Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 87


__ADS_3

Mobil sudah meninggalkan apartemen. Aldi pergi dengan keadaan kesal, ia tak peduli Clarisa benar melakukan penerbangan pesawat atau tidak.


Sementara masih didalam ruang apartemen, Alda yang sedari tadi mendengar perdebatan antar 3 orang itu sedikit kesal dengan tingkah Clarisa. Ia mengerti sekarang, bahwa ia harus berhati-hati dengan orang yang sedang berdiri didepan sana.


Clarisa datang menghampiri nya. Tanpa sadar ia melangkahkan kaki nya untuk menghindari Clarisa yang segera mendekatinya.


" Kaka berhenti".


" Ya, ada apa?".


" Ka, aku berjanji akan berubah jika kau mau membantuku".


" Maksud mu?".


" Aku akan merestui hubungan mu dengan Ka Aldi, asal kau mau membantuku agar Kak Aldi bisa percaya lagi pada ku". Ucap nya dengan tidak tau malu nya.


Aku tidak perlu kau merestui kami. Kau tidak merestui pun hubungan kami tetap baik-baik saja kan, memang kau siapa. Maaf Ris jika kau melakukan hal yang sama seperti kau kepada Kak Delima, aku tidak akan membiarkan hal itu sampai terjadi. Alda.


" Maaf, tapi besok aku akan segera kembali ke Negara XX".


Bagus lah, jika kau pergi tidak akan ada lagi orang yang bisa menghalangi ku untuk dekat dengan Kak Aldi. Clarisa


" Kenapa cepat sekali kau kembali?".


" Aku akan mempersiapkan ujian skripsi ku minggu depan".


" Jadi Kaka tidak mau membantu ku?".


" Tidak".


" Ayo lah Ka, tolong bantu aku. Aku tak mau Kak Aldi membenci ku".


" Lalu apa kamu tidak jadi pergi sekarang?".


" Tidak, untuk apa aku pergi. Aku yakin Kak Aldi sebenarnya tidak menginginkan aku pergi".


" Baiklah".


" Jadi bagaimana Kak, apa kau bisa membantu ku?".


" Tergantung, memang kau mau aku membantu apa?".


" Tolong bujuk Kak Aldi untuk mencegah ku pergi".


Hahaha drama macam apa ini, dia yang ingin pergi, tapi memaksa ku untuk membujuk Aldi agar mencegahnya untuk tidak pergi. Aku tidak mengerti apa yang dia inginkan. Alda.


" Aku sudah membujuk Aldi kemarin malam".

__ADS_1


" Lalu bagaimana dengan respon Kak Aldi?".


" Yah seperti yang kamu tahu tadi, itu lah respon Kaka mu. Maaf ini bukan urusan ku Ris, dan aku tidak bisa ikut campur terlalu banyak untuk masalah kalian".


" Kau pasti sedang bercanda kan Ka?".


" Tidak, sudah lah aku ada urusan dengan teman-teman ku. Berusahalah untuk berubah Ris". Sambil menepuk bahu Clarisa.


" Kau!".


Alda pergi meninggalkan Clarisa sendirian, tanpa memperdulikan apa yang ia katakan. Karena jika semakin lama ia meladeni perkataan Clarisa, semakin lama juga Clarisa meminta permohonan yang tidak mungkin akan terjadi.


***


Ditempat Aldi bekerja sekaligus tempat dimana Aldi melakukan pelatihannya menjadi seorang Jendral.


Ia duduk dikursi kebesarannya. Sebab ia sudah resmi menjadi seorang Jendral sekarang, ia telah melalui beberapa tahap menjadi pemimpin, dan lulus sebagai Jendral resmi untuk bangsanya.


Usaha yang ia lakukan tidak sia-sia. Ia memang lahir dari keluarga bangsawan, tetapi tak menutup kemungkinan ia adalah orang yang mandiri, ketegasannya pula yang membuatnya menjadi seorang pemimpin yang terlatih.


Jadwal kepulangan Aldi dipercepat, karena sudah berhasil melalui tahap seleksi. Minggu depan ia sudah diperbolehkan untuk pulang ke Negara nya. Ia merasa bersyukur sebab ia bisa segera bersama kembali dengan kekasih hatinya.


Tetapi tiba-tiba ingatan tentang Clarisa hadir di fikirannya. Walaupun ia sangat kecewa dengan tingkah Clarisa, tetapi ia juga tetap menyayangi Adik nya, karena bagaimana pun Clarisa adalah bagian dari kehidupannya.


" Rik bagaimana Clarisa sekarang? Apa dia jadi pergi?".


" Dia tidak akan berani untuk pergi Tuan".


" Tapi Alda akan segera kembali besok".


" Apa? Tapi kenapa?".


" Minggu depan dia akan ada skripsi akhir Tuan, ia harus kembali besok".


" Kenapa lo tau? Kenapa dia ga kasih tau gue?".


" Keysa dan Dalvin yang memberitahu saya Tuan, mungkin Alda lupa memberi tahu anda".


Memang kenapa Alda harus memberutahu mu, biasanya kau kan yang selalu penasaran dengan apa yang dilakukan Alda. Riki.


" Oh gue kira Alda yang kasih tau lo".


" Tidak Tuan, karena mereka satu kampus yang sama itu sebabnya saya tahu juga tentang Alda".


" Tolong bantu aku untuk menjaga Alda Rik. Jangan biarkan Clarisa sampai menyakiti nya sama seperti dia menyakiti Delima saat itu".


" Baik Tuan, apapun yang anda perintahkan saya akan melakukan yang terbaik".

__ADS_1


" Baiklah, jangan biarkan Clarisa berani berbuat macam-macam".


" Akan saya pastikan, dia tidak akan pernah berhasil melakukan rencana yang akan membahayakan Alda dan teman-teman".


" Gue percaya Rik. Jangan sampai lo ngehianatin kepercayaan gue".


" Baik Tuan, saya akan berusaha semampu saya".


Petinggi kedirgantaraan datang menemui Aldi. Lalu dipersilahkan masuk oleh salah satu pengawal yang menjaga didepan pintu utama.


" Permisi Tuan. Tuan Ardiansyah datang untuk menemui anda".


" Baik lah, persilahkan dia masuk".


" Siap Tuan". Sambil memberi hormat.


Tuan Ardiansyah masuk, lalu duduk di sofa untuk berbincang dengan Aldi.


" Saya sudah memberi kebebasan pada anda Tuan. Anda pun sudah lulus di tahap akhir. Jadi kapan anda akan pulang dan menjadi pemimpin di Negara mu?".


" Minggu depan tepat nya hari rabu saya akan kembali".


" Baik Tuan, kalau begitu kami akan mempersiapkan segalanya. Begitu pun mengabari kepulangan anda ke tanah air, sebelumnya saya sangat berterimakasih Tuan, karena anda telah bergabung dan menjadi keluarga besar kedirgantaraan. Saya merasa terhormat karena kehadiran anda sebagai penerus Tuan Ardiantara".


" Baik terimakasih juga atas bimbingan anda selama ini. Berkat anda saya bisa menjadi seperti ini, saya tidak akan melupakan semua pengorbanan yang telah anda berikan pada saya".


" Baik Tuan sama-sama, kembali lah lagi. Kami akan sangat tersanjung jika kau datang kemari, walaupun hanya sebentar".


" Pasti. Aku akan datang kemari jika aku memiliki waktu luang".


" Baik Tuan, anda pasti akan menjadi pemimpin hebat melebihi Papa mu. Saya yakin itu".


" Sudah lah jangan berlebihan. Aku tidak ingin kalian melihat ku sebagai orang hebat, tetapi lihat lah aku sebagai diri ku sendiri. Aku tak ingin melebihi Papa ku, yang aku inginkan adalah bisa menjalankan amanah papa dengan baik dan penuh tanggung jawab".


" Anda sungguh luar biasa Tuan, saya salut dengan pola berfikir anda. Walaupun anda masih muda, tetapi anda memiliki wawasan yang cukup tinggi".


" Jangan memuji ku seperti itu. Aku tidak mau termakan dengan pujian orang. Kau boleh menilai ku, asal jangan memberikan pujian yang berlebih".


" Baik Tuan maaf kan saya".


" Iya baik lah, apakah ada lagi hal yang akan anda sampaikan?".


" Tidak Tuan, untuk rabu depan saya akan mempersiapkan jadwal khusus keberangkatan anda".


" Baik lah, trimakasih".


" Baik lah, kalau begitu saya permisi Tuan".

__ADS_1


" Iya, baik".


-Selesai 😊


__ADS_2