Sahabat Rasa Rindu

Sahabat Rasa Rindu
Episode 95


__ADS_3

Seorang ibu sedang memasak didapur dengan karisma yang sangat luar biasa. Bahagia yang sudah ia tunggu selama bertahun-tahun lamanya, kedatangan sang buah hati yang membuatnya sangat bahagia. Tentu saja kebahagiaan ini sudah lama ia tunggu sejak kepergian anaknya di Negeri orang.


Mama, sudah sangat lama menanti kepulangan Aldi. Sudah lama pula ia tidak memasak masakan spesial untuk putra kesayangannya. Ia berharap Aldi akan menyukai masakan yang telah ia buat.


Alda yang menemani Mama, memperhatikan dengan jelas air muka kebahagiaan seorang Ibu saat memasak untuk putra kesayangannya. Ia merasakan kerinduan yang selama ini sangat terpancar jelas diwajahnya.


" Mama pasti sangat bahagia kan saat bertemu dengan Aldi". Tanya Alda dengan senyuman.


" Tentu saja, sudah sangat lama Mama merindukannya Nak".


" Alda mengerti kerinduan Mama, sebentar lagi Mama akan berkumpul kembali bersama anak-anak Mama".


" Ya kamu benar Nak. Tetapi itu semua belum terasa lengkap saat kamu belum menikah dengan Aldi, Mama berharap kalian akan segera menikah dan memberikan pewaris selanjutnya untuk keturun keluarga Ardiantara".


" Keinginan Mama pasti akan segera terjadi. Aldi pasti akan segera menikahi wanita dihadapan Mama ini". Ujar Aldi baru saja datang saat mendengar perkataan Mama.


" Mama sangat senang mendengarnya. Mama ingin kalian sesegera mungkin melakukan resepsi pernikahan. Mama pasti akan menjadi orang yang sangat bahagia nanti".


" Iya Ma. Aldi sudah merencanakannya, bulan depan Aldi akan mengikat Alda menjadi istri Aldi".


" Bulan depan?". Ucap Alda terkejut.


" Ya bulan depan. Kenapa, kamu belum siap?".


" Memang harus secepat itu?".


" Iya, lebih cepat lebih baik".


" Heemm baik lahh".


" Alda mau kan?". Tanya Mama dengan senyuman tulus.


" Iya Ma Alda mau".


" Syukurlah, terimakasih Nak. Mulai saat ini Mama akan segera mempersiapkan untuk pernikahan kalian".


" Kenapa terburu-buru Ma. Kita juga belum membicarakan ini kepada orang tua Alda. Setelah membicarakannya kita akan membuat tanggal pernikahan". Jawab Aldi.


" Mama sangat senang mendengarnya. itu sebabnya Mama ingin kalian segera menikah".


" Mama tak perlu khawatir, Aldi tau apa yang harus Aldi lakukan".


Makanan sudah siap, Aldi membantu membawa makanan keatas meja makan. Aroma makanan yang dibuat Mama sangat lezat. Membuatnya ingin segera mencicipi makanan lezat yang sudah 6 tahun tidak ia rasakan.


Mereka duduk bersamaan. Aldi yang sudah tak sabar mencicipi makanan buatan Mamanya, langsung mengambil beberapa makanan diatas meja.


Ini, ini, ah ini juga. Aldi.


Aldi menikmatinya dengan lahap. Menikmati setiap makanan yang sudah lama tidak ia rasakan itu, Mama memperhatikannya dengan penuh bangga serta haru.

__ADS_1


" Kenapa kalian hanya memperhatiakan aku? ayo makan. Masakan Mama sangat enak loh". Ucap nya lalu kembali menikmati makanan.


" Kamu duluan saja, aku tidak lapar". Ucap Alda.


" Hei, kamu belum makan kenapa bilang tidak lapar?".


" Tidak apa-apa, kamu lanjutkan saja makannya".


" Sayang, kamu juga harus makan. Aaaa sini biar aku suapi". Ucapnya sambil mengulurkan sendok kemulut Alda.


Mau tidak mau Alda memakan makanan yang disuapi Aldi kepadanya. Walaupun tidak merasa lapar, tetapi ia juga harus menghargai makanan yang dibuat oleh Mama.


" Bagaimana, ini sangat lezat bukan?". Tanya Aldi pada wanita disampingnya.


" Ya, masakan Mama memang selalu lezat". Ucapnya dengan tulus.


" Karena kamu sudah mengakuinya, kamu harus makan yang banyak". sambil mengambil nasi dan lauk pauknya.


" Cukup, jangan terlalu banyak".


" Yasudah tidak apa-apa, yang penting perut mu terisi oleh makanan". Ucapnya sambil menggenggam lengan Alda. " Oh iya dimana Fahri Ma". Tanyanya bingung.


" Hari ini dia latihan Band bersama teman-temannya".


" Sejak kapan dia mulai bergabung dengan anggota band?".


" Sudah lama ia sering perfome dengan anggota band nya Nak".


" Kenapa begitu Nak?". Ucap Mama sedih.


" Seharusnya dia membantu ku untuk mengurus kantor Papa. Karena dia juga seorang penerus Ma, tapi tidak apa-apa lakukan saja keinginannya, aku tidak akan memperdulikannya".


" Kau tidak boleh seperti itu Nak. Adik mu juga berhak melakukan hal yang ia sukai juga bukan".


" Lalu aku juga tidak bisa seperti itu Ma? masa kecil ku direnggut hanya untuk meneruskan kantor milik Papa saja?".


" Kenapa kau bicara seperti itu Nak?". Ucap Mama, karena ucapa Aldi barusan seperti mengiris hatinya.


" Aldi, seharus nya kau tidak bersikap seperti ini pada Mama mu". Ucap Alda saat menatap Mama dengan pilu.


" Maafkan Aldi Ma, Aldi tidak bermaksud berkata seperti itu pada Mama". Ucapnya sambil memeluk dan mencium kening Mamamya. "maaf jika hati Mama terluka".


" Iya Nak tidak apa-apa, tetapi Mama tidak ingin kau menjadi benci kepada adik mu, Mama ingin kalian tetap akur'.


" Iya Ma, Maaf".


" Tidak apa-apa Nak". sambil mencium kening putranya.


" Ma, Aldi harus kembali sekarang. Jaga diri Mama baik-baik".

__ADS_1


" Secepat ini?".


" Iya Ma. Aldi harus kembali sekarang, Riki sudah mengurus semuanya disana".


" Baiklah hati-hati dijalan, jaga dirimu Nak. Mama akan menunggu kepulangan mu".


" Terimakasih Ma. Aldi pergi sekarang". Ucapnya melepas pelukan Mamanya.


Aldi pergi meninggalkan Mama kembali. kesepian kembali menyelimuti rumah besar itu, Mama berharap suatu saat nanti rumah yang ia tinggali ini akan kembali ramai, dan tercipta kehangatan kembali.


***


Aldi mengantar Alda terlebih dulu. Mengunjungi orang tua Alda sebentar lalu kembali ke Negara XXI dalam hitungan menit saja.


Mobil sudah terparkir dihalaman rumah Alda. Keluarganya sudah menunggu kedatangan putri nya diluar, mereka tak menyangka jika kedatangan putrinya itu bersama dengan seseorang yang sudah cukup lama tidak dilihat semenjak 6 tahun lalu.


" Tuan Aldi". Ujar Kak Riko sambil ternganga.


Aldi memberi salam kepada Ibu dan Ayah Alda, sebagai rasa hormatnya kepada orang tua kekasihnya. Begitupun kepada Kak Riko dan Adik nya.


" Bagaimana kabar kalian semua?". Tanya Aldi.


" Kabar kami baik Tuan". Jawab sang Ayah.


" Tidak perlu menyebut ku seperti itu, anggap saja saya sebagai putra anda".


" Tetapi saya merasa tidak pantas Tuan".


" Kenapa? saya masih tetap sama seperti Aldi sebelum 6 tahun lalu. Saya lebih senang anda menganggap saya sebagai putra anda. Begitupun anda Ka, anggap saja saya sebagai adik mu, anda juga tidak perlu sungkan, dan untuk mu jika tidak keberatan kau boleh menganggapku sebagai Kaka mu".


" Baiklah Tuan, tapi kenapa kau begitu baik pada kami. Apa karena anda adalah sahabat dari adik saya". Tanyanya penasaran.


" Bukan hanya sahabat. Tapi saya berencana menikahi adik anda".


" Apa anda benar-benar mengatakan ini Tuan?". Tanya Ayah Alda.


" Iya Ayah, anak mu berhasil membuat saya jatuh cinta kepadanya. Oleh karena itu saya ingin meminta restu dari kalian semua".


" Tetapi keadaan kami hanya seperti ini Nak, apa kamu tidak keberatan?".


" Saya tidak keberatan, yang saya tahu saya sudah mencintai anak mu, dan saya ingin mengikatnya sebagai pasangan saya".


" Jika anda memang benar-benar mencintai anak saya. Saya akan merestui hubungan kalian, saya percaya anda pasti bisa melindungi anak saya dan menjadikan anak saya sebagai ratu". Ucap Ayah saat menemukan sosok pria yang dirasa bisa menggantikannya sebagai pelindung putrinya.


" Saya pasti akan melindungi putri anda dan menjadikannya sebagai ratu. Anda tidak perlu kuatir, setelah kepulangan saya, saya akan segera mengurus rencana pernikahan kami".


" Baik Nak, terimakasih banyak. Kami pasti akan menunggu kepulangan anda".


" Baik terimakasih, saya pergi sekarang dan jaga diri kalian baik-baik".

__ADS_1


-Selesai 😊


__ADS_2