur Aldi.
Tulisan itu bertuliskan "Semangat berjuang untuk Aldi Ardiantara, jangan menyerah dan tatap semangat".
Kertas itu mereka pegang menyusun, dengan tulisan yang menyusun pula. Sementara hati Aldi tersentuh melihat kejadian yang berada dihadapannya. Entah siapa orang-orang yang ada didalam nya, tetapi ia sangat berterimakasih pada badut yang sudah menghiburnya.
" Untuk kalian semua dan siapa pun kalian, gue ucapin terimakasih banyak ya".
Badut itu menganggukkan kepalanya membalas ucapan Aldi. Lalu beberapa badut pergi dan hanya tersisa satu badut yang ada dihadapannya.
" Lo sebenernya siapa sih?". Tanya nya penasaran.
Badut itu mendekat, dan menyentuh lengan Aldi, ia menganggukan kepala, lalu melepaskan genggamannnya karena Aldi tak mau disentuh oleh orang lain. Padahal badut itu sebenarnya adalah Alda, tetapi ia tidak mengetahuinya.
" Gue tanya sekali lagi, sebenernya lo siapa?".
Ia membuka peralatan badut nya dengan perlahan, lalu membuka kepala badut nya yang berbentuk anak ayam.
" Kejutan". Teriaknya senang.
" Aldaa, ternyata kamu, aku kira siapa". Ucap nya terkejut. "Sumpah kamu sampe niat banget kaya gini".
" Hehe iya dong, asalkan liat kamu bahagia, aku bakal lakuin apapun kok".
" Sahabat aku ini bikin gemes banget sih". Sambil mencubit kedua hidung Alda.
" Hehe emang aku gemesin kan". Lalu menyentuh lengan Aldi yang menyentuh pipinya.
" Iya, dimata ku kamu itu sangat menggemaskan".
" Uuuuu makasih Aldi".
Alda kamu memang segala nya buat aku, kamu sudah berusaha hibur aku disaat aku terpuruk seperti ini, baiklah, mulai sekarang aku akan berusaha bangkit karena kamu, aku berjanji. Aldi.
__ADS_1
Semua yang kamu lakukan, ini adalah hal terindah yang akan aku ingat selamanya, terimakasih Al aku sangat mencintai mu. Aldi.
-Selesai😊